Senin, 14 Juni 2010

Pembantu Baruku ~ part 13

SMP Nusantara..... -tepatnya waktu isirahat-
"Hai, acha.... Ke kantin bareng yuk..." ajak ozy yg setelah bel langsung ngebut ke meja acha.
"Emmm..... Gimana ya zy?? Gue rencananya mau keliling sekolah dulu bareng oliv" jawab acha ragu.
"Ntar kelilingnya sama gue juga, abis jajan di kantin. Yah...mau ya cha??" bujuk ozy. Acha tampak ragu.
"Yuk, cha... Keliling sekolahnya jadikan?? Si keke juga mau tuh nemenin loe.." ajak oliv. Tanpa nunggu jawaban dari acha, oliv langsung narik-narik tangan acha. Tiba-tiba....
"BUUK...." oliv numbruk ozy yg ada di depannya. Oliv mendongakkan kpalanya, dan kaget liat ozy yg tiba-tiba aja ada di depannya.
"Loh zy?? Sejak kapan loe ada di situ??" tanya oliv heran.
"Dari tadi gue udah di sini kali liv... Lo aja tuh yg minusnya nambah, makanya nggak liat gue di sini.." jawab ozy sewot.
"Enak aja loe, minus gue nggak nambah tau... Loe aja tuh yg kaya setan tiba-tiba nongol. Ngapain loe kemeja gue?? Ada perlu apa??" bantah dan tanya oliv.
"Gu nggak ada perlu apa-apa sama loe" jawab ozy singkat.
"Lah?? Klo nggak ada perlu, ngapain loe ke sini??" tanya oliv lagi.
"Gue ada perlu sama acha.." jawab ozy sok kalem lagi.
"Ngapain??" tanya oliv (lagi).
"Urusan gue dong.. Pingin tau aja loe.. Udah sana minggir.." jawab ozy.
"Cha yuk bareng gue aja.." ajak ozy sambil narik acha.
"Eh, zy.. Ngapain loe?? Acha mau bareng gue tau...." kat olivia sambil narik acha dari ozy.
"Sama gue...." bentak ozy sambil narik acha dari oliv.
"Gue..."
"Gue..."
"Gue..."
"Gue..."
"Gue..."
"GUE..." teriak ozy n oliv barengan.
"Udah STOP!!! Gue nggak mau bareng loe berdua!!" bentak acha yg sukses bikin O2 kaku seketika.
"Eh, loe yg di sana!! Nama loe ray kan?? Ayo anterin gue keliling sekolah!!" kata acha sambil nunjuk-nunjuk ray. Ray bingung.
"Gila!! Anak baru kan dia?? Cantik-cantik galaknya minta ampun." batin ray. Acha datang dan langsung nyeret ray keluar kelas. Ray yg nggak berani lawan acha pasrah-pasrah aja. Sementara O2 tadi tetep kaku di posisinya masing-masing.
"Zy...." panggil deva sambil guncang-guncang badan ozy yg masih kaku.
"Liv..." kali ini keke yg guncang-guncang badan oliv.
"Deva......." panggil ozy sambil meluk-meluk deva.
"Iih.... zy.. Loe apa-apaan sih.... Najis tau!! Loe kesambet apa tiba-tiba langsung napsu sama gue??" kata deva risih di peluk-peluk.
"PLAAK..." ozy nampar pipi deva pelan.*ingat PELAN.. Suara tamparannya aja yg di caps*
"Heh!! siapa juga yg napsu sama loe?? OGAH!! Klo iya gue hombreng, gue maunya sama kakak loe kali, lebih ganteng, lebih keren, cool, dan tinggi. Nggak kecil kaya loe.. Oh...kak alvin idaman ku..." bantah ozy. Deva cengo. Diayunkannya punggung tangannya ke kening ozy. Lalu guncang-guncang badan ozy dengan muka cemas. Ozy cuma senyam-senyum.
"Ya tuhan....... tolong selamatkan kakak hamba dari setan kecil di depan hamba ini ya Allah..... Jangan sampe...kakak hamba tergoda... Ogah deh punya kakak ipar model setan kaya gini..." doa deva sambil menadahkan tangannya. Ozy langsung ngakak. Deva makin geleng-geleng dan terus komat-kamit dengan doa yg sama.
"Deva....deva.... Siapa juga yg mau jadi kakak ipar loe.. Gue becanda kali... Hahahahaha" kata ozy sambil terus ngakak.
"Tapi sialan loe ngatain gue setan. Klo gue setan, loe iblisnya.." tambah ozy, kali ini pake noyor kepala deva. Deva nyengir.
"Gue meluk loe karna syok si acha ngamuk-ngamuk kali..." tambah ozy lagi. Deva cma menanggapi dengan senyum ketirnya doang.
"Makin gila aja loe zy..." komntarnya dalam hati. Sementara keke dan oliv hanya geleng-geleng menikmati pemandangan aneh di depannya.
"Kantin yuk..." ajak ozy sambil rangkul deva.
"Yuk, ke, liv, mau bareng??" ajaknya juga. Keke dan oliv cuma ngangguk dan mengikuti langkah 2 cwok gila di depan mereka.

Waktu mereka ber4 lagi makan di kantin, ray n acha nyamperin mereka.
"Oii bro... bagi siomay loe dong..." kata ray yg langsung nyomot siomaynya deva.
"Aaah...ray... Punya gue tuh..." protes deva tapi terlambat karna siomaynya udah keburu nyatu sama isi perut ray.
"Hai... semua..." sapa acha yg udah balik ramahnya.
"Hai cha... gimana?? Asik nggak jalan-jalan barng ray??" jawab dan tanya keke.
"Asik, cuma si ray ngeluh terus.. Laper katanya" jawab acha.
"Gue kan blom sarapan cha.... Pesen makanan yuk! Keburu bel ntar..." protes dan ajak ray. Acha nurut aja. Nggk lama kemudian, keduanya kembali dengan acha yg bawa nampan dgn dua mangkuk bakso di atasnya, dan ray dengan 2 teh botol di tangannya.
"Cepetan makannya ray, cha.. 10 menit lagi bel.." kata ozy. Ray n acha cuma ngangguk.
"Eh, zy.... Buat yg tadi maaf banget ya..gue bentak loe.. Loe juga liv, sorry.." kata acha smbil trus nusuk baksonya pake garpu.
"Iya cha, nggak papa..." jawab oliv.
"Lagian cha, loe emosi banget jadi orang" jawab ozy. Acha cuma nyengir.
"Bawaan gue zy... Gue paling males klo liat orang ribut-ribut nggak jelas gitu.." jawab acha.
"Emangnya gue nggak jelas ya tadi cha ngajakin loe bareng?? Gue udah ngomomg jelas-jelas kok perasaan.." tanya ozy.
"Ozy......oon loe piara... Maksud acha tu ya... Nggak penting banget loe ribut sama oliv cuman untuk ngajakin dia keliling sekolah.." kata deva gemes. Ozy cuman ngangkat bahu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Segitu dulu deh... otak gue masih males mikir....^^
Maaf ya klo masih gaje...
Thanks udah baca...
Keep komen pliss...

by:alya

Pembantu Baruku ~ part 12

Prtama-tama saiia mau minta maaf karna part 11 kemaren yg
sangat..sangat..ngat..ngat mengecewakan banget. Mood saiia lagi nggak
bagus sih akhir-akhir ini makanya ide saiia kabur semua. Klo dapet ide,
pas ngetik malah susah buat jabarinnya. Jadi maaf banget....
Satu lagi, cerbung ini jenisnya bukan komedi, tapi bisa di bilang nyampur
gitu, kadang-kadang komedi, kadang ada romantisnya *wlau pun saiia
krang bisa jabarinnya* dan kadang bisa sedih juga *yg satu ini blom di
keluarin* dan kadang bisa juga gaje sangat kaya kemaren *smuanya
tergantung mood dan ide saiia*. Makanya kadang-kadang kalian semua
bkalan nemuin part tanpa lawakan kaya biasanya. Bagi yang suka cerbung
ini karna lawakannya, maaf bnget.. mgkin bagian itu kadang nggak ada.
Dan cerbung ini masih blom masuk k konflik sebenarnya, skarang masih
masa persiapan tokoh dan suasana buat konflik itu. Dan maaf juga buat
yg nggak setuju sama couplenya karna nggak ada couple baru ya disini.
Saiia bikin couplenya sesuai dengan apa yg mnurut saiia cocok aja
*kecuali rify*. Jadi bagi yg bosan sama couplenya maaf lagi. Dan klo
couplenya saiia ganti ntar malah aneh jadinya.
So, maaf buat yg kecewa sama segala yg ada di cerbung ini, buat yg masih mau baca tetep
saiia terusin dngan konsep awalnya dan makasih. Jadi skarang lanjut
dulu ke part 12 nya ya..
So, lets check it out...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di kantin wktu isirahat di sma nusantara.....
Posisi duduk kali ini bener-bener nggak menyenangkan bagi cakka dan sivia.
Kalian tau kenapa?? Karna posisi duduk agni dan iyel yang sebelahan.
Walau pun di samping agni tetep cakka dan disamping iyel adalah sivia,
tapi tetep aja nggak enak. Pasalnya agni dan iyel asik ngobrol dari
tadi, sampai-sampai orang di samping mereka yg dari tadi udah capek
ngajakin mereka ngobrol, dikacangin. Rio, ify, zahra, alvin, yg duduk
di hadapan mereka sih adem-adem aja. Dan mereka berempat sibuk makan
dari tadi.
"Yel, loe ngerasa ada sesuatu yg aneh ato kurang ato beda dari biasanya nggak??" tanya alvin yg udah kasian liatin via dan cakka
yg udek sambil emosi ngaduk-ngaduk kasar jus pesenan mereka *kbayangkan
maksudnya??*.
"Nggak, gue ngrasa cukup kok, kaya biasanya. Yg beda sih karna sekarang ada agni aja *critanya alvin n zahra udah di kenalin
ke agni*.
"Serius loe yel?? Nggak ada yg kelupaan gitu..??" tanya alvin lagi.
"Nggak" jawab iyel singkat.
"Ingat-ingat dulu deh yel. Pasti ada. Klo loe beneran lupa, idup loe gue jamin nggak bkalan selamat." kata rio ikutan.
"Mksud loe apaan sih yo?? Bawa-bawa idup segala, serem tau.." kata iyel masih nggak ngerti.
"Rio serius tau yel. Gue ukutan jamin deh.." tambah zahra.
"Gue juga.." ify ikutan. Iyel makin bingung.
"Kok loe ikutan sih fy??" tanya iyel ke ify masih dngan muka bingung.
"Ya karna gue nyadar.." jawab ify singkat. Iyel garuk-garuk kepalanya yg nggak gatal sama sekali.
"Ag, ada yg aneh sama gue ya??" tanya iyel ke agni. Agni liatin iyel dari atas sampe bawah dan balik ke atas lagi.
"Pnampilan loe biasa aja kok, nggak ada noda kotor sdikit pun di baju ato muka cemong loe." jawab agni.
"Biasa kok loe bilang cemong sih?? Biasanya juga bersih selalu." tanya iyel heran.
"Muka loe kan udah cemong dari dulu yel.." kata agni. Iyel tersenyum kecut, yg lain biasa aja malah makin jengke mereka.
"Rese loe ah!! Via, gue aneh nggak sekarang??" tanya iyel beralih ke via.
"Giliran agni nggak nanggepin loe aja, loe nanya ke gue.." batin via sewot.
"Mana gue tau!! Loe pikir aja sendiri, kan loe yg punya badan bukan gue!!" via nyolot. Iyel makin bingung.
"Vi, loe knapa sih?? Nggak biasanya loe senyolot ini ke gue. Biasanya juga lembut gitu.." tanya iyel. Via buang muka.
"Vi..jawab dong.." bujuk iyel sambil wajah via ke arahnya lagi.
"Cak, kok mereka jadi berantem gitu sih??" bisik agni ke cakka.
"Mana gue tau!! Tanyain aja ke orangnya langsung!!" cakka ikutan nyolot.
"Cak, loe knapa ikutan nyolot gitu sih?? Ada masalah loe??" tanya agni nggak ngerti.
"Satu-satunya masalah gue sekarang adalah elo!!" kata cakka sambil nunjuk-nunjuk agni lalu pergi. Agni ngejar cakka.
"Vi, loe marah ya sama gue??" tanya iyel yg masih lanjutin keributan mereka beerdua.
"Klo iya loe mau apa??!" via malah balik nanya dan tetep nyolot.
"Ya, gue minta maaf dong vi. Apa salah gue sih?" jawab dan tanya iyel balik. Tapi via malah lari ninggalin dia.
"Loe ber4!! Ada yg tau nggak salah gue sama tu anak apa??" tanya iyel heran sambil nunjuk via yg udah lari ninggalin kantin.
"Pikirin sendiri!! Udah sana, kejer dulu via nya... Hush...hush..." jawab dan
suruh rio smbil ngibasin tangan kanannya kaya ngusir ayam. Tanpa pikir
panjang iyel ikutin saran rio buat ngejar via.

Lapangan basket....
"Cakka!! Tunggu.." teriak agni. Cakka menhentikan larinya.
"Cak gue minta maaf klo gue ada salah sama loe.." kata agni sambil jalan deketin cakka.
"Gue suka sama loe ag..." gumam cakka tpi cukup untuk di dengar agni.
"Hah!! Maksud loe??" tanya agni nggak ngerti dan nggak percaya.
"Iya, gue suka sama loe. Mungkin menurut loe gue cuman becanda, karna nggak
mungkin gue bisa suka sama loe pdahal kita baru kenal kemaren. Tapi gue
serius, gu sayang sama loe ag, dari pertama kali kita bertemu. Dan
karna rasa itu juga gue marah sama loe. Gue cemburu loe deket sama
iyel, meski pun gue tau kalian sepupuan" jelas cakka. Agni bengong.
"Loe nggak serius kan cak??" tanya agni heran.
"Gue serius ag. Loe tatap mata gue, keliatan nggak klo gue lagi becanda
sekarang??" kata cakka sambil angkat dagu agni ke atas. Agni nggak tau
harus jawab apa.
"Tapi gue sama iyel tadi kan cuma ngobrol biasa cak, kapa loe musti cemburu??" tanya agni utk mengalihkan pikirannya
dari pengakuan cakka barusan.
"Loe nyadar nggak sih, klo dari tadi tu loe ngacangin gue mulu?? Gue panggil loe cuma jawab 'mmm' trus loe
lanjut lagi ngobrol sama iyel. Gue ajak loe buat ambil pesenan
anak-anak loe malah nggak mau dan ngajakin iyel." kata cakka kmbali
sewot.
"Maaf, gue nggak nyadar. Gue mungkin keasikan sama iyel. Karna udah lama banget kami nggak ngobrol pnjang kaya dulu lagi." kata
agni.
"Tapi loe nggak segitunya sama agni kan ag??" kata cakka.
"Itu karna iyel yg duduk di sebelah gue, dan tadi ify sibuk mulu sama rio.
Baru gue ajak ngobrol dikit, si rio udah minta tolong inilah, itulah."
jawab agni. Cakka melengos.
"Terserah loe deh skarang!!" kata cakka ketus.
"Jadi baikan nih..." kata agni sambil acungin kelingkingnya. Cakka mengaitkan
kelingkingnya ke kelingking agni, cuma sebentar lalu di lepasnya lagi.
Tapi cukup utk membuat agni tersenyum lega.
"Balik yuk.." ajak agni trus narik tangan cakka kembali ke kantin.

Di depan toilet cewek...
"Via...keluar dong.... Gue salah apa sih??" tanya iyel dan terus gedor-gedor pintu
toilet cewek. Klo dia masuk, bisa berabe urusannya ntar.
"Kak iyel, gue mau masuk nih.. Minggir bentar dong.." kata aren yg mau masuk toilet. Iyel melengos.
"Udah masuk sana!! Cepetan!!" kata iel sambil minggir dikit. Anak cewek yg
tadi udah kebelet tpi di tahan iyel langsung nyerbu masuk.
"Kaya nggak ada toilet yg lain aja..." batin iyel wktu liat yg mau masuk banyak.
"Aduuuh.... Jangan dorong-dorong gue..." teriak seorang cewek yg di dorong keluar dari toilet.
"Udah sana keluar... Cwok loe berisik tau!! Temuin dulu sana...betah bnget
ngadem di toilet.." kata salah seorang cewek yg dorong-dorong via.
"BRUK" via numbruk iyel.
"Eh vi, akhirnya keluar juga.." kata iyel.
"Mau ngapain loe??" tanya via ketus. Iyel narik via menjauh, dan berenti di
sebuah kursi di taman sekolah. Lalu mereka berdua duduk.
"Vi, maafin gue ya... Gue paling nggak tahan klo marahan sama loe..." kata iyel.
"Alah gaya loe yel.... Loe mau minta maaf sama gue pake kata-kata rio yg loe ciplak itu??" tanya via.
"Gue serius vi. Siapa juga yg nyipla dari rio. Emang rio doang yg boleh pake katkata itu??" jawab iyel.
"Vi, plis maafin gue yah..." kata iyel lagi.
"Tapi loe harus janji satu hal.." kata via.
"Loe nggak boleh ngacangin gue lagi. Pokoknya ko loe ulangin lagi loe nggak akan gue maafin lagi." lanjut via.
"Emang kapan loe gue kacangin??" tanya iyel polos.
DOENG...." via langsung lemes.
"Iyel.....loe tu emang ngeselin ya jadi orang...." kata via gemes. Lalu dia pukul-pukul pundak iyel.
"Eh, vi... Gue salah apa lagi sih???" tanya iyel heran lagi. Via stop mukulin iyel.
"Pertama, loe udah ngacangin gue dan cakka. Kedua, loe itu bloon banget sampe loe
nggak nyadar udah ngacangin gue. Ketiga, kita liat dulu apa ulah loe
setelah ini." jawab via.
"Baru dua kan vi kesalahan gue?? Tapi kenapa loe semarah ini??" tanya iyel nggak kalah polosnya dari yg tadi.
"Eeeergh.... Ya jelas gue marah lah yel... Loe pake acara ngobrol-ngobrol bareng agni segala, nah gue loe kacangin." jawab via.
"Oooo.....karna itu toh.... Hehehe kayaknya via cemburu tuh.. Berrti dia suka dong sama gue?? Hehehey...." batin iyel girang.
"Loe cemburu ya vi, gue akrab sama agni?? Kita kan sepupuan, jelas aja akrab.." tanya iyel yg sukses bikin muka via merah semua.
"Siapa yg cemburu?? Gue kesal aja kok loe kacangin..." elak via.
"Kesal sama cemburu nggak jauh beda lo vi...." goda iyel.
"Aa...ah...... Loe apaan sih yel...." elak via, trus kabur ke kantin. Iyel senyam-senyum kegirangan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kayanya part 12 ini masih mngecewakan deh....
Tpi thanks buat yg baca...

by: alya

Pembantu Baruku ~ part 11

"Ify ayo cepetan...." teriak rio dari arah teras.
"Iya bentar...." jawab ify dri dalam rumah.
"Kak ify gue bisa telat nih...." ozy ikut-ikutan.
"Bentar.... Gue make sepatu dulu nih.." kata ify smbil kluar nenteng sepatunya.
"Fy, dimana-mana tu ya... Sopir yang nungguin majikannya, nah elo?? Masak
gue yang majikan harus nungguin loe sih" kata rio smbil geleng-geleng.
"Loe pecat aja gue kalo gitu..." kata ify santai smbil trus make sepatunya. Rio menggeleng.
"Nggak!!" katanya tegas. Ify melengos.
"Masih imposibble bagi gue supaya bisa bebas dari rio kayanya" batin ify.
"Beres nih. Yuk brangkat skarang kan??" kata ify setelah selesai make sepatunya.
"Nggak, nunggu besok pagi aja..Ya iyalah skarang!!" kata ozy kesel. Ify cuma
jawab pake nyengir trus masuk ke mobilnya, di ikuti riOzy.

****

Sebelum markirin mobilnya, ify stop dulu di depan gerbang smp nusantara utk nurunin ozy.
"Kakak-kakak, gue duluan yah..." pamit ozy sbelum turun dari mobil. RiFy mengangguk.
"Iya..belajar yg bener zy..." jawab rio. Lalu ozy keluar dari mobil. Tiba-tiba aja
ify juga ikutan keluar, pake ngebanting pintu mobil segala lagi. Trus
dia lari ke arah gerbang smp.
"Kak, kak ify knapa tuh?? Kangen masa smp ya dia??" tanya ozy ke rio heran. Dia aja blom sempet nutup pntu
mobil karna ify ngagetin duluan.
"Kaga tau tuh gue. Mungkin aja." jawab rio. Trus dia juga ikutan keluar dari mobil lalu berdiri
merhatiin ify yg kayanya lagi ambil ancang-ancang buat ngagetin seorang
anak smp di sana, sambil sanderan di mobil ify, sementara ozy lanjut
jalan menuju gerbang.
Ify terlihat ngagetin anak cewek itu. Karna kaget cewek itu reflek ngadep ke belakang utk liat siapa yg ngagetin dia.
Saat cewek itu brbalik, kaya yg ada di iklan-iklan gitu, pesonanya langsung
nebar kemana-mana dan langsung nancep di hati ozy. ozy melongo menatap
kagum cewek yg sekarang lagi tersenyum senang ke if itu.
"Manisnya....." pikir ozy.
Cewek manis itu langsung meluk ify. Mereka pelukan sambil muter-muter ala
teletubis itu. Dari arah belakang mobil ify eorang cowok yaitu gabriel
ikutan lari ke arah mereka berdua (ify n si cwek manis). Dan langsung
meluk keduanya.
Mereka bertiga saling pelukan trus muter-muter lagi ala teletubis. Acara peluk-pelukan itu sukses bikin ozy, rio,
sivia panas. Tau knapa kan?? Yap, karna calon pacar *mreka ber3 udah PD
bklan dapetin gebetan masing-masing, makanya calon*. Rio sampe pingin
mukulin iyel skarang juga karna emosi, tpi karna sayang sama si tangan
kiri yg malang, nggak jadi deh. Sivia, matanya udah panas saking
cemburunya.
Ada satu lagi tuh yang larilari ke arah merea bertiga. Cwek. Tapi karna siviyo nggak kenal sama tu cwek, mereka masa bodo aja.
Kali aja tu cwek bakalan misahin mereka bertiga yg masih asik pelukan
itu. Tapi mereka salah, yg ada tu cwek juga ikutan pelukan. Lalu ada
lagi cwok yg ikutan lari, tp nggak ke arah 4 manusia yg lagi pelukan
itu, tapi ke araj siviyo.
"Cakka??" tanya sivia. Tadinya dia pikir dia juga bkalan di peluk sama tu cwok.
"Vi, yo.. Knapa cwek gue juga ikuan sama cwek cwok kalian sih??" tanya cakka dngan wajah super sebel.
"Jadi yg itu cwek loe cak??" tanya rio smbil nunjuk ke arah si cwek yg terakhir lari.
"Baru calon yo... Tpi bkalan gue dapetin deh tu cwek" jawab cakka.
"Kok gue blom pernah liat ya??" tanya sivia.
"Anak baru dia... Gue baru knalan kmaren kok vi.. Agni namanya" jawab cakka.
"Gila!! Si iyel ngapain tuh??" kata rio histeris sambil nunjuk iyel yg lagi di
di peluk sekaligus sama si cwek manis yg smp itu sampe-sampe pipi
iyel-ify udah mau nempel.*kaya mamanya lintar meluk rio n dea pas GF.
Tau kan??*
"Kyaaa....iyel gue!!" via ikutan histeris wktu cwek yg katanya agni itu ngelus kepala iyel n ify.
"Harus di beri pelajaran nih si iyel!!" kata cakka lalu jalan mnuju si 4 manusia tadi. Siviyo ngekor di belakang.
"Zy, ikut nggak." ajak rio ke ozy yg masih bngong liatin si cwek manis. Dia cuma ngangguk dan ikutin kakaknya itu.
Sampai di sana.....
"STOOOOP!!!" koor rio, cakka, sivia, n ozy. Seketika si 4 manusia langsung kaku dlam posisi terakhirnya.
"Udah di teriakin masih aja nempel-nempel.." batin ozy. Lalu ozy ambil inisiatif misahin si 4 manusia yg skarang
mndadak beku itu.
"Hai, kenalin gue ozy. Loe??" kata ozy ke si cwek manis smbil ngulurin
tangannya. Si cwek nggak bereaksi. Ozy guncang-guncang si cwek dikit
trus nanyain hal yg sama smbil ngulurin tangannya. Si cwek terkesiap
sadar.
"Loe siapa??" tanya tu cwek reflek liat ozy yg tepat berada di hadapannya.
"Kenapa kak ify bisa brubah jadi cwok kaya elo??" tanyanya lagi. Ozy tertawa
kecil. Jaim dikit, jngan smpe kesan pertama si cwek adalah ozy si
tukang ngakak.
"Kenalin, gue ozy. O.Z.Y" kata ozy memperknalkan dan mengeja namanya.
"Oh... Gue acha, raissa arif. Gue anak baru di sini." jawab acha smbil mnyambut uluran tngan ozy.
"Fy, loe ngapain pelukan sama iyel tadi??" tanya rio sewot ke ify.
"Cemburu ya??" goda ify.
"Ogah deh gue" jawab rio sekenanya pdahal hatinya menjawab iya sekenceng-kencengnya.
"Iyel loe gmana sih??" tanya via ke iyel.
"Emang gue ngapain vi??" tanya iyel polos.
"Ah.....tanya aja sama diri loe sndiri.." kata via jutek trus pergi. Tpi tangannya keburu di tarik iyel.
"Vi, loe knapa marah-marah gini sih??" tanya iyel smbil nahan tangan via.
"Kok pada marahan smua sih???" tnya agni.
"O iya.. Cak jadi loe juga sohiban sama sepupu gue ya??" tambah agni.
"Sepupu??" tanya cakka heran. Sementara siviyo menghentika acara jutek-jutekan sama calon pasangan mereka masing-masing.
"Iya sepupu gue. Nih kenalin, acha adek gue, dan ify n iyel sepupu gue."
kata agni. Cakka, rio, sivia, seketika langsung beku *ozy g' masuk*.
"Loh, kok loe smua bngong gitu sih?? Cak knalin teme loe juga dong" tanya dan suruh agni.
"Eh iya...ini gue cakka, ini rio kakakx ozy yg barusan knalan sama adek
loe, trus ini sivia, yg lainnya ntar deh ya..." kata cakka.
"Salam kenal ya.... Gue agni, anak baru yg bkalan masuk ke kelas XII IPA 3.
Sama kaya sepupu gue tercinta ini." kata agni sambil ngerangkul ify.
"Gue nggak nih ag??" goda iyel.
"Loe juga sepupu gue tercinta kok yel.. Tersayang malah..." jawab agni sambil ngerangkul iyel. Cakka n sivia panas.
"Gue balik, ada yg mau bareng nggak??" kata cakka kesel liatin agni sama iyel dri tadi.
"Gue..." jawab via.
"Gue juga, nggak enak d sini lama-lama. Ap kata orang klo ketos telat." kata rio.
"Gue juga deh, masa sekretaris telat." kata ify.
"Kita juga yuk ag.." ajak iyel.
"Oukeh..." jawab agni, lalu mreka cabut dngan langkah sebal dari cakka n sivia.
"Prasaan kok kita di kacangin dari tadi ya zy??" tanya acha heran.
"Gue sih udah biasa cha. Tadi pagi juga gue udah dikacangi duluan sama pasangan rify yg aneh itu.." jawab ozy.
"Maksud loe??" tanya acha heran.
Jadilah selama perjalanan ke kelas ozy jelasin ke acha tentang dia yg di kacangin tdi pagi, sekaligus ify yg jadi
pembantunya dia skarang.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aduuuhh..........part yg satu ini kayax nggak bnget deh.....................
Aneh bnget......nggak ada seru-serunya............
Otak gue buntu bnget nih, kayax gue mulai nyerah deh sama nasib ni crita....:(((

by: alya

Pembantu Baruku ~ part 10

"Rio, loe nggak papa kan?? Tangan loe masih sakit??" tanya ify stelah sadar dari lamunannya.
"Eh, nggak papa kok fy. Gue tadi cuma kaget" kata rio. "Sesakit apa pun
nggak papa fy, gue rela. Klo akhirnya jadi kayak tadi" pikir rio.
"Sorry ya yo.. Gue nggak sengaja." kata ify lagi.
"Hahaha....nggak usah segitunya lagi fy. Gue nggak papa kok." jawab rio.
"Heh loe berdua!! Enak ya ngacangin gue??" kata ozy sewot.
"Eh, adek gue ada di sini juga toh... Sejak kapan loe berdiri di sini zy??" tanya rio pura-pura nggak tau.
"Dari tadi juga gue udah di sini. Tega loe kak." jawab ozy sewot.
"Hehehe... Maap deh klo gitu..." kata rio pake nyengir. Lalu mndekatkan bibirnya ke ozy dan berbisik.
"Ganggu aja loe zy. Lagi asik juga.." bisik rio.
"asik di elo, nggak asik di gue kak. Gerah gue liatinnya dari atas sana"
jawab ozy juga bisik-bisik ke rio smbil nunjuk lantai atas.
"Lain kali awas loe klo ganggu gue lagi.." bisik rio lagi. Ozy hanya menjawab
dngan menunjukkan jari telunjuk dan engahnya ke rio. Sementara ify
menatap mereka berdua penuh tanya. Lagi ngomongin apa ya
mereka?..pikirnya.
"Rio..." panggil ify.
"Apa??" tanya rio smbil oleh ke ify. Lalu ify nunjuk kompor,
"Udah boleh di matiin nggak??" tanyanya.
"Astaga!! Gue lupa!!" kata rio, dan berlari ke arah kompor dan matiin apinya.
"Parah loe kak, knapa sampai lupa sih. Gue ogah ya makan racun lagi.." kata ozy.
"Alah...banyak bacot loe! Bantu gue nih nata meja" suruh rio lalu mereka siapin mkan malam lagi.
****

"Zy, ayo makan. Jangan di liatin doang." suruh ify.
"Mmm....bntuk,oke.. Bau,enak.. Warna,normal kok... Tapi kak, gue ragu sama rasanya." kata ozy.
"Tnang aja zy... Kakak loe yg super ganteng, kren, baik, dermawan, dan tdak
pernah sombong ini juga ikut bantuin masak kok" kata rio yg lagi nunggu
ify masukin nasi ke piringnya.*byangin deh, rio jadi bapaknya, ify jdi
ibunya, trus anaknya ozy. Cocok deh.. :) Kaya keluarga bahagia gitu*
"Narsis akut loe makin parah kak." komenar ozy, rio cengengesan.
"Nih yo, nasinya. Cukup kan??" kata ify.
"Cukup, thanks fy.." jawab rio smbil tersnyum manis. Ify juga ikutan snyum.
"Aduduh fy...snyum loe bisa bkin gue jantungan nih kayaknya..." batin rio.
"Rio...jngan snyum lama-lama dong.. Tngan gue udah gemeteran nih..." batin ify.
"Harus di pisahin juga nih kayanya...." kata ozy.
"Nggak perlu kok zy, udahan kok nih.." kata rio sambil senyum dan mengalihkan pandangannya ke ozy.
"Kak ify, kok loe bisa akur sama kak rio sih?? Nggak baek utk keselamatan gue nih..." rengek ozy ke ify.
"Mksud loe?? kakak nggak ngerti" tanya ify.
"Gue di kacangin mulu. Loe slalu jadiin ni dunia milik loe berdua... Gue loe
telantarin, nyesel gue nyuci otak kak rio tadi.." jelas ozy smbil
manyun. Ify bingung.
"Nyuci otak??" tanyanya.
"Udah... makan dulu, ngobrolnya ntar..." kata rio mengalihkan pembicaraan dari masalah cuci otak itu.
"Nih zy, liat gue makan duluan..." kata rio. Lalu rio memakan makanannya.
Setelah sukses menelan satu sendok makanannya, rio geleng-geleng, FyZy bingung smbil natap penuh tanya.
"Ify....tawar bnget.... Loe jadi kasih garam nggak sih tadi???" sorak rio. Seketika
ify lngsung nyatuin kedua telapak tangannya, lalu bungkuk-bungkuk_in
badannya mulai mohon-mohon maaf sama rio. Rio geleng-geleng lagi, nggak
ngerti sama cwek yg duduk di smpingnya ini. Sementara ozy ngakak.
"Fy, ambil garamnya sono!!" suruh rio. Ify langsung bergegas ke dapur dan
kmbali dngan garam di tangn kanannya dan tangan kiri bawa sendok. Rio
ambil kedua barang di tangan ify itu lalu nambahin garam ke makanan
tadi. Lalu nyicipin dikit dan seulas senyuman manis mengembang di
wajahnya.
"Ini baru pas...." kata rio. FyZy cuma menanggapi dngan ikutan senyum.
"Yakin kak, nggak ancur??" tanya ozy ragu.
"Yakin deh..." jawab rio seadanya. Dengan masih agak ragu, ozy mulai makan makanannya lalu mengacungkan
jempolnya ke arah ify.
"Enak kak... Lain kali buat lebih enak lagi ya.." komentar ozy. Ify nyengir kuda, bangga dikit gitu loh.
"Tanpa gue tapi fy.." tambah rio, sktika senyum ify lenyap.
"Iya...iya... Lanjut aja makannya, yuk...mari..." kata ify. Akhirnya mreka makan malam dngan tenang.

****

Selesai makan dan beres-beres ify pulang sperti janjinya rio, ify plang nggak sampe jam 9.
"Yo, zy, smua udah bereskan?? Gue udah boleh puangkan??" tanya ify.
"Iya boleh, gue anter yuk fy.." jawab rio. Ify bingung.
"Loe mau anter gue pake apa yo?? Mobil gue?? Trus loe baliknya gimana??" tanya ify heran.
"Lupa!! Mana bisa ya gue bawa mobil skarang.. Bego bnget sih gue! Bukannya cari
perhatian malah yg ada gue makin bego di mata ify.." batin rio. Lalu
rio cengengesan liatin ify.
"Hhehe.... Gue kan udah terbiasa jadi cwo gentle yg nggak bisa biarin cwek pulang sendirian fy.. Klo loe mau,
anter gue balik dong, klo nggak biar ozy yg jemput gue.." jawab rio
ngasal abis. Ify langsung nganga, ozy nepuk jidatnya sendiri.
"Kak rio sarap!! Aneh-aneh aja loe... Pake bawa-bawa gue lagi..." kata ozy. Ify geleng-geleng.
"Knapa gue bisa suka cwok model beginian yah??" batin ify bingung.
"Hehehe...." rio nyengir sambil garuk-garuk kepalanya.
"Emang aneh loe yo! Udah ah, gue pulang..." pamit ify dan pergi.
"Zy, dia bilang gue aneh..." kata rio dengan nada lirih ke ozy yg di sebelahnya.
"Emang kali kak, baru nyadar loe??!" jawab ozy.
"Hiks...gue lagi syok loe tenangin dikit napa??" kata rio.
"Diem loe ah.. Mending loe ajarin nih gue" kata ozy smbil nunjuk buku yg di depannya.
"Apaan tuh??" tanya rio.
"Pr gue lah dodol!!" jawab ozy yg mulai keki sama kakaknya ini.
"Yee....ngatain gue loe!! Mau di ajarin nggak nih??" kata rio ikutan sewot.
"Iya dong, kakak ku sayang.. Fisika nih...nggak ngerti sama sekali gue.. Bantuin yah..." rayu ozy.
"Gitu dong... Mana-mana pr loe??" tanya rio dengan senyum manisnya.
*Klo adegan bikin prnya ozy nggak usah.. Soalnya penulis bakalan bingung
setengah mati jabarinnya.. Coz penulis juga bolot di fisika kayak
ozy..xD*

****

Pagi hari di rumah rio....
Ify udah samp di rumah rio, sperti biasa rumah itu masih sepi. Ify naik ke
lantai atas dulu buat bangunin ozy, karna dia pikir rio pasti udah
bangun. Tanpa basa-basi ify langsung buka pintu kamar ozy, dan sperti
biasa si ozynya masih molor.
"Ozy.....!!! Bangun....!!" sorak ify. Dan seperti biasa reaksi awal ozy hanyalah mengeliat kecil. Ify ambil inisiatif buat

nyibak selimutnya ozy. Ozy narik selimutnya lagi.
"Ozy bangun!!!!!!!" teriak ify tepat di telinga ozy. Seketika ozy langsung
mangun dan menegakkan tubuhnya sambil berkata,"Siaaaaap!!!!! Gue udah
bangun nih..."
Ify tersenyum penuh kemenangan,"mandi gih!" suruh ify lalu keluar dari kamar ozy.
"Gila!! Knapa kakak gue suka cwek kaya gitu ya?? Ya ampun suaranya...emak gue aja kalah telak.." batin ozy.
"Calon cwek gue tuh..." batin rio bangga di kamarnya.

Ify lagi siapin sarapan kali ini nasi goreng aja deh ya...
"Fy, masak sendiri nih..yakin??" tanya rio yg udah turun ke bawah.
"Yakin, sampai di rumah kmaren gue minta ajarin masak sama mama..." jawab ify.
"Malam-malam gitu??" tanya rio heran.
"Iya.. Gue sama mama kadang-kadang suka makan lagi klo malam.." jawab ify.*aneh...*
"Kebiasaan unik..." komentar rio.
"Tapi klo loe udah makan smpe 4 kali sehari gitu kenapa masih tetep kurus aja tu badan??" tambah rio.
"Rese loe yo!! Bawaan gue dari orok nih... Nggak bisa di ganggu gugat. Loe sendiri, kerempeng juga kan." kata ify.
"Iya deh ngalah.. Fy, mau bantuin gue nggak??" tanya rio.
"Tumben loe minta izin segala?? Biasanya juga langsung maksa. Bantuan apa??" tanya ify balik.
"Hhehe.... Nih fy, dasi gue kusut, tiba-tiba aja udah kaya simpul pramuka gini,
rapiin dong.." kata rio sambil nyerahin dasinya. Ify nyuci tangan dulu,
lalu ambil dasi rio, trus dia rapiin.
"Nih yo..." katanya sambil ngasih dasi rio yg udah rapi. Rio ambil dasinya sambil senyum
seolah-olah bilang makasih, trus dia lingkarin ke kerah kemeja osisnya.

"Yo, mang loe bisa make sendiri??" tanya ify yg udah heran liatin rio gulung-gulung dasinya, malah jadi simpul pramuka lagi tu dasi. Rio
nggak jawab tetep fokus sama dasinya.
"Udah sini gue bantu, gue yg liat loe make dasi sendiri aja jadi ikutan capek." kata ify sambil
nyambar dasinya rio. Yg punya dasi pasrah-pasrah aja, emang dia
kerepotan make sendiri.
Lalu ify mulai lingkari dasinya di kerah kemeja rio, trus di lipat sana lipat sini sehingga kepasang juga tu dasi.
"Aduh......jantung gue...." teriak rio dalam hati karna jarak mereka emang lagi deket gitu loh.
"Tangan gue!! Berenti buat gemeteran.." ify juga ikutan teriak dalam hati.
"Ify, loe cantik bener sih... Aduh.... gue miki apa sih.... Tpi emang bener
loe cantik fy. Klo kaya gini trus gue udah berasa kaya suami loe tau
nggak?? Ahay....otak gue mulai nggak beres nih kayanya." teriak rio
gaje dalam hati.
"Rio.....gue udah nggak kuat lagi nih kalo gini trus. Kaki gue udah lemes tuh..berenti dong liatin gue...
Aduh....mesranya kita yo....gue kaya seorang ibu rumah tangga yg lagi
makein dasi suaminya yg mau kerja tau nggak??" ify ikutan teriak gaje
dalam hatinya.
"Ehem....Ehem.... Ubi bakar.... Ubi bakar.... Aaaw....panasnya...." si setan kesil seperti biasa nongol.
"Ehem....Ehem.... Ubi bakar.... Ubi bakar.... Aaaw....panasnya...." si setan kecil mulai lagi.
"EHEM....EHEM.... UBI BAKAR.... UBI BAKAR.... AAAAAAAAAAAAAAAAWWW....!! PANAAASNYAAA!!" teriak ozy kesel di kacangin.
"OZY.......!!! BERISIK!! GUE NGGAK SUKA UBI!!!!" teriak RiFy barengan. Ozy langsung diam.
"Gila!! Klo sampe kak rio sama kak ify jadian bakalan kacau nih hidup gue." batin ozy.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Thanks udah baca...
Mohon kritik dan sarannya terus, klo ada yg mau nambahin ide juga nggak papa.
Lagi buntu ni otak, makanya jadi aneh gini cerbungnya...

by :alya

Pembantu Baruku ~ part 9

Stelah slesai beresin lantai atas, ify turun ke bawah. Sampe bawah ify lngsung duduk di sofa ruang keluarga, capek.

Smentara riOzy asik ngobrol dari tadi nggak meduliin ify yg kecapean stengah mati. Secara lantai 2 rumah rio luas gitu

loh. Ify aja beresinnya smpe ngbisin wktu satu stengah jam.*lama bner fy??seluas apa sih sbenernya??*.
"Zy pijitin gue dong..." kata ify melas. Ozy yg asik ngobrol noleh ke ify.
"Nggk, capek, minta sama kak rio aja kak.." tolak ozy.
"Rio....pijitin gue dong..." pinta ify slembut mgkin.
"Nggak, capek! Siapa elo??" jawab rio acuh tnpa noleh ke ify.
"Yo, pliss.... Pegel bnget nih... Loe ngasih gue tugas nggak kira-kira sih..." rengek ify lagi.
 "Ogah!! Mnding loe masak buat mkan mlam sono!" tolak dan suruh rio. Ify diem, nggak nyaut pake rengekan kaya

biasanya.
"Fy, cepetan masak!" suruh rio lgi, kli ini baru dia noleh. Trnyata ify ketiduran di sofa dngan wajah letih.
"Kasian... Tpi ify manis juga klo lagi tidur, wlau pun kucel gitu tmpangnya.." batin rio smbil liatin ify yg ketiduran itu.
"Zy, loe pjitin ify noh.. Kasian gue liatinnya." suruh rio ke ozy.
"Heu... Males kak, loe aja." jawab ozy.
"Klo gue yg pijitin ribet urusannya zy.. Gmana klo ify nyenggol tangan gue ntar." elak rio.
"Imbalan gue ap??" tanya ozy. Rio mikir sjenak.
"Chitato gue yg loe incer itu buat loe deh..." kata rio akhirnya.
"Oke, deal." stuju ozy, lalu beranjak ke sebelah sofa tmpat ify tidur, dan mulai mjitin dia.
"Kak, loe kok baek bnget sih sma kak ify??" tanya ozy smbil trus mijitin ify.
"Mksud loe??" tanya rio heran.
"Ya....nggak ngerti juga sih gue. Tpi gue ngarasanya gitu aja. Trus loe juga sring godain dia dngan nyuruh

macem-macem kan??"jawab ozy.
"Nggak tau juga gue zy. Gue suka aja gitu liat wajah ngmbeknya ify. Trus lucu aja liatin dia kerja smbil ngomel-ngomel

nggak jelas gitu." kata rio yg juga ngerasa aneh saat ozy tanya kaya gitu.
"Ooo.... Mnurut loe kak ify cantik nggak??" tanya ozy lagi. Rio terlihat mengangguk.
"Dia mnarik nggak di mata loe??" tanya ozy lagi. Rio ngangguk lagi, nurut aja sama ozy.
"Loe prnah risih nggak sih klo lagi deket-deket kak ify?" tanya ozy lagi.
"Nggak prnah tuh. Mlahan gue suka. Karna gue udah biasa ngobrol-ngobrol sama dia kli ya, jdi klo nggak ketemu shari

jdi pingin ktemu gitu." jawab rio sejujur-jujurnya. Ozy mulai nyengir pnuh arti.
"Sejak kapan loe mrasa kaya gitu??" tanya ozy lagi.
"Sejak kapan ya?? Sjak gue sama ify kenal kali ya?? Tpi nggak deh kayanya wktu itu kan kami blom akrab sama skali."

kata rio mlah bingung sndiri smbil garuk-garuk kpala dan mnatap langit-langit rumahnya dngan tatapan menerawang.
"Yaudah, yg psti wktu loe mulai akrab sama dia kan.." kata ozy yg capek liat kakaknya bingung sndiri.
"Trus apa yg loe suka dari kak ify??" tanya ozy lagi.
"Apa ya?? Snyumnya manis, gue suka. Trus mata beningnya itu lo. Trus dia yg slalu bisa gue andelin, dlam osis

mksdnya. Apa lagi ya?? O,iya, sifatnya yg mnurut gue cukup unik dan mnarik itu gue suka. Dia yg kadang bisa lmbut

bnget, nyolot bnget, bisa wibawa juga sbgai cwek, dia yg kdang jadi manja kaya tadi, bisa krja keras, bnyak deh yg lain.

Yah...gue suka pribadinya ify. Pribadinya itu bisa bkin gue pingin tau lebih bnyak aja tntang dia." jawab rio pnjang lebar.

Slama rio ngomong ozy trus senyam-snyum nggak jelas.
"Jadi apa mksud loe nanyain gue kaya gitu??" tanya rio yg baru sadar klo dari tadi ozy tu kayak lgi ngintrogasi dia gitu.
"Gue cuma mastiin gimana prasaan loe ke dia.." jawab ozy santai.
"Jadi??" tnya rio.
"Jadi gue simpulin klo kakak gue satu-satunya ini lagi jatuh cinta ternyata....." jawab ozy dngan suara yg ukup keras.

Untung ify nggak kebangun gara-gara sorakan ozy, cuma mengeliat kecil aja.
"Masa sih??" tanya rio dngan muka lemot. Bingung sama simpulan ozy brusan.
"Apa lagi namanya kak prasaan loe brusan klo bukan cinta?? Lagian klo gue salah, seenggaknya yg pasti loe udah

tertarik sama kak ify." jawab ozy.
"Apa iya gue naksir ify??" tanya rio bingung pada dirinya sndiri. Ozy yg dnger gumaman rio barusan cengar-cengir

doang.
"Mana gue tau." jawab ozy singkat.

                                                                                              *****

Setelah tidur kurang lebih satu jam lamanya, ify terbangun. Ify ngucek-ngucek matanya trus duduk brusaha ngumpulin

nyawanya yg terbang ke alam mimpi tadi.
Setelah mulai bisa mlihat jelas, ify kaget nemuin rio yang duduk bersila di hadapannya dngan mata melotot dan alis yg

mulai nyatu.
"Hai fy.." sapa rio sambil memperlihatkan snyum manisnya.
"Eh...ha..hai yo.." jawab ify gagap, msih bngung sama tampang konyol rio. Rio trus liatin ify, ify jadi risih sndiri jadinya.
"Rio knapa ya?? Kok liatin gue mulu. Ada yg aneh ya sama pnampilan gue??" batin ify heran.
"Hai fy.." sapa rio lagi dngan tampang bego. Ify diam, nggak jawab sapaan rio. Lalu memiringkan kpalanya.
"Yo, loe baik-baik aja kan?? Nggak sakit ato apa gitu??" tanya ify heran.
"Gue baik-baik aja kok fy. Baik bnget malah, cuma agak aneh di bgian otak sama hati gue doang. Loe gmana fy??

Sehat??" jawab rio ngasal dan nglantur kmana-mana di tmbah prtanyaan bodohnya itu.
"Lah!! Loe bisa liat sndirikan gue sehat segar bugar abis bngun tidur gini. Loe knapa mendadak aneh gitu sih yo??"

jawab dan tanya ify yg masih bingung stengah mati. Rio cuma ngangkat bahu dan alisnya smbil tersenyum yg mnurut ify

aneh.
"Zy, kakak loe knapa??" tanya ify ke ozy yg kbetulan lewat. Ozy mngalihkan pandangannya k rio. Dilihatnya rio yg masih

dalam posisi yg sama saat dia ninggalin rio tadi. Masih tetap mandangin ify. Lalu ozy kmbali melihat ke arah ify yg

kebingungan itu dan tertawa kecil.
"Biarin aja kak. Tadi gue sama kak rio abis cuci otak makanya jadi kaya gitu." jawab ozy lalu mlanjutkan langkahnya

mnuju kamar.
"Ah... Kagak ngarti gue. Bodo ah!!" kata ify pusing.
"Yo, skarang gue musti ngapain nih.?? Klo nggak ada kerjaan lagi gue pulang." tanya ify.
"Masak" jawab rio skenanya.
"Gue kan nggak bisa masak rio.... Klo rasanya aneh lagi gmana??" protes ify.
"Usahain spaya bisa enak dong fy." jawab rio. Ify mendecak, lalu beranjak ke dapur.
Sepeninggal ify, rio ngacak-ngacak rambutnya sndiri. Dari tadi dia mandangin ify trus utk mastiin prasaannya, tapi tetap

aja rio nggak nemu kepastian dari rasanya ke ify itu. Suka ato kagum ato apa gitu prasaannya ke ify.
Akhirnya rio mutusin nyusul ify ke dapur. Skalian ngawasin ato ngajarin ify masak, biar nggak ancur lagi hasilnya.

Di dapur...
"Fy, gue bantuin loe masak deh.." kata rio bgitu masuk dapur ke ify yang lagi masukin beras ke rice cooker.
"Loe srius bantuin gue masak?? Pake satu tangan gitu??" tanya ify nggak yakin.
"Iya.. Dikit-dikit gue bisa kok. Jadi mau masak apa fy??" jawab dan tanya rio.
"Masak......*sensor*" jawab ify. *masakannya apa nggak usah di kasih tau, karna penulis bingung juga rify mau masak

apa. Jdi ntar adegan masaknya yang umum-umum aja.xD*
Lalu mreka berdua mulai masak, ify skarang lagi ngupas bawang, smentara rio berdiri aja di smping ify.
"Aduduh.... baru ngupas dua biji aja mata gue udah perih gini...." kata ify dengan mata yg udah berkaca-kaca.
"Hahaha....baru sgitu doang fy.. Sini! Biar gue yg cuci bawangnya." kata rio. Lalu ify nyerahin bwang itu ke rio.
"Nih, loe iris tipis-tipis." suruh rio stelah slesai nyuci bwangnya.
Hasil irisan pertama ify, tetep aja tebal bnget. Lalu rio jelasin caranya ke ify supaya bisa tipis irisan bawangnya yg

nggak perlu dijabarin penulis karna susah juga jabarinnya xD. Hasilnya irisan ify lumayan lah. Udah mulai tipis wlau pun

masih rada tebal juga.

"Aduduh fy... Apinya jngan segede itu dong. Bisa gosong langsung nih..." kata rio wktu ify idupin kompor.
"Hhehe... Maklum yo... Sgini cukup.?"
"Ya..sgitu aja gedenya" jawab rio.

"Ify, stop!!" sorak rio yg sukses bikin ify kaget.
"Apaan lagi sih yo??" tanya ify heran.
"Ify... Klo mau gasih garam tu di kira-kira dulu takarannya... Jngan langsung sebanyak itu. Pantesan telor loe tadi asin

bnget. Ntar klo udah mateng loe cicipin dikit, klo garamnya kurang baru loe tambahin." nasehat rio. Ify hanya bisa

manggut-manggut dan ikutin nasehat rio.

"Ify........." sorak rio lagi.
"Apa??" tanya ify mulai jengkel.
"Penyedapnya jngan kebanyakan..!!" jawab rio. Ify kmbali nurutin nasehat rio, wlau pun agak jangkel juga dia sama

rionya.

"Ify..........." sorak rio lagi.
"Apaa.....???" tanya ify kesel smbil berkacak pinggang nunggu rio ngoceh apa lagi.
"Nggak, nyapa doang." jawab rio iseng. Ify berdecak kesal.
"Hhehe jangan marah dong fy..." kata rio smbil deketin ify. Ify membuang mukanya.
"Klo marah ntar cantiknya ilang lo.." goda rio. Ify tetep buang muka.
"Ify...gitu aja kok pake ngambek sgala sih.." kata rio smbil mengayunkan tangan kanannya ke dagu ify, dan

mengarahkan wajah ify ke arahnya. Tpi ify malah nepis tangan rio, tpi yang ada malah tangan kiri rio yg ketepis.
"Aaaaargh...." erang rio kesakitan.
"Rio sorry.... Gue nggak sengaja... Loe juga sih yg mulai duluan... Mana sini tangan loe gue liat dulu." kata ify smbil

megang tangan kiri rio yg sakit itu.
"Aargh....fy.... jangan kekencengan megangnya..." rintih rio smbil mendongakkan kepalanya. Rio baru sadar klo

wajahnya dngan ify sedekat ini. Seketika jantung rio langsung nggak beres. *Aduh...udah kaya sinetron aja critanya.

Basi banget.*
Ify yang nggak dengar erangan rio lagi juga mengangkat wajahnya. Ify pun menyadari hal yang sama dan jantungnya

mulai bekerja cepat. Mereka brdua terus dalam posisi yg nggak baik untuk jantung mereka itu smpai akhirnya si setan

kecil nongol.
"Waduh.... Bahaya nih klo nggak di pisah... Ayo...ayo...bubar..." kata ozy sambil dorong-dorong tubuh rio supaya

menjauh.
"Si ozy ganggu aja ni ah... Kpan lagi coba gue bisa liat mata indah ify sdekat itu. Cantik bener..." batin rio.
"Aduh....knapa gue jadi mikir klo rio tadi cakep bner ya..?? Aduh....jantung gue...bertahanlah.... Otak gue.....jangan mikir

yg nggak-nggak... Hati gue....yg kuat dong..baru sgitu doang...jngan aneh-aneh dulu...." batin ify menguatkan dirinya

sndiri.
"Heh loe berdua...! Kakak dan calon kakak sekaligus pembantu gue tercinta, knapa diem aja??" kata ozy.
"Maap-maap gue misahin kalian, tpi bahaya klo nggak di pisahin.." lanjut ozy. RiFy tetep diam, sibuk sama pikiran

masing-masing. Dengan jantung yg masih dag dig dug duaarr...dari tadi. Dan dngan muka yg merona pastinya.
"Oii kak..." panggil ozy smbil dadah-dadah di depan muka rio. Rio sadar.
"Eh, fy" gumam rio.
"Ify...ify... Ini gue kak...OZY..." kata ozy dngan pnekanan di bgian yg di caps lock.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mkin aneh aja ni crita....
Tpi thanks berat buat yg udah mau baca.... Mohon komennya trus biar mkin smangat bikinnya....^^

by: alya

Pembantu Baruku ~ part 8

Ini pat 8 nya.....
Semoga pada suka....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sementara itu di kelas ify....
Begitu smpe kelas ify lngsung diem duduk di mejanya. Via n zahra heran ify nggak bawel sprti biasanya.
"Fy, knapa lgi loe??" tanya sivia yg duduk d sbelah ify. Ify mnoleh ke arah sivia, lalu menggeleng.
"Crita dong fy.... Loe ada msalah sama rio lgi ya??" tanya zahra yg tepat bgt.
"Kok loe bisa tau ra?" tanya ify.
"Gue gitu.... Kan akhir-akhir ini loe lagi sring breng rio, trus kmaren kan loe bikin dia kcelakaan." jawab zahra.
"Rio nggak knapa-napa kan?? Smpe loe diem gini?" tambah via.
"Tngan kiri rio retak.." jawab ify pelan.
"Hah!! Trus??" tanya via kaget.
"Dokter bilang butuh 2 blan tngannya bisa smbuh. Trus rio bilang dia jdi krepotan klo tngannya kaya gini. Jadilah dia mnta macem-macem spaya gue mau jdi pmbntunya.." jelas ify dngan nada lesu.
"Trus loe trima??" tnya zahra.
"Ya mau gmana lgi hrus gue trima ra. Kan gue jga yg bkin dia kaya gitu." jwab ify masih lesu.
"Aduh......... Di sekolah loe udah jdi sekretarisnya rio, nah skrang di luar skolah loe jadi pmbantunya rio. Aneh-aneh aja hdup loe fy..." komentar via. Ify melengos.
"Trus yg bikin loe BT kaya gini?" tanya zahra lgi.
"Tdi pagi rio nyuruh gue masak, loe tau kan klo gue pling nggak bisa masak. Tpi rio tetep mksa gue, jadi gue iyain aja. Tpi hsil msakan gue sprti yg udah gue prkirakan ancur total. Rasanya.....widih......nggak enak lah pkoknya. Gue yg bikin aja ogah mkannya. Trus si rio sama adeknya ozy ngatain masakan gue. Ya...gue nggak trima juga dong wlau pun msakan gue ngalahin racun tikus *racun??rio yg mkan aja nggak mati kok. Ya udah deh, lnjut...*" jelas ify. Sivia n zahra manggut-manggut.
"Tpi fy, knapa loe marah msakan loe di ejek2 sama riOzy?? Loe sndiri aja ikutan ngejek msakan loe??" tanya sivia hran di ikuti anggukan stuju dri zahra. Ify cengo.
"Iya yah...?? Gue aja ngatain msakan gue kaya racun. Dan emang gitu rasanya. Rio maap gue marah-marah nggak jelas sama loe.." batin ify. Trus ify nyengir lebar. Via ngangkat alisnya smbil snyum, "Aneh-aneh aja si ify" batinnya.
"Hhehe.. loe bner juga. Knapa gue msti marah ya...." kata ify. Zahra geleng-geleng.
"Mkin lama, loe mkin eror aja fy.." komentar zahra.
"Ye...ngatain gue loe.." protes ify. Trus mreka ber3 ngakak breng smpe k datangan pak oni mnghentikan tawa mreka.

                                                                                             *****

"Fy, ayo pulang!" ajak rio di dpan kelas ify.
"Iya...bentar. Vi, ra, gue pulanng dulu ya..." pamit ify.
"Ati-ati fy, yo.." jawab via n zahra kmpak.
"Yo'a... Duluan yah..." pamit rio lagi. Lalu RiFy pun plang. Tepatnya rio yg plang, klo ify kerja dulu.
Setelah RiFy plang, yg tersisa *jiah...bhasanya..* hanyalah alvin, iyel, cakka, sivia, n zahra. Alvin, iyel kaku sndiri. Pngin ngajakin sivia n zahra plang bareng, tpi nggak brani. Sivia n zahra juga risih sndiri, pingin plang bareng jga sama cwok pujaan mreka tpi masak cwek yg ngajak duluan. Nggak bangetkan. Smentara cakka cengengesan sndiri, brasa jdi nyamuk dia di sini.
"Hoalah..... Nggak enak bnget dah suasananya...pink smua. Gue balik duluan deh..." kata cakka. Tnpa nunggu jwaban dari temannya, cakka lngsung ngacir entah kmana.
"Emm ra. Mau plang yah... Breng gue yuk??" ajak alvin yg dari tadi diem.
"Gmana ya vin, klo gue breng loe. Sivia gmana??" jawab zahra ragu, wlau pun dlm hati dia pngin bngeeet.
"Via, sama gue aja ra. Mau kan vi?? Breng gue aja??" tanya iyel penuh harap.
"Yaudah... Breng alvin aja ra, gue sama iyel." kata sivia dngan hati berbunga-bunga.
"Okeh... Yuk vin, gue nggak ngerepotin kan?" stuju dan tanya zahra, yg basa-basinya baru kluar skrang.
"Ya nggak lah ra. Yg ngajakin gue juga. Yel, vi, duluan yah.." jawab dan pamit alvin smbil jlan keluar breng zahra.
"Vi, plang skrang nih??" tanya iyel, iseng doang.
"Nunggu plang skolah besok aja yel di sini dulu. Ya, iya skarang..." jawab via ikutan iseng smbil memperlihatkan snyum manisnya yg sukses bkin iyel mkin kepincut sma dia.
"Hhehe...basabasi dulu vi. Yuk, plang." ajak iyel, lalu mreka pergi.

                                                                                               *****

Sementara itu cakka....
Sebelum plang, cakka muter-muter di skolah dulu. Cpek klo plang cepet, nggak ada kerjaan di rumah.
Dari kejauhan cakka mlihat seorang cwek sdang berjalan dri arah gedung skolah. Cwek itu nggak makai seragam skolah. Dia cuma pke kaos hijau dgn kardigan putih, di tmbah jins hitam plus spatu kets putih. Pnampilannya yg sederhana itu cukup terlihat manis di mata cakka.
"Manis.... Tpi kok gue blo pernah liat yah........" batin cakka. Tiba-tiba cwek yg di lihatnya itu jatuh. Cakka nggak bisa nahan ketawanya saat mlihat aksi jatuhnya cwek tadi. Cwek itu clingak-clinguk mncari arah suara tawa itu, dan kpalanya berhenti saat melihat cakka yg lagi ngakak. Tatapannya tajam penuh kekesalan.
"Aaargh....batu sialan!! Diketawain kan gue jadinya. Siapa lgi tu orang rese! Bukannya di tolongin malah ngetawain gue!" gumam cwek itu kesal.
Merasa cwek itu mnatap marah padanya,  cakka menghampirinya.
"Hai...." sapa cakka.
"Hai..hai.. Bantuin gue berdiri dulu napa??!" kata cwek itu nyolot.
"Basa-basi dulu neng.." kata cakka smbil mengulurkan tangannya. Cwek itu membalas uluran tangan cakka, lalu berdiri.
"Makasih..!" katanya masih dngan nada ketus.
"Nyolot bner loe jadi orang, udah gue bntuin juga." kata cakka jdi ikutan nyolot.
"Loe yang mulai duluan kan.. Ngapain lo ngetawain gue sgala.." balas cwek itu nggak kalah nyolot. Cakka cengar-cengir.
"Hhehe... Gaya jatuh loe lucu aja di mata gue. Sorry deh klo loe nggak suka." kata cakka mulai nglunak.
"O..iya.. Knalin nama gue cakka kawekas nuraga, biasa di panggil cakka, kelas XII IPA 1, nomor absen 4." tmbah cakka memperkenalkan dirinya selengkap-lengkapnya.
"Nama loe aja cukup kali. Gue agni." kata agni.
"Gue blom pernah liat loe sbelumnya. Pake baju bebas lgi." kata cakka yg udah heran dri tadi.
"Gue anak baru di sini, baru masuk besok. Tadi gue lagi ngurus kpindahan gitu." jwab agni. Cakka membulatkan mulutnya tanda mngerti.
"Msuk kelas brapa??" tanya cakka lagi.
"XII IPA 3" jawab agni seadanya.
"Owh... Depan kelas gue tuh.. Mong-ngomong, loe anaknya emang bawaannya kaya gitu ya??" kata cakka. Agni heran.
"Bawaan gmana??" tanya agni.
"Ya gitu, ngomong seadanya, rada ketus gitu. Yah...nggak lmbut kaya cwek biasanya. Dari gaya loe juga santai gitu. Cwek tomboy yah??" jwab dan tanya cakka.
"Mmmm... Gue ngrasa lebih nyaman kaya gini." jawab agni masih seadanya.
"Tapi gaya loe asik kok. Santai sama kaya gue. Trus knapa loe pindah?? Pindahan dari mana??" kata cakka lagi dan rus bertanya.
"Loe anaknya emang bawaannya kaya gitu ya??" tanya agni nyiplak pertanyaan cakka. *bnak 'nya' nya deh prasaan*
"Bawaan gmana??" tanya cakka yg juga nyiplak dari agni.
"Ya gitu, loe emang santai sih, trus ramah, dan lumayan kocak juga mnurut gue. Tapi loe terlalu banyak nanya..!" jawab agni.
"Loe nggak suka di tanya-tanya yah?? Itu salah satu cara gue spaya lebih akrab gitu sama orang. Buktinya loe nggak senyolot awal sama gue kan??" kata cakka.
"Iya..ya.. Kok gue bisa nyaman deket ni orang yah??" batin agni.
"Jadi lo pindahn dari mana?? Kok bisa pndah ke sini?" tnya cakka lagi.
"Emmm... Gue pndahan dari jogja, 2 bulan yg lalu nyokap gue mninggal. Jadi bokap ngajak gue ke jakarta, buka lembaran baru katanya. Supaya gue nggak sedih ke ingat nyokap trus." jawab agni. Seketika wajah cakka yg tadi cerah lngsung brubah.
"Kok gue bisa smudah ini ya critaiin smuanya ke cakka??" batin agni heran pada dirinya sndiri.
"Sorry..... Gue nggak bermaksud.." kata cakka merasa bersalah.
"Nggak masalah kok. Smpai kapan pun juga, mskipun gue pindah ke sini, gue bkalan ke ingat trus sama nyokap. Krna selamanya dia slalu hidup di hati gue." bantah agni yg membuat cakka smakin nggak enak.
"Emmm...ag. Mau pulang kan?? Breng gu aja yuk.." ajak cakka brusaha mrubah suasana.
"Nggak ngerepotin nih??" tanya agni ragu.
"Nggak, yuk pulang." jawab dan ajak cakka lagi. Agni mengangguk, kmudian mengikuti cakka ke parkiran.

                                                                                               *****

Di rumah rio....
"Kak ify...... Ambilin jus di kulkas dong. Gue kepedesan nih...." sorak ozy yg kepedesan rujak yg tadi di belinya ke ify yg lagi di dapur.
"Waduh.....beneran jadi pembantu nih gue..." batin ify.
"Ambil sendiri aja zy........... Gue sibuk nyuci piring nih....." kata ify ikuta teriak.
"Kan loe pembantunya kak................ Wajar dong gue nyuruh-nyuruh loe....." sorak ozy lagi.*tega bner si ozy*
"Malang nian nasib diriku...." batin ify.
"Klo gitu bentar......... Nanggung nih......." sorak ify.
"Woi.....loe berdua klo mau teriak-teriak kira-kira dong. Ganggu tidur siang gue aja. Loe kira ni rumah hutan apa." sorak rio sewot dari arah tangga.
"Loe juga triak-triak kali......." sorak FyZy kompak.
"Fy........jusnya utk gue juga ya............" sorak rio lagi. Lalu duduk bersila di smping ozy.
"Kak, loe ngatain orang mulu kerjanya." kta ozy. Rio ngangkat bahu, trus tiduran lagi di karpet. Lalu ify datang sambil bawa 2 gelas jus dingin di ke dua tangannya.
"Nih zy..." kata ify smbil nyerahin jus ke ozy.
"Yo, bangun.... Nih jjus loe..." kata ify smbil nyenggol-nyengol kaki rio dngan kakinya.
"Nggak sopan bnget sih fy, main kaki aja loe. Majikan loe nih gue skarang. Nggak pake nampan lagi bawa jusnya." protes rio masih tiduran.
"Aduh yo..... Jangan nganggep gue babu bneran dong.... Gue tumpahi nih ni jus ke muka loe!" protes dan ancam ify yg udah susah nahan sabar dari tadi lntaran di suruh-suruh.
"Siapa yg ngenggep loe babu spenuhnya?? Klo iya, udah gue pecat loe dari tadi." kata rio. Trus ify noel-noel kaki rio lagi pke kakinya.
"Heh fy! Knapa tetep loe krjain??" tanya rio sewot.
"Biar gue di pecat. Bebas deh idup gue klo udah loe pecat." jawab ify smbil snyum.
"KLo loe mah nggak bkalan gue pecat. Loe kerja kan krna utang maaf sama gue. Utang tanggung jawab loe krna celakain gue juga." kata rio. Seketika snyum ify berganti jadi manyun.
"Hahahaha.... Udah gue bilang, loe jelek klo manyun gitu. Sini jus gue" ejek rio sambil bngun. Dngan kasar ify serahin jusnya.
"Fy, lantai atas tolong loe sapuin ya.." suruh rio lgi.
"Apes.. bner idup gue..." gumam ify. RiOzy ngakak krn sukses godain ify.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aduduh....makin gaje aja nih....
Thanks udah baca....
Komen nya butuh terus....
Bantuin nambah ide jga ya...

by:alya

Pembantu Baruku ~ part 7

Halo....smua.....
Ini part 7 nya...
Baca terus ya....

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Akhirnya ify ingat satu resep, yaitu telor dadar *telor dadar mulu deh prasaan??*. Sederhana memang, tapi bagi ify yang nggak bisa masak tetep aja susah. Ify mulai memasaknya. Sementara ify masak, rio bantuin ozy bikin pr yang blom di kerjainnya semalam. Awalnya ozy nggak niat ngerjain, tapi lantaran tasnya di bongkar rio, ketemu deh prnya.
                                                                                       ******

RiOzy turun dari kamar, pas bnget sama ify yang baru selesai naro telor buatannya di piring.
"Udah siap fy??" tanya rio sambil narik kursi buat duduk.
"Udah.... Gue nggak tanggung jawab lo yo klo nggak enak." jawab ify sambil naro roti tawar di atas meja, jaga-jaga klo dua bersodara itu ogah atau blom kenyang makan telor buatan ify.
"Harum juga kak telornya.." puji ozy. Ify cengengesan, bangga dikitlah masakan pertamanya di puji.
Rio mulai makan telor dadar itu yang klo diliat bentuknya okelah, sampe akhirnya ludes juga di makan rio. Ozy n ify blom mau mkan, nunggu komentar rio dulu.
"Enak yo??" tanya ify ragu. Rio mengangguk.
"Enak, coba aja" jawab rio singkat sambil memperlihatkan senyum yang meyakinkan. Ozy n ify ikutin saran rio. Mereka mulai masukin secuil telor ke mulut masing-masing. Begitu rsanya nyatu di lidah, air muka ozy n ify mndadak berubah. Mereka muntahin telor dadar itu ke piring *maaf klo jijik*. Dan langsung nyambar air putih di samping mereka, ozy nggak berenti-berenti meletin lidahnya, sementara ify minum air sebanyak-banyaknya supaya rasa aneh itu ilang.
"Enakkan?? Hebat fy masakan loe, sumpah enak bnget! Kurang mateng, asin, pedes, amis telornya masih ada, nyatu dah semua! Nih juga, irisan bawangnya tebeeel bnget. Sumpah, gila rasanya!" kata rio dengan nada sok muji.
"Gila kak..... Masakan loe bikin napsu gue buat sekolah hari ni hilang sudah." tambah ozy lagi. Bikin ify jadi tambah minder.
"Sorry......... Gue kan udah bilang klo gue nggak bisa masak tadi. Sarapan roti aja deh ya....." kata ify merasa bersalah sambil nyodorin roti tawar ke riOzy.
"Gue sarapan di sekolah aja deh kak, bisa telat nih..." kata ozy nolak roti dari ify. Ify manyun, keki juga dia denger riOzy ngatain msakannya.
"Fy, ayo berangkat sekarang. Piringnya cuci ntar aja. Loe bawa mobil kan?" ajak dan tanya rio sambil berdiri dari kursinya di ikuti ozy. Ify masih tahan manyun di kursinya nggak jawab pertanyaan rio.
"Fy, ayo!! Ato tugas loe gue tambah nih...." ancam rio. Dengan malas ify berdiri dari kursinya.

                                                                                   ******

Di sma nusantara.......
"Yo, gue berenti jadi pembantu loe aja deh ya....." kata ify sambil jalan k kelas bareng rio.
"Nggak.." jawab rio singkat. Ify mendecak.
"Cape yo, jdi pembantu loe. Makan ati gue klo harus dikatain kaya tadi trus. Kan bukan salah gue juga masakannya nggak enak." katta ify lagi.
"Gue kan tadi muji masakan loe fy." kata rio singkat lgi.
"Kan tetep aja ujung-ujungnya loe ngatain gue" bantah ify.
"Komentar itu perlu fy. Biar loe bis belajar dari kesalahan loe" jawab rio, bijaknya keluar. Ify manyun denger jawaban rio. Nggak bisa bantah.
"2 bulan lama nggak ya...." kata ify lagi setelah tadi terdiam.
"Lama klo loe nggak sabar nunggunya. Masalah loe cuma nggak bisa masak kok. Coba klo loe bisa, kan gue sama ozy nggak bakalan ngatain loe."
"Iya gue tau...! Tpi yo, ngomong-ngomong kok loe bisa sih habisin tu telor??" tanya ify. Rio nyengir kuda.
"Hhehe....gue gitu. Hebatkn gue?? Asal loe tau fy, susah tuh nahan supaya gue nggak muntahin telor loe. Tpi karna gue orang baik dan menghargai bikinan loe, gue paksain deh. Sekalian biar loe mau nyobain juga. Klo gue bilang nggak enak kan loe jadi nggak mau nyoba, mana mau gue makan racun sendirian, loe sama ozy juga harus ikutan dong." jawab rio sejujur-jujurnya. Mulut ify makin maju.
"Rese loe!!" kata ify sambul noyorin bahu kiri rio.
"Aaaaaaaaw....."
"Fy, mukul kira-kira dong! Salah-salah ntar tangan gue patah beneran nih.." kata rio sewot gitu tangannya yang sakit di pukul.
"Aduduh....... Sorry.......... Sorry......... Gue nggak sengaja......." kata ify dngan nada memelas. "Siapa suruh loe rese gitu" batin ify.
"Lain kali ati-ati loe..!! Klo patah bneran, seumur idup loe hrus berbakti jdi pembantu gue..." kata rio yang sewotnya blom ilang.
"Sorry bneran deh yo..........." ify melas lgi.
"Iya....iya.......! Noh, klas loe. Masuk sana." suruh rio begitu sampai depan kelas ify. Ify langsung ngacir masuk kelas tnpa pamit.
"Nggak sopan bnget pemantu gue, main ngacir aja tu anak"  gumam rio.
"Pembantu mksud loe??" tanya alvin yang tau-tau udah ada di sebelah rio.
"Heh!! Datang dari mana loe vin?? Ngagetin gue aja." kata rio kaget yang reflek mundur selangkah.
"Pembantu mksud loe apa yo??" tanya alvin lagi tnpa peduli reaksi kagetnya rio.
"Oh....Itu tuh si ify." jawab rio singkat sambil naro ranselnya di atas meja.
" Si ify ngapain lagi yo??" tanya cakka n gabriel yang udah nyampe duluan kompak. Rio narik napas pnjang dulu. Trus mutar kursinya menghadap cakka n iyel. Lalu duduk. Alvin jga ngelakuin hal yg sama.
"Sukses jadi pembntu gue tu anak. Baru sehari kerja udah bikin ulah." jawab rio santai. Alvin, cakka, iyel langsung cengo. Rio perhatiin sohib-sohibnya yang lagi nganga itu. Trus snyum-snyum gaje.
"Biasa ja deh ekspresi loe pada. Aneh tau nggak. Apa lgi loe cak, lebbaaar bgt." kata rio yng geli liatin sohibnya itu sambil trus snyum-snyum yang membuat kepala rio sukses ditoyorin cakka karna prkataannya barusan
"Cak, skit tau...!! Bru 15 mnit gue di sekolah udah ditoyorin dua kali. Gmana klo seharian gue di sini, abis deh bdan gue." protes rio.
"Alah........ Lembek bgt loe jdi cwok yo......" jawab cakka.
"Balik ke awal crita, si ify knapa bisa mau jadi pembantu loe??" tanya alvin yg udah sadar.
"Gara-gara ini nih..." jawab rio smbil nunjuk tngan kirinya yg di perban itu.
"Hah!! Tngan loe knapa yo??" tanya cakka kaget, baru nyadar dia rio tngan rio di gntung gitu.
"Jiah...baru nyadar loe. Nih, tngan gue retak gara-gara ify kmaren." jawab rio sambil nunjukin tngannya.
"Gue turut berduka cita atas tngan loe yg retak itu.." kata iyel, anehnya keluar.
"Gue juga..." kata alvin cakka ikutan.
"Halah... Gaya loe... Tpi duka citanya gue trima." jawab rio.
"Trus mksud loe tdi?" tanya iyel yg msih blom ngerti jga sekaligus mnghentikan ke_oon_an mreka be4.
"Ya krna dia bikin gue retak tulang kyak gini yel. Kmaren si ify mhon-mhon maaf dri gue, ya udah gue mnfaatin aja." jelas rio yg diiringi dgn gelengan kepala dri teman-temannya.
"Tega bner loe yo... Ksian si ifynya kpaksa kya gitu.." komentar iyel.
"Kasian gue ato ify nih?? Loe tega liat gue krepotan ngurus rumah sma ozy dgn satu tangan??" tanya rio.
"Ya..kasian loe juga sih. Tpi...tetep aja kan." jawab iyel dgn nada ragu.
"Trus ulah si ify yang loe blang tadi apa?" tanya cakka lgi.
"Hhehe... Gue jamin loe pada psti ngakak dengernya.." kata rio + nyengir-nyengir gitu inget kjadian tdi pagi. Alvin, iyel, cakka memandang rio penuh tanya.
"Gini nih si ify tadi pagi gue suruh masak. Trus dia blang nggak bisa, tpi tetep gue pksa. Akhirnya tu anak masak juga. Trus loe tau gmana msakannya??" tanya rio memotong critanya.
"Jelas nggak lah, loe blom critain jga" kata cakka nggak sabar.
"Hhehe.... Trus dia masak telor dadar, ya biasalah........... Telor dadar mah gampang bnget buatnya." sambung rio. "Bagi loe gmpang, gue yg nggak tau sama urusan gituan mana bisa." batin ke3 tman rio yg nggak jauh beda satu sama lain.
"Trus gue mkan tu telor dngan lahapnya, trus ify n ozy ngikutin gue buat mkan. Mgkin baru di kunyah 1x kali ya.. si FyZy udah muntahin tu telor naas." smbung rio lagi.
"Klo bagi tu 2 anak masakannya nggak enak sampe mntah sgala, trus loe??" tanya alvin mulai heran + nggak ngerti.
"Duh vin... Bagi gue juga nggak enak kali telornya. Tapi karna gue baik gue pksain deh sekalian biar FyZy jga mau nyobain. Rugi di gue dong mkan racun sndirian." jawab rio santai.
"Tega bner loe jadi orang. Tpi emang rasa telornya nggak enak bnget ya??" tanya iyel lgi.
"Nggak enak kuadrat yel. Gila... baru sekali itu gue rasain rasa asin bgt sama pedes bgt trus amis juga nyatu di lidah. Mana tadi gue sempet kegigit bawang yang masih tebel bgt irisannya. Parah dah tu anak." jawab rio mnyun di kalimat-klimat terakhir krna inget bwang bulet yg dimasukin ify ke jatah telornya tdi.
"Huahahahahahaha..... Pntes dari tadi spanjang loe ngmong ada bau nggak enak gitu. Bau bwang toh... Hahaha....." ejek cakka pake ngakak yang keres bget. Seisi klas sampe mndangin mreka heran.
"Ah.........loe gitu bgt sih cak... Tega bner ngejekin gue..." kata rio mnyun. Malu juga dia di ketawain gitu, mana alvin iyel juga ikutan ngakak lgi.
"Hahahaha..........rio malu.... Aduduh...merahnya muka mu nak.... Hahahaha...." ejek cakka lagi yg sukses bikin alvin iyel mkin keras ngakaknya. Rio diem. "Prasaan tadi gue niatnya bikin ni anak-anak ngakak krna ify deh, knapa skarang gue yg kna??" batin rio. "Apa bner yah, bau bwang tadi masih nyisa??" tmbahnya dlm hati.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gmana klanjutannya yah?? Trus mkin lama crita ni mkin aneh bin gaje aja yah.....
Nggak tau deh nasib ni crita kaya gmana akhirnya....
Tpi thanks yg udah baca...
Kritik n sarannya dibutuhin trus...

by: alya