Halo....smua.....
Ini part 7 nya...
Baca terus ya....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya ify ingat satu resep, yaitu telor dadar *telor dadar mulu deh prasaan??*. Sederhana memang, tapi bagi ify yang nggak bisa masak tetep aja susah. Ify mulai memasaknya. Sementara ify masak, rio bantuin ozy bikin pr yang blom di kerjainnya semalam. Awalnya ozy nggak niat ngerjain, tapi lantaran tasnya di bongkar rio, ketemu deh prnya.
******
RiOzy turun dari kamar, pas bnget sama ify yang baru selesai naro telor buatannya di piring.
"Udah siap fy??" tanya rio sambil narik kursi buat duduk.
"Udah.... Gue nggak tanggung jawab lo yo klo nggak enak." jawab ify sambil naro roti tawar di atas meja, jaga-jaga klo dua bersodara itu ogah atau blom kenyang makan telor buatan ify.
"Harum juga kak telornya.." puji ozy. Ify cengengesan, bangga dikitlah masakan pertamanya di puji.
Rio mulai makan telor dadar itu yang klo diliat bentuknya okelah, sampe akhirnya ludes juga di makan rio. Ozy n ify blom mau mkan, nunggu komentar rio dulu.
"Enak yo??" tanya ify ragu. Rio mengangguk.
"Enak, coba aja" jawab rio singkat sambil memperlihatkan senyum yang meyakinkan. Ozy n ify ikutin saran rio. Mereka mulai masukin secuil telor ke mulut masing-masing. Begitu rsanya nyatu di lidah, air muka ozy n ify mndadak berubah. Mereka muntahin telor dadar itu ke piring *maaf klo jijik*. Dan langsung nyambar air putih di samping mereka, ozy nggak berenti-berenti meletin lidahnya, sementara ify minum air sebanyak-banyaknya supaya rasa aneh itu ilang.
"Enakkan?? Hebat fy masakan loe, sumpah enak bnget! Kurang mateng, asin, pedes, amis telornya masih ada, nyatu dah semua! Nih juga, irisan bawangnya tebeeel bnget. Sumpah, gila rasanya!" kata rio dengan nada sok muji.
"Gila kak..... Masakan loe bikin napsu gue buat sekolah hari ni hilang sudah." tambah ozy lagi. Bikin ify jadi tambah minder.
"Sorry......... Gue kan udah bilang klo gue nggak bisa masak tadi. Sarapan roti aja deh ya....." kata ify merasa bersalah sambil nyodorin roti tawar ke riOzy.
"Gue sarapan di sekolah aja deh kak, bisa telat nih..." kata ozy nolak roti dari ify. Ify manyun, keki juga dia denger riOzy ngatain msakannya.
"Fy, ayo berangkat sekarang. Piringnya cuci ntar aja. Loe bawa mobil kan?" ajak dan tanya rio sambil berdiri dari kursinya di ikuti ozy. Ify masih tahan manyun di kursinya nggak jawab pertanyaan rio.
"Fy, ayo!! Ato tugas loe gue tambah nih...." ancam rio. Dengan malas ify berdiri dari kursinya.
******
Di sma nusantara.......
"Yo, gue berenti jadi pembantu loe aja deh ya....." kata ify sambil jalan k kelas bareng rio.
"Nggak.." jawab rio singkat. Ify mendecak.
"Cape yo, jdi pembantu loe. Makan ati gue klo harus dikatain kaya tadi trus. Kan bukan salah gue juga masakannya nggak enak." katta ify lagi.
"Gue kan tadi muji masakan loe fy." kata rio singkat lgi.
"Kan tetep aja ujung-ujungnya loe ngatain gue" bantah ify.
"Komentar itu perlu fy. Biar loe bis belajar dari kesalahan loe" jawab rio, bijaknya keluar. Ify manyun denger jawaban rio. Nggak bisa bantah.
"2 bulan lama nggak ya...." kata ify lagi setelah tadi terdiam.
"Lama klo loe nggak sabar nunggunya. Masalah loe cuma nggak bisa masak kok. Coba klo loe bisa, kan gue sama ozy nggak bakalan ngatain loe."
"Iya gue tau...! Tpi yo, ngomong-ngomong kok loe bisa sih habisin tu telor??" tanya ify. Rio nyengir kuda.
"Hhehe....gue gitu. Hebatkn gue?? Asal loe tau fy, susah tuh nahan supaya gue nggak muntahin telor loe. Tpi karna gue orang baik dan menghargai bikinan loe, gue paksain deh. Sekalian biar loe mau nyobain juga. Klo gue bilang nggak enak kan loe jadi nggak mau nyoba, mana mau gue makan racun sendirian, loe sama ozy juga harus ikutan dong." jawab rio sejujur-jujurnya. Mulut ify makin maju.
"Rese loe!!" kata ify sambul noyorin bahu kiri rio.
"Aaaaaaaaw....."
"Fy, mukul kira-kira dong! Salah-salah ntar tangan gue patah beneran nih.." kata rio sewot gitu tangannya yang sakit di pukul.
"Aduduh....... Sorry.......... Sorry......... Gue nggak sengaja......." kata ify dngan nada memelas. "Siapa suruh loe rese gitu" batin ify.
"Lain kali ati-ati loe..!! Klo patah bneran, seumur idup loe hrus berbakti jdi pembantu gue..." kata rio yang sewotnya blom ilang.
"Sorry bneran deh yo..........." ify melas lgi.
"Iya....iya.......! Noh, klas loe. Masuk sana." suruh rio begitu sampai depan kelas ify. Ify langsung ngacir masuk kelas tnpa pamit.
"Nggak sopan bnget pemantu gue, main ngacir aja tu anak" gumam rio.
"Pembantu mksud loe??" tanya alvin yang tau-tau udah ada di sebelah rio.
"Heh!! Datang dari mana loe vin?? Ngagetin gue aja." kata rio kaget yang reflek mundur selangkah.
"Pembantu mksud loe apa yo??" tanya alvin lagi tnpa peduli reaksi kagetnya rio.
"Oh....Itu tuh si ify." jawab rio singkat sambil naro ranselnya di atas meja.
" Si ify ngapain lagi yo??" tanya cakka n gabriel yang udah nyampe duluan kompak. Rio narik napas pnjang dulu. Trus mutar kursinya menghadap cakka n iyel. Lalu duduk. Alvin jga ngelakuin hal yg sama.
"Sukses jadi pembntu gue tu anak. Baru sehari kerja udah bikin ulah." jawab rio santai. Alvin, cakka, iyel langsung cengo. Rio perhatiin sohib-sohibnya yang lagi nganga itu. Trus snyum-snyum gaje.
"Biasa ja deh ekspresi loe pada. Aneh tau nggak. Apa lgi loe cak, lebbaaar bgt." kata rio yng geli liatin sohibnya itu sambil trus snyum-snyum yang membuat kepala rio sukses ditoyorin cakka karna prkataannya barusan
"Cak, skit tau...!! Bru 15 mnit gue di sekolah udah ditoyorin dua kali. Gmana klo seharian gue di sini, abis deh bdan gue." protes rio.
"Alah........ Lembek bgt loe jdi cwok yo......" jawab cakka.
"Balik ke awal crita, si ify knapa bisa mau jadi pembantu loe??" tanya alvin yg udah sadar.
"Gara-gara ini nih..." jawab rio smbil nunjuk tngan kirinya yg di perban itu.
"Hah!! Tngan loe knapa yo??" tanya cakka kaget, baru nyadar dia rio tngan rio di gntung gitu.
"Jiah...baru nyadar loe. Nih, tngan gue retak gara-gara ify kmaren." jawab rio sambil nunjukin tngannya.
"Gue turut berduka cita atas tngan loe yg retak itu.." kata iyel, anehnya keluar.
"Gue juga..." kata alvin cakka ikutan.
"Halah... Gaya loe... Tpi duka citanya gue trima." jawab rio.
"Trus mksud loe tdi?" tanya iyel yg msih blom ngerti jga sekaligus mnghentikan ke_oon_an mreka be4.
"Ya krna dia bikin gue retak tulang kyak gini yel. Kmaren si ify mhon-mhon maaf dri gue, ya udah gue mnfaatin aja." jelas rio yg diiringi dgn gelengan kepala dri teman-temannya.
"Tega bner loe yo... Ksian si ifynya kpaksa kya gitu.." komentar iyel.
"Kasian gue ato ify nih?? Loe tega liat gue krepotan ngurus rumah sma ozy dgn satu tangan??" tanya rio.
"Ya..kasian loe juga sih. Tpi...tetep aja kan." jawab iyel dgn nada ragu.
"Trus ulah si ify yang loe blang tadi apa?" tanya cakka lgi.
"Hhehe... Gue jamin loe pada psti ngakak dengernya.." kata rio + nyengir-nyengir gitu inget kjadian tdi pagi. Alvin, iyel, cakka memandang rio penuh tanya.
"Gini nih si ify tadi pagi gue suruh masak. Trus dia blang nggak bisa, tpi tetep gue pksa. Akhirnya tu anak masak juga. Trus loe tau gmana msakannya??" tanya rio memotong critanya.
"Jelas nggak lah, loe blom critain jga" kata cakka nggak sabar.
"Hhehe.... Trus dia masak telor dadar, ya biasalah........... Telor dadar mah gampang bnget buatnya." sambung rio. "Bagi loe gmpang, gue yg nggak tau sama urusan gituan mana bisa." batin ke3 tman rio yg nggak jauh beda satu sama lain.
"Trus gue mkan tu telor dngan lahapnya, trus ify n ozy ngikutin gue buat mkan. Mgkin baru di kunyah 1x kali ya.. si FyZy udah muntahin tu telor naas." smbung rio lagi.
"Klo bagi tu 2 anak masakannya nggak enak sampe mntah sgala, trus loe??" tanya alvin mulai heran + nggak ngerti.
"Duh vin... Bagi gue juga nggak enak kali telornya. Tapi karna gue baik gue pksain deh sekalian biar FyZy jga mau nyobain. Rugi di gue dong mkan racun sndirian." jawab rio santai.
"Tega bner loe jadi orang. Tpi emang rasa telornya nggak enak bnget ya??" tanya iyel lgi.
"Nggak enak kuadrat yel. Gila... baru sekali itu gue rasain rasa asin bgt sama pedes bgt trus amis juga nyatu di lidah. Mana tadi gue sempet kegigit bawang yang masih tebel bgt irisannya. Parah dah tu anak." jawab rio mnyun di kalimat-klimat terakhir krna inget bwang bulet yg dimasukin ify ke jatah telornya tdi.
"Huahahahahahaha..... Pntes dari tadi spanjang loe ngmong ada bau nggak enak gitu. Bau bwang toh... Hahaha....." ejek cakka pake ngakak yang keres bget. Seisi klas sampe mndangin mreka heran.
"Ah.........loe gitu bgt sih cak... Tega bner ngejekin gue..." kata rio mnyun. Malu juga dia di ketawain gitu, mana alvin iyel juga ikutan ngakak lgi.
"Hahahaha..........rio malu.... Aduduh...merahnya muka mu nak.... Hahahaha...." ejek cakka lagi yg sukses bikin alvin iyel mkin keras ngakaknya. Rio diem. "Prasaan tadi gue niatnya bikin ni anak-anak ngakak krna ify deh, knapa skarang gue yg kna??" batin rio. "Apa bner yah, bau bwang tadi masih nyisa??" tmbahnya dlm hati.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gmana klanjutannya yah?? Trus mkin lama crita ni mkin aneh bin gaje aja yah.....
Nggak tau deh nasib ni crita kaya gmana akhirnya....
Tpi thanks yg udah baca...
Kritik n sarannya dibutuhin trus...
by: alya
Senin, 14 Juni 2010
Pembantu Baruku ~ part 6
Haii lagi smua....
Ini part 6 nya..... Baca terus crita ini yah...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oke, fy. Mulai besok loe datang ke rumah gue jam 6 pagi, urusan pulangnya ntar deh. Yang pasti loe bkalan pulang sebelum jam 9." kata rio. Ify yang dari tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya.
"Jam 6 yo??? Gue aja biasanya bangun jam setengah 6. Mana bisa gue selesaiin smua kegiatan pagi gue dalam waktu setengah jam." kata ify kaget. Rio tersenyum dibuat-buat.
"Fy, klo loe gue suruh datang jam stengah 7, ntar gue sama ozy mau sarapan apa?? Mana bisa gue masak pake satu tangan." kata rio sok lembut.
"Tpi yo..." kata ify tapi keburu di potong rio.
"Apa susahnya sih fy, loe tinggal bangun jam 5 gitu..." potong rio. "Buset!! Jam 5, blom prnah tuh dalam sejarah idup gue" batin ify kaget.*pinter2, ify kebo jga trnyata..xD*
"Eh, fy. Bengong aja loe. Klo loe nggak mau, loe sarapan di rumah gue aja deh, jadi di rumah loe cuma mandi n pake baju doang." usul rio.
"Iya deh yo.." jawab ify pasrah.
"Skarang anter gue pulang ya fy.." kata rio sambil berdiri dari duduknya.
"Skarang gue juga kerja???" tanya ify kaget denger perinah pertama rio. Seketika ify langsung manyun.
"Hahaha....muka loe jelek fy klo manyun gitu." ejek rio. Mulut ify makin maju.
"Ya, nggak lah fy. Kan tadi gue bilang loe datangnya besok. Yang barusan itu gue minta tolong sama loe." tambah rio. senyum tipis ify ngembang.
"Okeh... Yuk pulang" ajak ify lalu jalan mendahului rio. Rio ngikut dari belakang dengan heran, knapa ify bisa pulih dari ke-syok-an setelah diminta jdi pembantu secepat itu.
*****
"Assalamualaikum...." kata rio begitu masuk rumah. Ozy yang lagi tidur-tiduran di ruang tamu dengan sebuah majalah di tangannya langsung cengo. Ozy perhatiin rio dari atas sampe bawah, rio yang nyadar lagi diperatiin berpose-pose narsis ala model. Ozy berdecak jijik liat gaya kakaknya itu.
"Kak, tangan n jidat loe knapa tuh??" tanya ozy heran. Rio duduk di sofa yang berhadapan dngan ozy.
"Gue tadi abis guling-guling di tangga sekolah zy." jawab rio santai.
"Hah??? Jatoh mksud loe?? Kok bisa??" tanya ozy kaget + suara toa_nya.
"Ya, bisa lah. Gue gitu loh..." jawb rio dengan bangganya. Ozy berdecak lagi.
"Jatoh aja bangga..."
"Gara-gara jatoh gue bisa dapet pembantu buat kita. Loe kudu bilang makasih sama pengorbanan gue ini" kata rio sambil nunjuk tangan kirinya.
"Maksud loe??" tanya ozy nggak ngerti.
"....." rio menceritakan smuanya dari dia jatoh smpe plang ke rumah tadi. Ozy manggut-manggut ngerti.
"Gmana?? Hebat kan gue" puji rio pada diriya sendiri.
"Hebat apaan, kasia kak ifynya kak.." jawab ozy.
"Kasian ify apa gue?? Loe tega liat gue kesusahan ngurus makan loe tiap pagi, siang, malam?? Liat gue kepaksa nyapu rumah yang abis loe berantakin??" tanya rio lagi.
"Yee... Ada juga gue yang loe suruh nyapu tiap sore. Tpi kasian loe juga sih kak." bantah dan aku ozy.
"Tuh kan. Zy, hari ni ify blom mulai kerja. Biar dia siapin mental dulu buat besok. Jadi loe yang ngurus smuanya. Tugas pertama loe, loe bikinin gue mie goreng dong, bisa kan?? Cacing gue minta makan nih..." jelas rio.
"Lah...kak. Kok loe nyuruh-nyuruh gue. Yang jdi pembantu kan kak ify. Knapa nggak loe beli aja makanan tadi." rengek ozy tapi tetep pergi ke dapur buatin pesenan rio.
"Yang nyuruhkan cacing gue zy..." kata rio santai sambil naikin tangga mnuju kamarnya di lanai atas.
*****
Ify membuka pintu rumah rio dengan kunci yang di kasih rio kemaren.
"Assalamualaikum.." kata ify. Tapi nggak ada yang jawab salamnya. Rumah rio masih sepi, "masih pada tidur kali ya.." pikir ify.
"Kamar rio sama ozy di lantai dua kan??" batin ify bertanya pada dirinya sendiri. Ify melangkahkan kakinya menaiki tanggga rumah rio. Ify nyari-nyari kamar riOzy mengikuti penjelasan rio kemaren. "2 pintu paling sudut... Nah itu dia.." gumam ify sambil nunjuk 2 pintu di lantai atas yang cukup luas itu. Ify berdiri di depan pintu itu, mengira-ngira yang mana kamar rio dan yang mana kamar ozy. Ify memilih-milih, akhirnya dia mutusin buat buka pintu yang paling sudut dulu. Ify ketok-ketok pintu itu, tapi nggak ada yang nyaut. Akhirnya ify buka aja tu pintu,"misi..." katanya pelan. Ify nemu ozy yang masih molor di kasurnya. Ify menghampiri kasur ozy, mengguncang-guncang tubuh ozy pelan.
"Ozy.......bangun....." kata ify. Ozy cuma mengeliat kecil trus narik selimutnya keatas dan kmbali tidur.
"Lucunya...." gumam ify sambil tersenyum manis.
"Lucuan mana gue ato ozy??" tanya rio yang tau-tau udah ada di samping ify lengkap dengan seragamnya.*gmana caranya rio bisa make baju dngan tangan kaya gitu nggak usah di jelasin y...*
"Rio!! Sejak kapan loe ada di sini??" teriak ify kaget. Suara cemprengnya berhasil membuat ozy langsung bangun.
"Hebat fy, suara loe berhasil membuat ozy bangun dalam satu tarikan nafas. Loe orang kedua yang bisa buat ozy langsung melek, setelah mak gue." cerocos rio. Ify cengo, ozy apalagi.
"Nggak usah dengerin kak rio kak, orangnya emang dari dulu aneh gitu." kata ozy.
"Mandi zy, udah gue bilangkan mulut loe di pagi hari itu bauna minta ampun."kata rio sambil nutup hidungnya. Ozy nurut, smentara ify tersenyum geli.
"Fy, loe masak yah.." suruh rio ke ify. ify langsung nganga.
"Masak yo?? Mana bisa gue..." kata ify keget lagi.
"Fy, loe kan cwek masa loe masak aja nggak bisa. Sebagai cwek loe parah!!" kata rio tegas. Ify syok denger omongan rio.
"Sorry..." hanya itu yang bisa ify katakan lalu tertunduk sedih. "Waduh.... Salah ngomong nih gue kayanya" batin rio.
"Loe coba dulu, mau masak apa gitu. Di rak buku ada tuh buku masak. Masa loe rela kalah dari gue fy." kata rio mulai melunak.
"Loe bisa masak yo??" tanya ify nggak percaya.
"Remehin gue sih loe... Klo gue nggak bisa masak sengsara dong idup gue klo bonyok gue prgi." jawab rio santai.
"Sekarang loe coba-coba dulu, masak yang sederhana aja. Di bawah ada tuh buku resepnya." kata rio, lalu turun ke bawah. Ify ngekor rio dari belakang dengan pikiran yang kacau. Mau masak apa coba??
Ify terus bolak-balik buku resep, cari-cari apa masakan yang bisa dia buat, akhirnya........ ify nggak nemu apa-apa.
Ify mencoba memutar-mutar otaknya. Coba-coba ingat masakan apa yang bisa dia ingat resep dan cara buatnya gimana.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
by: alya
Ini part 6 nya..... Baca terus crita ini yah...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Oke, fy. Mulai besok loe datang ke rumah gue jam 6 pagi, urusan pulangnya ntar deh. Yang pasti loe bkalan pulang sebelum jam 9." kata rio. Ify yang dari tadi menunduk langsung mendongakkan kepalanya.
"Jam 6 yo??? Gue aja biasanya bangun jam setengah 6. Mana bisa gue selesaiin smua kegiatan pagi gue dalam waktu setengah jam." kata ify kaget. Rio tersenyum dibuat-buat.
"Fy, klo loe gue suruh datang jam stengah 7, ntar gue sama ozy mau sarapan apa?? Mana bisa gue masak pake satu tangan." kata rio sok lembut.
"Tpi yo..." kata ify tapi keburu di potong rio.
"Apa susahnya sih fy, loe tinggal bangun jam 5 gitu..." potong rio. "Buset!! Jam 5, blom prnah tuh dalam sejarah idup gue" batin ify kaget.*pinter2, ify kebo jga trnyata..xD*
"Eh, fy. Bengong aja loe. Klo loe nggak mau, loe sarapan di rumah gue aja deh, jadi di rumah loe cuma mandi n pake baju doang." usul rio.
"Iya deh yo.." jawab ify pasrah.
"Skarang anter gue pulang ya fy.." kata rio sambil berdiri dari duduknya.
"Skarang gue juga kerja???" tanya ify kaget denger perinah pertama rio. Seketika ify langsung manyun.
"Hahaha....muka loe jelek fy klo manyun gitu." ejek rio. Mulut ify makin maju.
"Ya, nggak lah fy. Kan tadi gue bilang loe datangnya besok. Yang barusan itu gue minta tolong sama loe." tambah rio. senyum tipis ify ngembang.
"Okeh... Yuk pulang" ajak ify lalu jalan mendahului rio. Rio ngikut dari belakang dengan heran, knapa ify bisa pulih dari ke-syok-an setelah diminta jdi pembantu secepat itu.
*****
"Assalamualaikum...." kata rio begitu masuk rumah. Ozy yang lagi tidur-tiduran di ruang tamu dengan sebuah majalah di tangannya langsung cengo. Ozy perhatiin rio dari atas sampe bawah, rio yang nyadar lagi diperatiin berpose-pose narsis ala model. Ozy berdecak jijik liat gaya kakaknya itu.
"Kak, tangan n jidat loe knapa tuh??" tanya ozy heran. Rio duduk di sofa yang berhadapan dngan ozy.
"Gue tadi abis guling-guling di tangga sekolah zy." jawab rio santai.
"Hah??? Jatoh mksud loe?? Kok bisa??" tanya ozy kaget + suara toa_nya.
"Ya, bisa lah. Gue gitu loh..." jawb rio dengan bangganya. Ozy berdecak lagi.
"Jatoh aja bangga..."
"Gara-gara jatoh gue bisa dapet pembantu buat kita. Loe kudu bilang makasih sama pengorbanan gue ini" kata rio sambil nunjuk tangan kirinya.
"Maksud loe??" tanya ozy nggak ngerti.
"....." rio menceritakan smuanya dari dia jatoh smpe plang ke rumah tadi. Ozy manggut-manggut ngerti.
"Gmana?? Hebat kan gue" puji rio pada diriya sendiri.
"Hebat apaan, kasia kak ifynya kak.." jawab ozy.
"Kasian ify apa gue?? Loe tega liat gue kesusahan ngurus makan loe tiap pagi, siang, malam?? Liat gue kepaksa nyapu rumah yang abis loe berantakin??" tanya rio lagi.
"Yee... Ada juga gue yang loe suruh nyapu tiap sore. Tpi kasian loe juga sih kak." bantah dan aku ozy.
"Tuh kan. Zy, hari ni ify blom mulai kerja. Biar dia siapin mental dulu buat besok. Jadi loe yang ngurus smuanya. Tugas pertama loe, loe bikinin gue mie goreng dong, bisa kan?? Cacing gue minta makan nih..." jelas rio.
"Lah...kak. Kok loe nyuruh-nyuruh gue. Yang jdi pembantu kan kak ify. Knapa nggak loe beli aja makanan tadi." rengek ozy tapi tetep pergi ke dapur buatin pesenan rio.
"Yang nyuruhkan cacing gue zy..." kata rio santai sambil naikin tangga mnuju kamarnya di lanai atas.
*****
Ify membuka pintu rumah rio dengan kunci yang di kasih rio kemaren.
"Assalamualaikum.." kata ify. Tapi nggak ada yang jawab salamnya. Rumah rio masih sepi, "masih pada tidur kali ya.." pikir ify.
"Kamar rio sama ozy di lantai dua kan??" batin ify bertanya pada dirinya sendiri. Ify melangkahkan kakinya menaiki tanggga rumah rio. Ify nyari-nyari kamar riOzy mengikuti penjelasan rio kemaren. "2 pintu paling sudut... Nah itu dia.." gumam ify sambil nunjuk 2 pintu di lantai atas yang cukup luas itu. Ify berdiri di depan pintu itu, mengira-ngira yang mana kamar rio dan yang mana kamar ozy. Ify memilih-milih, akhirnya dia mutusin buat buka pintu yang paling sudut dulu. Ify ketok-ketok pintu itu, tapi nggak ada yang nyaut. Akhirnya ify buka aja tu pintu,"misi..." katanya pelan. Ify nemu ozy yang masih molor di kasurnya. Ify menghampiri kasur ozy, mengguncang-guncang tubuh ozy pelan.
"Ozy.......bangun....." kata ify. Ozy cuma mengeliat kecil trus narik selimutnya keatas dan kmbali tidur.
"Lucunya...." gumam ify sambil tersenyum manis.
"Lucuan mana gue ato ozy??" tanya rio yang tau-tau udah ada di samping ify lengkap dengan seragamnya.*gmana caranya rio bisa make baju dngan tangan kaya gitu nggak usah di jelasin y...*
"Rio!! Sejak kapan loe ada di sini??" teriak ify kaget. Suara cemprengnya berhasil membuat ozy langsung bangun.
"Hebat fy, suara loe berhasil membuat ozy bangun dalam satu tarikan nafas. Loe orang kedua yang bisa buat ozy langsung melek, setelah mak gue." cerocos rio. Ify cengo, ozy apalagi.
"Nggak usah dengerin kak rio kak, orangnya emang dari dulu aneh gitu." kata ozy.
"Mandi zy, udah gue bilangkan mulut loe di pagi hari itu bauna minta ampun."kata rio sambil nutup hidungnya. Ozy nurut, smentara ify tersenyum geli.
"Fy, loe masak yah.." suruh rio ke ify. ify langsung nganga.
"Masak yo?? Mana bisa gue..." kata ify keget lagi.
"Fy, loe kan cwek masa loe masak aja nggak bisa. Sebagai cwek loe parah!!" kata rio tegas. Ify syok denger omongan rio.
"Sorry..." hanya itu yang bisa ify katakan lalu tertunduk sedih. "Waduh.... Salah ngomong nih gue kayanya" batin rio.
"Loe coba dulu, mau masak apa gitu. Di rak buku ada tuh buku masak. Masa loe rela kalah dari gue fy." kata rio mulai melunak.
"Loe bisa masak yo??" tanya ify nggak percaya.
"Remehin gue sih loe... Klo gue nggak bisa masak sengsara dong idup gue klo bonyok gue prgi." jawab rio santai.
"Sekarang loe coba-coba dulu, masak yang sederhana aja. Di bawah ada tuh buku resepnya." kata rio, lalu turun ke bawah. Ify ngekor rio dari belakang dengan pikiran yang kacau. Mau masak apa coba??
Ify terus bolak-balik buku resep, cari-cari apa masakan yang bisa dia buat, akhirnya........ ify nggak nemu apa-apa.
Ify mencoba memutar-mutar otaknya. Coba-coba ingat masakan apa yang bisa dia ingat resep dan cara buatnya gimana.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
by: alya
Pembantu Baruku ~ part 5
Ini part 5 nya....
Semoga suka....
Di pat ini sosok pembantunya udah muncul...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teng....teng....teng.....
"Bu, udah bel, kami ke kelas dulu ya bu..." pamit rio ke bu winda.
"Hmm... Rio besok rapat osis ya...." kaa bu winda tnpa noleh ke rio. Tetep fokus ke proposal yang di kasih rio sama ify tadi.
"Iya bu, kami ke kelas bu..." jawab dan pamit rio lagi. Ify yang berdiri di sebelahnya ngikut rio aja.
Setelah bu winda ngangguk, rio dan ify keluar dari ruang pembina osis. Ify masih masang muka jutek. Sementara rio masih ngutuk-ngutuk dirinya sendiri karna pertanyaan bodoh tadi.
"Fy, loe marah ya sama gue?" taya rio ragu sambil terus jalan. Ify noleh ke arah rio lalu menggeleng.
"Klo loe nggak marah jangan diem mulu dong fy.." bujuk rio lagi.
"Gue diem karna nggak ada yang mau gue omongin sama loe" jawab ify dingin.
"Fy, gue tau loe pasti masih kesel sama gue. Plis...fy. Maaf banget.... " kata rio lagi.
"Yo, gue masuk kelas dulu ya.... Bye...." pamit ify sambil masuk ke kelasnya. Rio nggak nyadar klo udah sampe kelasnya ify. Tanpa pikir panjang, rio langsung narik tangan ify. Cegah ify supaya jangan masuk dulu.
"Loe apa-apan sih yo..!! Lepasin nggak tangan gue!!" kata ify agak keras yang cukup untuk menarik perhatian seisi kelas XII IPA 3 kepada mereka berdua. "Tontonan gratis nih.." batin rizki salah satu anggota kelas XII IPA 3.
"Fy, plis...maafin gue.." kata rio lagi tanpa melepaskan tangan ify.
"Gue kan udah bilang yo... Gue nggak marah sama loe..." jawab ify lagi sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Tapi loe masih kesel kan sama gue..."
"Emangnya kenapa klo gu marah, kesel sama loe?? Nggak masalah kan??"
"Loe tau gue kan fy... Gue paling nggak tahan klo marah-marahan kaya gini..."
"Yo...lepasin gue..."
"Tapi fy.."
"Lepasin gue rio...!!" bentak ify. Akhirnya rio lepasin tangan ify. Tanpa berkata apa-apa ify berjalan ke mejanya. Rio makin merasa bersalah melihat ify yang memegangi pergelangan tangannya yang sedikit memerah.
"Aaargh...." teriak rio kesal ambil mengacak-ngacak rambutnya. Lalu rio pergi ke kelasnya dengan langkah penuh kekesalan pada dirinya sendiri.
"Fy, loe ada apa sama rio?" tanya sivia teman sebangku ify.
"Nggak ada apa-apa" jawab ify dingin masih memegangi tangannya yang masih terasa panas.
"Fy, kasian si rio tuh.... Loe tau kan rio suka uring-uringan klo lagi ngambekan sama orang" kata zahra yang duduk di belakang ify dan sivia.
"Gue nggak marahan sama dia kok, tapi gue masih kesel aja sama rio. Ntar juga gue baik lagi" jawab ify santai.
Pembicaraan itu tak berlanjut karna pak dave sudah memasuki kelas.
Sementara itu di kelas rio...
"Yo, si ify loe apain?" tanya alvin yang tadi sempet liat pertengkaran RiFy, begitu rio masuk kelas.
"Alvin........bego banget sih gue...." rio teriak-teriak sendiri dan lari ke mejanya di samping alvin. Alvin yang liat kelakuan aneh sohibnya itu bergidik.
"Ihh....Yo... Aneh-aneh aja loe, biasa aja kali..."
"Vin, rio kan selalu gila klo lagi ngambekan. Kaya nggak tau dia aja loe" kata iyel.
"Rio...rio... Apa jadinya klo ketos marahan sama sekretarisnya sendiri?? Bisa kacau nih osis kita" tambah cakka.
"Itu dia masalahnya... Si ify pake marah segala sih..." jawab rio.
"Ntar deh yo critanya.. Bu okky tuh.." kta alvin yang membuat rio menunda niat critanya. Akhirnya kelas XII IPA 1 belajar dengan tenang kecuali rio.
******
Di kantin...
"So, loe apain si ify?" tanya alvin melanjutkan yang tadi.
"Guys, loe tau kan gue lagi nyari pembantu?" tanya rio dulu.
"Trus tadi gue nawarin ify... Ya....loe tau kan??" lanjut rio.
"Loe gila yo! Jelas aja ify marah, nawarin dia jadi pembantu adalah ide yng paling bodoh yang pernah loe lakuin." komentar iyel.
"Loe nggak mikir apa yo, klo itu sama aja loe mandang rendah dia...."tambah alvin.
"Yo, ify tuh..." kata cakka nunjuk gerombolan ify, sivia, dan zahra memasuki kantin. Rio langsung berdiri dan menghampiri ify.
"Fy, masih marah?" tanya rio lagi. Wajah ify yang tadi sumringah langsung brubah.
"Yo, plis..... Diemin gue dulu yah....... Gue butuh waktu buat tenangin diri gue dulu. Dan gue nggak marah sama loe, tapi gue masih kesel sama tawaran loe barusan." jawab ify yang sekarang lebih lunak dari tadi pagi.
"Hah......... Yang jelas gue nggak mau marahan lamalama sama loe" kata rio.
"Hmmm...." jawab ify singkat. Dengan langkah gontai rio balik ke meja tempat ngumpul sama temen-temennya tadi.
"Udah, yo... Biarin aja dulu. Klo besok masih blom baekan gue bantu deh..." kata iyel yang di iringi persetujuan dari alvin dan cakka.
"Yah, ribet nih urusannya." keluh rio.
"Makan dulu yo.... Kuah bakso loe udah dingin tuh kayanya didiemin dari tadi.". Rio ngikut kata cakka aja, dia makan deh bakso yang udah dingin itu.
******
Esoknya, waktu rapat osis....
Sebelum ke ruang osis, rio ke ruangan bu winda dulu nanya bahan rapat hari ini.
Tok..tok..tok..
Rio ngetuk pintu, "masuk..."suruh bu winda dari dalam.
"Permisi buk, saya mau minta bahan rapat nanti" kata rio sambil masuk ke ruangan itu.
"Lo, bahan nya kan udah ibu kasih ke ify tadi pagi. Kamu nggak di kasih tau ify rio?" tanya bu winda.
"Gimana mau di kasih tau, dari tadi pagi aja gue blom liat ify d sekolah" batin rio.
"Eh, gitu ya bu. Saya blom di kasih tau ify bu. Makasih bu, klo gitu saya ke ruang osis dulu." pamit rio. Lalu pergi ke ruang osis.
Rio menghela nafas panjang begitu masuk ruang osis yang masih kosong.
"Si ify mana lagi?? Alvin juga ngilang. Masih belajar kali ya tu anak." batin rio. Biasanya sebelum rapat, pengurus osis inti dapat ijin keluar kelas 15 menit terakhir. Sementara rio keluar duluan dari waktunya. Alvin itu wakil ketos, semenntara bendaharanya zahra. Nah sekarang yang datang baru rio. Terpaksa lah rio bengong aja di R.O
Sekitar 5 menit kemudian ada siswa lain yang masuk R.O. Tapi rio nggak ambil pusing, menurutnya yang datang itu alvin. Rio masih tetap nutup wajahnya dengan buku.
Tiba-tiba ada yang ngambil buku itu, trus dia pukul pelan buku itu ke muka rio. Rio meringis pelan, tapi tetep merem.
"Rio..." pangil orang itu pelan. "Masa sih??" batin rio nggak percaya.
"Yo.." pangil orang itu lagi sambil mengguncang-guncang badan rio. Rio masih nggak percaya sama suara yang di dengarnya itu.
"Yo, loe beneran tidur ya??" tanya orang itu lagi. Rio tetep diem.
"Yo, loe gue cariin dari tadi pagi malah ketemunya di sini, pake molor lagi. Loe ngilang dari hadapan gue bukan karna marah kan?" tanya orang itu walau pun tau rio nggak bakalan jawab.
"Sorry yo, klo loe balik marah ke gue gara-gara kemaren. Gue kemaren beneran nggak marah kok yo. Gue cuma ngerasa nggak enak aja sama pertanyaan loe kemaren. Sorry yo..." tambah orang itu. Lalu dia melirik rio yang masih tidur kayanya. Orang itu mendesah pelan, lalu berdiri.
" Gue panggil alvin dan zahra dulu ya..." pamitnya lagi lalu pergi. Belum sempat cwek itu menutup pintu rio menarik tangannya dan tersenyum.
"Sorry fy, and thanks.." kata rio sambil terus memperlihatkan senyum manisnya. Ify membalas senyum rio lalu mengangguk pelan.
"Atas yuk, alvin, zahra masih di kelas kayanya." ajak ify. Rio mengangguk setuju, lalu menyusuri tangga menuju barisan kelas XII yang memeng terletak di lantai 2.
"Permisi bu... Kami mau jemput zahra utk rapat bu..." kata rio ke bu okky yang ngajar di kelas XII IPA 3. Setelah bu okky memberi izin. Zahra berdiri dan keluar kelas mengikuti rio dan ify. Sebelum keluar kelas, tiba-tiba.....
"Ciee.... Yang baru baikan, akur bener. Nggak jadi kacau deh osis kita..." celetuk daud. RiFy pasang muka cuek dan terus berjalan dengan langkah santai. Zahra ngekor di belakang.
Waktu jemput alvin juga nggak jauh beda. RiFy tetep di sorakin sama anak kelas XII IPA 1.
"Fy, si rio bilang apa sama loe sampai loe luluh juga akirnya?" tanya alvin yang di iringi dengan anggukan setuju nan semangat dari zahra.
"Nggak bilang apa-apa." jawab ify singkat. Sambil terus nurunin tangga.
"Loe, salah vin. Justru ify yang ngemis maaf dari gue karna dia pikir gue marah dan menghindar dari dia." kata rio bangga. Ify manyun. Dia dorong rio pelan. Karna rio jalannya membelakangi tangga, rio nggak bisa nahan keseimbangan badannya, dngan sukses rio jatuh guling-guling sepanjang anak tangga yang belom mereka turunin.
"Aaaaaaaa........!!" teriak rio kaget.
"Rio.............!!" panggil ify, ify segera lari nurunin anak tangga yang tersisa dan menghampiri rio.
"Aargh...." erang rio kesakitan. Ify kaget liat kening rio berdarah. Lengan rio juga ada yang memar.
"Yo, sorry gue nggak sengaja." kata ify sambil menekan luka rio dengan sapu tangannya agar aliran darah rio segera berhenti. Rio nggak jawab, dia ngerasa sakit banget di bagian pergelangan tangan kirinya.
"Fy, bawa ke UKS dulu.."kata salah seorang siswa yang ikut keluar karna dengar teriakan rio dan ify.
"yuk yo, gue papah loe ke UKS" kata alvin sambil bantu rio untuk bangun. Tanpa sengaja alvin megang tangan kiri rio.
"Aaaargh........!!" erang rio keras. "Ta....ta...ngan gue..." kata rio terbata-bata karna nahan sakit. Alvin melepaskan tangan kiri rio yang akan dirangkulkan ke leher alvin.
"Sorry yo... Tangan loe knapa?" tanya alvin kaget campur cemas. Ify dan zahra yang tadi ikut bantu menatap rio penuh tanya. Tiba-tiba iyel dan cakka menerobos kerumunan massa dan langsung menanyai rio dengan berbagai pertanyaan.
"Yo, loe knapa bisa jatoh? Loe nggak papa kan? Nggak ada yang sakit kan? Loe mikirin apa berusan sampai guling-guling gitu? Mending loe guling_guling di kasur yang empukan dikit aja.."
"Sshhhh... Gue nggak papa tapi tangan gue sakit bnget jangan loe pegang.." jawab rio sambil terus nahan sakit.
"Yo, ke rumah sakit aja ya.... Gue bawa mobil kok.. Vin, cak, yel, rio biar gue aja yang urus. Kalian di sini aja. Vin, loe lanjutin rapat, zah loe di sini juga. Bantuin alvin. Bahannya udah ada di meja RO" kata ify panjang sambil terus nutup luka rio.
"Gue, ikut loe aja fy. Rio kayanya lumayan parah.." kata alvin masih cemas.
"Vin, loe ikutin ify aja. Loe gantiin gue pimpin rapat." bantah rio. Dan terus mengangin tangan kirinya.
"Tpi yo..." kata alvin kegantung karna di potong ify.
"Nggak papa vin, lagian ini juga salah gue. Tapi klo loe mau bantu, bantuin gue bawa rio ke mobil ya... Gue nggak kuat mapah rio sendiri." kata ify. Alvin pasrah, akhirnya dia sama cakka yang bantuin rio ke mobil ify. Yang lainnya balik ke kelas masing-masing, karna jam pelajaran masih ada 20 menit lagi. *tanggung bgt dah..ckckck*
Di mobil ify...
Ify terus lirik-lirik rio yang duduk di depannya. Cemas banget klo sampai rio knapa-napa.
"Fy, fokus aja ke jalannya.. Gue nggak papa kok fy, keseleo aja kali." kata rio tapi dari suaranya rio jelas masih nahan sakit. Ify tersenyum kecut.
Sampai di RS rio langsung di bawa ke ruang pengobatan, bukan UGD. Ify terus nunggu rio di bangku luar ruangan itu. Terus berdoa agar rio nggak knapa-napa.
Di ruangan itu...
Dokter itu langsung memeriksa tangan kiri rio yang di keluhkan terasa sakit.
"Tangan saya kenapa dok?" tanya rio ke dokter itu.
"Tulang tangan kamu retak, butuh 2 bulan untuk penyembuhan total." jawab dokter itu.
"Retak dok?? Saya kan cuma jatuh dari tangga, nggak tinggi lagi dok." kata rio nggak percaya. Dokter itu menjelaskan kenapa tangan rio bisa retak *nggak usah dijabarin, soalnya penulis nggak ngerti soal gituan :P*. Akirnya rio cuma bisa pasrah.
Rio keluar dai ruangan dokter itu dengan tangan yang dibalut perban dan di gantung *ngertikan mksdnya?*.
"Fy..." panggil rio yang mengejutkan ify yang lgi kusyuk berdoa untuk rio. Ify memperhatikan rio dari atas sampe bawah, dan berhenti di tangan rio yang di balut perban itu.
"Yo, tangan loe knapa?" tanya ify kaget.
"Tangan gue retak fy, butuh 2 bulan buat sembuh" kata rio lesu.
"Retak??? 2bulan???" tanya ify setengah teriak. Rio mengangguk pelan.
"Yo, sorry banget... Loe jadi kaya gini gara-gara gue maaf ya... Gue bakal ngelakuin apa aja deh buat kesembuhan tangan loe.." kata ify merasa bersalah. Tiba-tiba setan di otak rio membisikkan sebuah ide gila. Rio tersenyumpenuh kemenangan.
"Loe harus jadi pembantu gue." kata rio dengan senyum setannya.
"Apa????"
"Loe nggak bisa nolak fy. Loe yang bilang kn mau ngelakuin apa aja. Loe bayangin deh gmana gue bisa ngurus rumah dengan tangan kaya gini?? Dan nggak mugkin ozy sndiri yang ngurus.." kata rio penuh kemenangan. Lutut ify melemas, akhirnya ify mengangguk pelan, "klo itu mau loe" katanya pelan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks buat yang udah baca...... Partnya kepanjangan yah??
Maaf klo pada nggak suka klo ify yang di jadiin pembatunya, soalnya banyak yang minta ify sih di part 1 nya...
Baca terus ya cerita aku yang gaje dan nggak seru ini...
by: alya
Semoga suka....
Di pat ini sosok pembantunya udah muncul...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teng....teng....teng.....
"Bu, udah bel, kami ke kelas dulu ya bu..." pamit rio ke bu winda.
"Hmm... Rio besok rapat osis ya...." kaa bu winda tnpa noleh ke rio. Tetep fokus ke proposal yang di kasih rio sama ify tadi.
"Iya bu, kami ke kelas bu..." jawab dan pamit rio lagi. Ify yang berdiri di sebelahnya ngikut rio aja.
Setelah bu winda ngangguk, rio dan ify keluar dari ruang pembina osis. Ify masih masang muka jutek. Sementara rio masih ngutuk-ngutuk dirinya sendiri karna pertanyaan bodoh tadi.
"Fy, loe marah ya sama gue?" taya rio ragu sambil terus jalan. Ify noleh ke arah rio lalu menggeleng.
"Klo loe nggak marah jangan diem mulu dong fy.." bujuk rio lagi.
"Gue diem karna nggak ada yang mau gue omongin sama loe" jawab ify dingin.
"Fy, gue tau loe pasti masih kesel sama gue. Plis...fy. Maaf banget.... " kata rio lagi.
"Yo, gue masuk kelas dulu ya.... Bye...." pamit ify sambil masuk ke kelasnya. Rio nggak nyadar klo udah sampe kelasnya ify. Tanpa pikir panjang, rio langsung narik tangan ify. Cegah ify supaya jangan masuk dulu.
"Loe apa-apan sih yo..!! Lepasin nggak tangan gue!!" kata ify agak keras yang cukup untuk menarik perhatian seisi kelas XII IPA 3 kepada mereka berdua. "Tontonan gratis nih.." batin rizki salah satu anggota kelas XII IPA 3.
"Fy, plis...maafin gue.." kata rio lagi tanpa melepaskan tangan ify.
"Gue kan udah bilang yo... Gue nggak marah sama loe..." jawab ify lagi sambil berusaha melepaskan tangannya.
"Tapi loe masih kesel kan sama gue..."
"Emangnya kenapa klo gu marah, kesel sama loe?? Nggak masalah kan??"
"Loe tau gue kan fy... Gue paling nggak tahan klo marah-marahan kaya gini..."
"Yo...lepasin gue..."
"Tapi fy.."
"Lepasin gue rio...!!" bentak ify. Akhirnya rio lepasin tangan ify. Tanpa berkata apa-apa ify berjalan ke mejanya. Rio makin merasa bersalah melihat ify yang memegangi pergelangan tangannya yang sedikit memerah.
"Aaargh...." teriak rio kesal ambil mengacak-ngacak rambutnya. Lalu rio pergi ke kelasnya dengan langkah penuh kekesalan pada dirinya sendiri.
"Fy, loe ada apa sama rio?" tanya sivia teman sebangku ify.
"Nggak ada apa-apa" jawab ify dingin masih memegangi tangannya yang masih terasa panas.
"Fy, kasian si rio tuh.... Loe tau kan rio suka uring-uringan klo lagi ngambekan sama orang" kata zahra yang duduk di belakang ify dan sivia.
"Gue nggak marahan sama dia kok, tapi gue masih kesel aja sama rio. Ntar juga gue baik lagi" jawab ify santai.
Pembicaraan itu tak berlanjut karna pak dave sudah memasuki kelas.
Sementara itu di kelas rio...
"Yo, si ify loe apain?" tanya alvin yang tadi sempet liat pertengkaran RiFy, begitu rio masuk kelas.
"Alvin........bego banget sih gue...." rio teriak-teriak sendiri dan lari ke mejanya di samping alvin. Alvin yang liat kelakuan aneh sohibnya itu bergidik.
"Ihh....Yo... Aneh-aneh aja loe, biasa aja kali..."
"Vin, rio kan selalu gila klo lagi ngambekan. Kaya nggak tau dia aja loe" kata iyel.
"Rio...rio... Apa jadinya klo ketos marahan sama sekretarisnya sendiri?? Bisa kacau nih osis kita" tambah cakka.
"Itu dia masalahnya... Si ify pake marah segala sih..." jawab rio.
"Ntar deh yo critanya.. Bu okky tuh.." kta alvin yang membuat rio menunda niat critanya. Akhirnya kelas XII IPA 1 belajar dengan tenang kecuali rio.
******
Di kantin...
"So, loe apain si ify?" tanya alvin melanjutkan yang tadi.
"Guys, loe tau kan gue lagi nyari pembantu?" tanya rio dulu.
"Trus tadi gue nawarin ify... Ya....loe tau kan??" lanjut rio.
"Loe gila yo! Jelas aja ify marah, nawarin dia jadi pembantu adalah ide yng paling bodoh yang pernah loe lakuin." komentar iyel.
"Loe nggak mikir apa yo, klo itu sama aja loe mandang rendah dia...."tambah alvin.
"Yo, ify tuh..." kata cakka nunjuk gerombolan ify, sivia, dan zahra memasuki kantin. Rio langsung berdiri dan menghampiri ify.
"Fy, masih marah?" tanya rio lagi. Wajah ify yang tadi sumringah langsung brubah.
"Yo, plis..... Diemin gue dulu yah....... Gue butuh waktu buat tenangin diri gue dulu. Dan gue nggak marah sama loe, tapi gue masih kesel sama tawaran loe barusan." jawab ify yang sekarang lebih lunak dari tadi pagi.
"Hah......... Yang jelas gue nggak mau marahan lamalama sama loe" kata rio.
"Hmmm...." jawab ify singkat. Dengan langkah gontai rio balik ke meja tempat ngumpul sama temen-temennya tadi.
"Udah, yo... Biarin aja dulu. Klo besok masih blom baekan gue bantu deh..." kata iyel yang di iringi persetujuan dari alvin dan cakka.
"Yah, ribet nih urusannya." keluh rio.
"Makan dulu yo.... Kuah bakso loe udah dingin tuh kayanya didiemin dari tadi.". Rio ngikut kata cakka aja, dia makan deh bakso yang udah dingin itu.
******
Esoknya, waktu rapat osis....
Sebelum ke ruang osis, rio ke ruangan bu winda dulu nanya bahan rapat hari ini.
Tok..tok..tok..
Rio ngetuk pintu, "masuk..."suruh bu winda dari dalam.
"Permisi buk, saya mau minta bahan rapat nanti" kata rio sambil masuk ke ruangan itu.
"Lo, bahan nya kan udah ibu kasih ke ify tadi pagi. Kamu nggak di kasih tau ify rio?" tanya bu winda.
"Gimana mau di kasih tau, dari tadi pagi aja gue blom liat ify d sekolah" batin rio.
"Eh, gitu ya bu. Saya blom di kasih tau ify bu. Makasih bu, klo gitu saya ke ruang osis dulu." pamit rio. Lalu pergi ke ruang osis.
Rio menghela nafas panjang begitu masuk ruang osis yang masih kosong.
"Si ify mana lagi?? Alvin juga ngilang. Masih belajar kali ya tu anak." batin rio. Biasanya sebelum rapat, pengurus osis inti dapat ijin keluar kelas 15 menit terakhir. Sementara rio keluar duluan dari waktunya. Alvin itu wakil ketos, semenntara bendaharanya zahra. Nah sekarang yang datang baru rio. Terpaksa lah rio bengong aja di R.O
Sekitar 5 menit kemudian ada siswa lain yang masuk R.O. Tapi rio nggak ambil pusing, menurutnya yang datang itu alvin. Rio masih tetap nutup wajahnya dengan buku.
Tiba-tiba ada yang ngambil buku itu, trus dia pukul pelan buku itu ke muka rio. Rio meringis pelan, tapi tetep merem.
"Rio..." pangil orang itu pelan. "Masa sih??" batin rio nggak percaya.
"Yo.." pangil orang itu lagi sambil mengguncang-guncang badan rio. Rio masih nggak percaya sama suara yang di dengarnya itu.
"Yo, loe beneran tidur ya??" tanya orang itu lagi. Rio tetep diem.
"Yo, loe gue cariin dari tadi pagi malah ketemunya di sini, pake molor lagi. Loe ngilang dari hadapan gue bukan karna marah kan?" tanya orang itu walau pun tau rio nggak bakalan jawab.
"Sorry yo, klo loe balik marah ke gue gara-gara kemaren. Gue kemaren beneran nggak marah kok yo. Gue cuma ngerasa nggak enak aja sama pertanyaan loe kemaren. Sorry yo..." tambah orang itu. Lalu dia melirik rio yang masih tidur kayanya. Orang itu mendesah pelan, lalu berdiri.
" Gue panggil alvin dan zahra dulu ya..." pamitnya lagi lalu pergi. Belum sempat cwek itu menutup pintu rio menarik tangannya dan tersenyum.
"Sorry fy, and thanks.." kata rio sambil terus memperlihatkan senyum manisnya. Ify membalas senyum rio lalu mengangguk pelan.
"Atas yuk, alvin, zahra masih di kelas kayanya." ajak ify. Rio mengangguk setuju, lalu menyusuri tangga menuju barisan kelas XII yang memeng terletak di lantai 2.
"Permisi bu... Kami mau jemput zahra utk rapat bu..." kata rio ke bu okky yang ngajar di kelas XII IPA 3. Setelah bu okky memberi izin. Zahra berdiri dan keluar kelas mengikuti rio dan ify. Sebelum keluar kelas, tiba-tiba.....
"Ciee.... Yang baru baikan, akur bener. Nggak jadi kacau deh osis kita..." celetuk daud. RiFy pasang muka cuek dan terus berjalan dengan langkah santai. Zahra ngekor di belakang.
Waktu jemput alvin juga nggak jauh beda. RiFy tetep di sorakin sama anak kelas XII IPA 1.
"Fy, si rio bilang apa sama loe sampai loe luluh juga akirnya?" tanya alvin yang di iringi dengan anggukan setuju nan semangat dari zahra.
"Nggak bilang apa-apa." jawab ify singkat. Sambil terus nurunin tangga.
"Loe, salah vin. Justru ify yang ngemis maaf dari gue karna dia pikir gue marah dan menghindar dari dia." kata rio bangga. Ify manyun. Dia dorong rio pelan. Karna rio jalannya membelakangi tangga, rio nggak bisa nahan keseimbangan badannya, dngan sukses rio jatuh guling-guling sepanjang anak tangga yang belom mereka turunin.
"Aaaaaaaa........!!" teriak rio kaget.
"Rio.............!!" panggil ify, ify segera lari nurunin anak tangga yang tersisa dan menghampiri rio.
"Aargh...." erang rio kesakitan. Ify kaget liat kening rio berdarah. Lengan rio juga ada yang memar.
"Yo, sorry gue nggak sengaja." kata ify sambil menekan luka rio dengan sapu tangannya agar aliran darah rio segera berhenti. Rio nggak jawab, dia ngerasa sakit banget di bagian pergelangan tangan kirinya.
"Fy, bawa ke UKS dulu.."kata salah seorang siswa yang ikut keluar karna dengar teriakan rio dan ify.
"yuk yo, gue papah loe ke UKS" kata alvin sambil bantu rio untuk bangun. Tanpa sengaja alvin megang tangan kiri rio.
"Aaaargh........!!" erang rio keras. "Ta....ta...ngan gue..." kata rio terbata-bata karna nahan sakit. Alvin melepaskan tangan kiri rio yang akan dirangkulkan ke leher alvin.
"Sorry yo... Tangan loe knapa?" tanya alvin kaget campur cemas. Ify dan zahra yang tadi ikut bantu menatap rio penuh tanya. Tiba-tiba iyel dan cakka menerobos kerumunan massa dan langsung menanyai rio dengan berbagai pertanyaan.
"Yo, loe knapa bisa jatoh? Loe nggak papa kan? Nggak ada yang sakit kan? Loe mikirin apa berusan sampai guling-guling gitu? Mending loe guling_guling di kasur yang empukan dikit aja.."
"Sshhhh... Gue nggak papa tapi tangan gue sakit bnget jangan loe pegang.." jawab rio sambil terus nahan sakit.
"Yo, ke rumah sakit aja ya.... Gue bawa mobil kok.. Vin, cak, yel, rio biar gue aja yang urus. Kalian di sini aja. Vin, loe lanjutin rapat, zah loe di sini juga. Bantuin alvin. Bahannya udah ada di meja RO" kata ify panjang sambil terus nutup luka rio.
"Gue, ikut loe aja fy. Rio kayanya lumayan parah.." kata alvin masih cemas.
"Vin, loe ikutin ify aja. Loe gantiin gue pimpin rapat." bantah rio. Dan terus mengangin tangan kirinya.
"Tpi yo..." kata alvin kegantung karna di potong ify.
"Nggak papa vin, lagian ini juga salah gue. Tapi klo loe mau bantu, bantuin gue bawa rio ke mobil ya... Gue nggak kuat mapah rio sendiri." kata ify. Alvin pasrah, akhirnya dia sama cakka yang bantuin rio ke mobil ify. Yang lainnya balik ke kelas masing-masing, karna jam pelajaran masih ada 20 menit lagi. *tanggung bgt dah..ckckck*
Di mobil ify...
Ify terus lirik-lirik rio yang duduk di depannya. Cemas banget klo sampai rio knapa-napa.
"Fy, fokus aja ke jalannya.. Gue nggak papa kok fy, keseleo aja kali." kata rio tapi dari suaranya rio jelas masih nahan sakit. Ify tersenyum kecut.
Sampai di RS rio langsung di bawa ke ruang pengobatan, bukan UGD. Ify terus nunggu rio di bangku luar ruangan itu. Terus berdoa agar rio nggak knapa-napa.
Di ruangan itu...
Dokter itu langsung memeriksa tangan kiri rio yang di keluhkan terasa sakit.
"Tangan saya kenapa dok?" tanya rio ke dokter itu.
"Tulang tangan kamu retak, butuh 2 bulan untuk penyembuhan total." jawab dokter itu.
"Retak dok?? Saya kan cuma jatuh dari tangga, nggak tinggi lagi dok." kata rio nggak percaya. Dokter itu menjelaskan kenapa tangan rio bisa retak *nggak usah dijabarin, soalnya penulis nggak ngerti soal gituan :P*. Akirnya rio cuma bisa pasrah.
Rio keluar dai ruangan dokter itu dengan tangan yang dibalut perban dan di gantung *ngertikan mksdnya?*.
"Fy..." panggil rio yang mengejutkan ify yang lgi kusyuk berdoa untuk rio. Ify memperhatikan rio dari atas sampe bawah, dan berhenti di tangan rio yang di balut perban itu.
"Yo, tangan loe knapa?" tanya ify kaget.
"Tangan gue retak fy, butuh 2 bulan buat sembuh" kata rio lesu.
"Retak??? 2bulan???" tanya ify setengah teriak. Rio mengangguk pelan.
"Yo, sorry banget... Loe jadi kaya gini gara-gara gue maaf ya... Gue bakal ngelakuin apa aja deh buat kesembuhan tangan loe.." kata ify merasa bersalah. Tiba-tiba setan di otak rio membisikkan sebuah ide gila. Rio tersenyumpenuh kemenangan.
"Loe harus jadi pembantu gue." kata rio dengan senyum setannya.
"Apa????"
"Loe nggak bisa nolak fy. Loe yang bilang kn mau ngelakuin apa aja. Loe bayangin deh gmana gue bisa ngurus rumah dengan tangan kaya gini?? Dan nggak mugkin ozy sndiri yang ngurus.." kata rio penuh kemenangan. Lutut ify melemas, akhirnya ify mengangguk pelan, "klo itu mau loe" katanya pelan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks buat yang udah baca...... Partnya kepanjangan yah??
Maaf klo pada nggak suka klo ify yang di jadiin pembatunya, soalnya banyak yang minta ify sih di part 1 nya...
Baca terus ya cerita aku yang gaje dan nggak seru ini...
by: alya
Pembantu Baruku ~ part 4
Hai all.....Udah lama nggak ngepost jdi kangen,,,,,,
Ni part 4 nya, semoga pada suka...
Baca terus ya crita aku...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi hari di rumah riOzy bersaudara....
Rio ngedor-ngedor pintu kamar ozy, "Nggak biasanya ni anak ngunci kamar segala" batin rio.
"Woii...!! Zy!! Buka pintunya..!! Mau molor sampe kapan loe!!" teriak rio di depan pintu kamar ozy. Rio mencak-mencak sendiri di depan pintu. Ozy yang sebenernya denger teriakan rio masa bodoh aja, tetep lanjut ke alam mimpinya.
"Ozy.........!!! Klo loe nggak buka pintunya sekarang gue telpon mama nih, kali ni serius!!" ancam rio. Ozy tetep aja diam, nggak nyaut sama sekali.
"Hoalah.... Tumben nggak nyahok?? Kemaren-kemaren tu anak langsung melek denger nama mama, nah skarang??" batin rio lagi.
"Ozy.... Pliss bangun sekarang, gue mau berangkat pagi nih... Ayolah ozy sayang....ade gue tercinta...." bujuk rio lagi yang agak nggak tulus di kalimat-kalimat terakhir.
"Ozy gue mohon loe nurut sekarang, ntar bu winda marah nih klo proposal nggak gue kasih sekarang...." tambah rio, ozy tetep mingkem.
"Rese banget sih loe zy! sekarang terserah loe aja deh!" kesabaran rio udah habis. Rio langsung turun kebawah mau masak lagi. Ozy yang di dalam nggak jadi pura-pura tidur. Ozy bangun dan ngibrit buka pintu dan cegah rio buat nggak ngambek beneran.
"Kak rio, loe nggak marah beneran kan? Baikan dong..." bujuk ozy sambil berusaha nyamain langkahnya dengan rio.
"Ogah!!" rio kayaknya ngambek beneran nih. Rio emang selalu serius klo udah nyangkut urusan tanggung jawabnya sebagai ketua osis. "Gawat...!! Nggak makan deh gue sehari ni.." batin ozy. *jiah...ni anak. Mikirin perut mulu kerjaannya.*
"Kak, beneran deh, sorry banget..nget..nget.. Gue cuma mau balas dendam karna tiap pagi loe selalu nganggu idup gue.
Ntar klo loe marah, nasib gue gimana dong??" ozy ngeles. Rio masih terusin acara ngocok telornya.
"Zy, mulut loe bau banget dah, serius.. Gosok gigi sono!" suruh rio.
"Loe maafin gue dulu baru gue mandi klo nggak loe terpaksa harus nyium wangi mulut gue di pagi hari yang cerah ini.. Hah....hah...hah...." jawab ozy, trus dia embusin nafasnya ke rio.
"Ozy.......ntar telornya nggak wangi lagi klo udah nyatu sama bau mulut loe itu...! Apes banget dah gue punya adek joroknya kaya elo. Sono mandi, sebelum gue ngambek beneran." kata rio sambil bekep mulut nya ozy yang baunya udah ngalahin bau mulut naga.*mulut naga emang bau ya?? Ngasal doang nih*
"Hohohoho.... Loe emang paling nggak tahan ya ngambekan ma gue, baru juga lima menit loe udah luluh.." kata ozy.
"Gue kasian aja sama loe, klo gue ngambek loe mau makan pake apa ntar." rio ngeles sambil trus goreng telor.
"Ooo..... Gue mandi dulu" pamit ozy lalu kembali lagi ke kamarnya di atas.
******
Di sma nusantara....
Begitu sampai di sekolah rio langsung ngebut ke kelas XII IPA 3 *klo rio XII IPA 1*.
"Oii.....sekretaris gue...udah datang blom???" rio teriak-teriak sendiri kaya orang gila.
"Alyssa saufika umari.............. *maap klo tulisannya salah:)*" teriak rio lagi.
"Apa sih mario stevano aditya haling...?? Sarap loe!! Udah tau kelas kosong kaya gitu, ckckckckck..." kata ify yang langsung nongol di belakang rio.
"Loe datang dari mana fy??" tanya rio kaget liat ify di belakangnya.
"Dari rumah gue.." jawab ify santai.
"Fy, loe udah bawa proposalnya kan??" tanya rio sambil masuk ke dalam kelas bareng ify.
"Tenang.... Nih..." kata ify sambil menyerahkan proposal itu ke rio. Critanya rio itu keta osis dan ify sekretaris osis.
"Gue cek ya... Takut kurang.." ijin rio.
"Okeh, loe ngecek gue nyapu dulu. Piket soalnya." kata ify lalu ngambil sapu dari lemari kelas. Rio ngangguk sambil terus konsen ke kertas-kertas yang ada di hadapannya. Sementara ify terus nyapu seluruh kelas.
"Fy, kerjaan loe bagus juga. Sejauh mata gue memandang, nggak ada cacat sedikit pun." puji rio setelah lama diem-dieman. Ify nyengir kuda.
"Ify gitu loh... Tunggu bentar ya yo, dikit lagi nih nyapunya." jawab ify. Rio jawab pake ngangguk. Sambil nunggu, rio trus liatin ify yang lagi nyapu.
"Rajin juga si ify. Cekatan juga untuk urusan barsih-bersih." batin rio.
"Eh, tapi, bisa juga nih si ify... Gue tanyain deh ntar." tambah rio lagi waktu ingat sesuatu yang selama ini lagi dicarinya.
Rio terus senyum-senyum gaje liatin ify. Sampai akhirnya ify selesai piket. Rio masih nggak sadar, masih ngelamunin klo ify beneran jadi pembantunya. Pasti asik tuh, cocok banget sama yang gue pingin, pikir rio.
"Oii yo ngelamun aja loe!!" panggil sivia niatnya ngagetin rio. Rio nggak kaget, tapi tetep noleh.
"Eh, loe vi. Udah jam segini kok baru datang?" tanya rio basa-basi.
"Loe nya aja yang ke pagian." jawab via singkat. Rio liatin jam tangan hitam di tangan kanannya.
"Bener apa kata loe.". Via nggak nyaut, dia beralih ke ify.
"Fy, klo loe udah nyapu gue ngapain dong??" tanya via yang ngga tau mau ngerjain apa, karna dia juga piket hari ini. Ify yang baru selesai naro sapu di lemari noleh ke via. Ify melihat ke sekeliling kelasnya.
"Loe rapiin nih isi lemari." kata ify sambil nunjuk lemari di sampingnya. Lalu berjalan menuju via dan rio.
"Yah.... Lemari itu kan udah lama nggak keurus, bnyak debunya fy." keluh via pake manyun.
"Terserah loe deh, mau ngerjain apa." jawab ify. Rio yang dari tadi diam, mengangkat alisnya, seolah-olah berkata, "Fy, kapan nih ngasih proposalnya?". Ify yang ngerti, nangguk.
"Yuk yo." ajaknya. Rio berdiri dari kursi yang dari tadi di dudukinya. Lalu mengangkat kertas proposal itu dan jalan bareng ify menuju ruang pembina osis, untuk menyerahkan kertas-kertas itu ke bu winda.
"Duluan ya vi. Selamat bekerja, yang rajin." pamitnya. Lalu pergi.
"Fy, gue mau nanya sesuatu boleh?" tanya rio sambil terus jalan menuruni tangga.
"Boleh, mang mau nanyain apa yo?" jawab dan tanya ify balik.
"Tapi loe jangan marah ato pun tersinggung ya fy. Pertanyaan gue rada aneh sih..." jawab rio. Ify nangguk.
"Emm....fy... Gue peratiin tadi loe utk urusan bersih-bersih bisa juga ya.." kata rio memulai. Masih ragu sebenernya.
"Iya, udah terbiasa dari kecil." jawab ify singkat.
"Emm....klo...misalnya....emm....nggak jadi deh fy." rio takut ify ngamuk soalnya.
"Nanyain apa sih yo, susah bener. Gue nggak marah deh, janji..." kata ify sambil memperlihatkan jari tengah dan telunjuknya.
"Janji ya fy.... Klo loe nggak mau juga nggak papa kok"
Ify makin bingung. Dia cuma ngangguk-ngangguk doang. Nggak ngerti arah pembicaraan rio.
"Gini fy, bonyok gue kan lagi nggak di rumah nih... Mereka netap dulu di singapur utk sementara. Jadi gue sama ozy agak kerepotan buat ngurusin rumah. Ozy nyuruh gue buat nyari orang yang mau nolong kami di rumah. Trus..." rio ngegantungin omongannya. Ngecek wajah ify dulu. "Ify marah nggak ya..." batin rio cemas.
"Trus...?" tanya ify. Sebenarnya ify mulai ngerti arah omongan rio kemana, tapi ingin dengar lengkap-lengkap aja.
"Trus, gue usahain deh nyarinya. Tapi sampai sekarang gue blom nemu sama orang yang tepat. Trus waktu gue liatin loe piket tadi. Menurut gue, loe persis sama kaya orang yang gue cari. Jadi....loe mau nggak nolongin kami?? Tapi klo loe nolak juga nggak papa kok fy.." lanjut rio. Ify agak heran sih sama rio, masa minta dia jadi pembantu. Walau pun rio udah pake bahasa halus, tetep aja dia nawarin ify jadi pembantunya.
"Jadi loe mau gue jadi pembantu loe?" tanya ify dan berenti jalan.
"Emm... Klo loe nggak mau juga nggak papa ko fy. Gue nggak tau juga kenapa ide gila ini bisa muncul di otak gue" elak rio. Masih takut ify bakalan ngamuk.
"Sorry yo, gue nggak bisa." jawab ify singkat. Rio agak kecewa.
"Loe nggak kerja cuma-cuma kok fy.." kata rio. Ntah dapat keberanian dari mana dia bisa berkata kaya gitu.
"Yo, gue tu masih pelajar. Dan hidup gue nggak susah kok yo... Mending loe tawarin ke orang lain yang lebih butuh. Jujur gue jadi rada ilfeel juga loe minta gue jadi pembantu loe."
"Sorry fy, gue nggak maksud buat bikin loe tersinggung. Loe nggak marah kan??"
"Nggak, yuk jalan lagi yo.." jawab dan ajak ify dengan wajah yang masih rada marah.
"Ah...bego banget sih gue... Udah jelas ify nggak bakalan mau.." batin rio.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah...ify nolak tawaran rio, trus siapa dong yang jadi pembantunya rio??
Thanks ya buat yang udah baca, maaf klo nggak enak di hati dan nggak seru.
Baca trus cerita aku ya....
by: alya
Ni part 4 nya, semoga pada suka...
Baca terus ya crita aku...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi hari di rumah riOzy bersaudara....
Rio ngedor-ngedor pintu kamar ozy, "Nggak biasanya ni anak ngunci kamar segala" batin rio.
"Woii...!! Zy!! Buka pintunya..!! Mau molor sampe kapan loe!!" teriak rio di depan pintu kamar ozy. Rio mencak-mencak sendiri di depan pintu. Ozy yang sebenernya denger teriakan rio masa bodoh aja, tetep lanjut ke alam mimpinya.
"Ozy.........!!! Klo loe nggak buka pintunya sekarang gue telpon mama nih, kali ni serius!!" ancam rio. Ozy tetep aja diam, nggak nyaut sama sekali.
"Hoalah.... Tumben nggak nyahok?? Kemaren-kemaren tu anak langsung melek denger nama mama, nah skarang??" batin rio lagi.
"Ozy.... Pliss bangun sekarang, gue mau berangkat pagi nih... Ayolah ozy sayang....ade gue tercinta...." bujuk rio lagi yang agak nggak tulus di kalimat-kalimat terakhir.
"Ozy gue mohon loe nurut sekarang, ntar bu winda marah nih klo proposal nggak gue kasih sekarang...." tambah rio, ozy tetep mingkem.
"Rese banget sih loe zy! sekarang terserah loe aja deh!" kesabaran rio udah habis. Rio langsung turun kebawah mau masak lagi. Ozy yang di dalam nggak jadi pura-pura tidur. Ozy bangun dan ngibrit buka pintu dan cegah rio buat nggak ngambek beneran.
"Kak rio, loe nggak marah beneran kan? Baikan dong..." bujuk ozy sambil berusaha nyamain langkahnya dengan rio.
"Ogah!!" rio kayaknya ngambek beneran nih. Rio emang selalu serius klo udah nyangkut urusan tanggung jawabnya sebagai ketua osis. "Gawat...!! Nggak makan deh gue sehari ni.." batin ozy. *jiah...ni anak. Mikirin perut mulu kerjaannya.*
"Kak, beneran deh, sorry banget..nget..nget.. Gue cuma mau balas dendam karna tiap pagi loe selalu nganggu idup gue.
Ntar klo loe marah, nasib gue gimana dong??" ozy ngeles. Rio masih terusin acara ngocok telornya.
"Zy, mulut loe bau banget dah, serius.. Gosok gigi sono!" suruh rio.
"Loe maafin gue dulu baru gue mandi klo nggak loe terpaksa harus nyium wangi mulut gue di pagi hari yang cerah ini.. Hah....hah...hah...." jawab ozy, trus dia embusin nafasnya ke rio.
"Ozy.......ntar telornya nggak wangi lagi klo udah nyatu sama bau mulut loe itu...! Apes banget dah gue punya adek joroknya kaya elo. Sono mandi, sebelum gue ngambek beneran." kata rio sambil bekep mulut nya ozy yang baunya udah ngalahin bau mulut naga.*mulut naga emang bau ya?? Ngasal doang nih*
"Hohohoho.... Loe emang paling nggak tahan ya ngambekan ma gue, baru juga lima menit loe udah luluh.." kata ozy.
"Gue kasian aja sama loe, klo gue ngambek loe mau makan pake apa ntar." rio ngeles sambil trus goreng telor.
"Ooo..... Gue mandi dulu" pamit ozy lalu kembali lagi ke kamarnya di atas.
******
Di sma nusantara....
Begitu sampai di sekolah rio langsung ngebut ke kelas XII IPA 3 *klo rio XII IPA 1*.
"Oii.....sekretaris gue...udah datang blom???" rio teriak-teriak sendiri kaya orang gila.
"Alyssa saufika umari.............. *maap klo tulisannya salah:)*" teriak rio lagi.
"Apa sih mario stevano aditya haling...?? Sarap loe!! Udah tau kelas kosong kaya gitu, ckckckckck..." kata ify yang langsung nongol di belakang rio.
"Loe datang dari mana fy??" tanya rio kaget liat ify di belakangnya.
"Dari rumah gue.." jawab ify santai.
"Fy, loe udah bawa proposalnya kan??" tanya rio sambil masuk ke dalam kelas bareng ify.
"Tenang.... Nih..." kata ify sambil menyerahkan proposal itu ke rio. Critanya rio itu keta osis dan ify sekretaris osis.
"Gue cek ya... Takut kurang.." ijin rio.
"Okeh, loe ngecek gue nyapu dulu. Piket soalnya." kata ify lalu ngambil sapu dari lemari kelas. Rio ngangguk sambil terus konsen ke kertas-kertas yang ada di hadapannya. Sementara ify terus nyapu seluruh kelas.
"Fy, kerjaan loe bagus juga. Sejauh mata gue memandang, nggak ada cacat sedikit pun." puji rio setelah lama diem-dieman. Ify nyengir kuda.
"Ify gitu loh... Tunggu bentar ya yo, dikit lagi nih nyapunya." jawab ify. Rio jawab pake ngangguk. Sambil nunggu, rio trus liatin ify yang lagi nyapu.
"Rajin juga si ify. Cekatan juga untuk urusan barsih-bersih." batin rio.
"Eh, tapi, bisa juga nih si ify... Gue tanyain deh ntar." tambah rio lagi waktu ingat sesuatu yang selama ini lagi dicarinya.
Rio terus senyum-senyum gaje liatin ify. Sampai akhirnya ify selesai piket. Rio masih nggak sadar, masih ngelamunin klo ify beneran jadi pembantunya. Pasti asik tuh, cocok banget sama yang gue pingin, pikir rio.
"Oii yo ngelamun aja loe!!" panggil sivia niatnya ngagetin rio. Rio nggak kaget, tapi tetep noleh.
"Eh, loe vi. Udah jam segini kok baru datang?" tanya rio basa-basi.
"Loe nya aja yang ke pagian." jawab via singkat. Rio liatin jam tangan hitam di tangan kanannya.
"Bener apa kata loe.". Via nggak nyaut, dia beralih ke ify.
"Fy, klo loe udah nyapu gue ngapain dong??" tanya via yang ngga tau mau ngerjain apa, karna dia juga piket hari ini. Ify yang baru selesai naro sapu di lemari noleh ke via. Ify melihat ke sekeliling kelasnya.
"Loe rapiin nih isi lemari." kata ify sambil nunjuk lemari di sampingnya. Lalu berjalan menuju via dan rio.
"Yah.... Lemari itu kan udah lama nggak keurus, bnyak debunya fy." keluh via pake manyun.
"Terserah loe deh, mau ngerjain apa." jawab ify. Rio yang dari tadi diam, mengangkat alisnya, seolah-olah berkata, "Fy, kapan nih ngasih proposalnya?". Ify yang ngerti, nangguk.
"Yuk yo." ajaknya. Rio berdiri dari kursi yang dari tadi di dudukinya. Lalu mengangkat kertas proposal itu dan jalan bareng ify menuju ruang pembina osis, untuk menyerahkan kertas-kertas itu ke bu winda.
"Duluan ya vi. Selamat bekerja, yang rajin." pamitnya. Lalu pergi.
"Fy, gue mau nanya sesuatu boleh?" tanya rio sambil terus jalan menuruni tangga.
"Boleh, mang mau nanyain apa yo?" jawab dan tanya ify balik.
"Tapi loe jangan marah ato pun tersinggung ya fy. Pertanyaan gue rada aneh sih..." jawab rio. Ify nangguk.
"Emm....fy... Gue peratiin tadi loe utk urusan bersih-bersih bisa juga ya.." kata rio memulai. Masih ragu sebenernya.
"Iya, udah terbiasa dari kecil." jawab ify singkat.
"Emm....klo...misalnya....emm....nggak jadi deh fy." rio takut ify ngamuk soalnya.
"Nanyain apa sih yo, susah bener. Gue nggak marah deh, janji..." kata ify sambil memperlihatkan jari tengah dan telunjuknya.
"Janji ya fy.... Klo loe nggak mau juga nggak papa kok"
Ify makin bingung. Dia cuma ngangguk-ngangguk doang. Nggak ngerti arah pembicaraan rio.
"Gini fy, bonyok gue kan lagi nggak di rumah nih... Mereka netap dulu di singapur utk sementara. Jadi gue sama ozy agak kerepotan buat ngurusin rumah. Ozy nyuruh gue buat nyari orang yang mau nolong kami di rumah. Trus..." rio ngegantungin omongannya. Ngecek wajah ify dulu. "Ify marah nggak ya..." batin rio cemas.
"Trus...?" tanya ify. Sebenarnya ify mulai ngerti arah omongan rio kemana, tapi ingin dengar lengkap-lengkap aja.
"Trus, gue usahain deh nyarinya. Tapi sampai sekarang gue blom nemu sama orang yang tepat. Trus waktu gue liatin loe piket tadi. Menurut gue, loe persis sama kaya orang yang gue cari. Jadi....loe mau nggak nolongin kami?? Tapi klo loe nolak juga nggak papa kok fy.." lanjut rio. Ify agak heran sih sama rio, masa minta dia jadi pembantu. Walau pun rio udah pake bahasa halus, tetep aja dia nawarin ify jadi pembantunya.
"Jadi loe mau gue jadi pembantu loe?" tanya ify dan berenti jalan.
"Emm... Klo loe nggak mau juga nggak papa ko fy. Gue nggak tau juga kenapa ide gila ini bisa muncul di otak gue" elak rio. Masih takut ify bakalan ngamuk.
"Sorry yo, gue nggak bisa." jawab ify singkat. Rio agak kecewa.
"Loe nggak kerja cuma-cuma kok fy.." kata rio. Ntah dapat keberanian dari mana dia bisa berkata kaya gitu.
"Yo, gue tu masih pelajar. Dan hidup gue nggak susah kok yo... Mending loe tawarin ke orang lain yang lebih butuh. Jujur gue jadi rada ilfeel juga loe minta gue jadi pembantu loe."
"Sorry fy, gue nggak maksud buat bikin loe tersinggung. Loe nggak marah kan??"
"Nggak, yuk jalan lagi yo.." jawab dan ajak ify dengan wajah yang masih rada marah.
"Ah...bego banget sih gue... Udah jelas ify nggak bakalan mau.." batin rio.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nah...ify nolak tawaran rio, trus siapa dong yang jadi pembantunya rio??
Thanks ya buat yang udah baca, maaf klo nggak enak di hati dan nggak seru.
Baca trus cerita aku ya....
by: alya
Pembantu Baruku ~ part 3
Ini part 3 nya....
Semoga suka...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Loe gimana sih vin. Ini sih bukannya bantuin gue nyari pembantu malah bantuin gue habisin bensin namanya." rio jadi gemes sama sohibnya satu ini.
"Hhehehe...gue kan udah minta maap yo." alvin masih nyengir lebar. Tapi langsung ilang begitu noleh kebelang.
"Yo mundur-mundur. Noh tempatnya di belakang. Loe yang jalannya kelewatan." kata alvin sambil nunjuk-nunjuk ke arah belakang. Rio ikutan noleh ke arah yang di tunjuk alvin. Seketika senyum lebar rio keluar. Rio langsung masukin gigi mundur dan berenti tepat di depan tempat tujuannya itu.
"Yuk, vin."
"oukeh.."
Mereka berdua turun dari mobil swift hitamnya rio. Dengan langkah ringan, memasuki tempat itu.
"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya seorang mbak-mbak ke mereka berdua.
"Saya bau nyari pembantu, bener di sini tempatnya?" tanya rio balik memastikan.
"Iya bener." jawab mbak-mbak itu singkat.
"Saya nyari pambantu yang masih muda, bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak culun, bersih-bersihnya jago, cepet. Ada mbak." tanya rio. Seketika senyum si mbak itu hilang denger prmintaan rio. Tapi dia senyum lagi.
"Kita coba liat dulu ya.." kata si mbbak itu. Rio ngangguk setuju. Alvin ngikut aja.
"Inem.." panggil si mbk itu. Seketika ada yang keluar dari balik ruangan entah ruangan apa itu. Rio kaget liat orang yang di panggil inem itu. "Widiew....dandanannya.... Alamak....masih waras nggak sih tu orang. Bibir merah banget gitu. Bedaknya tebel banget. Eye linernya belepotan. Item smua tu mata. Pipinya...... Ckckckckck. Ogah....banget dah punya pembantu kaya gini." batin rio. Alvin nggak jauh beda, tadi dia sempet gumam pelan waktu si inem masuk, "Gila bner..." gumam alvin tadi. Rio bisikin ke si mbak di sebelahnya, "Ogah saya klo yang kaya gini mbak" bisik rio jujur. Si mbak jawab, "Sudah ku dunga..". Rio makin heran, "La...ni orang tau gue nggak bakalan mau, ngapain di panggil juga." batin rio.
"Next.. Susi..." panggil si mbak itu. Inem pergi si susi dateng. Lumayan lah, cuma bedakan tipis, sama lipgloos tipis doang dia. Dan muda.
"Mbak tau laptop apa nggak?" tanya rio ngecek. Takut ntar si susi malah kaya pembantu lamanya.
"Tau mas, yang sejenis komputer itu kan?" jawab si susi. Rio ngangguk.
"Klo facebook tau nggak" tanya rio lagi. Makin aneh aja.
"Komputer jenis mana tu mas." tanya si susi polos. Rio nepuk jidatnya pelan. Alvin udah senyum-senyum nahan ketawa.
Rio geleng-geleng ke arah si mbak di sebelahnya.
"Next...nana..." panggil nama orang lagi. "Namanya oke nih" bisik alvin ke rio. Rio ngangguk aja.
Si nana keluar, anaknya manis juga mnurut rio. Rio nanya-nanya kaya si susi tadi. Dan jawaban nana bner, di ajak ngobrol nyambung. Asik anaknya. Trus syarat terakhir, bersih-bersih. Rio nyuruh si nana nyapu. Dan akhirnya...
"Gila!! Lama bener ngambil sapunya. Nggak balik-balik." batin rio. Dia nanya ke mbak di sebelah. Truus mereka dengar suara, "PRANG...!!!". "Nana......!! Bru juga di suruh naro piring satu aja udah pecah di tangan kamu!!" teriak seorang ibu-ibu. Lagi-lagi rio mukul jidatnya. "Vin, cabut" ajak rio. "Eh, mas masih ada yang lain kok. Tunggu bentar. Ijah...." sorak si mbak-mbak. "I..ii..ya...bbb..uu..." jawab seseorang yang di yakini rio dan alvin adalah ijah. " Gagu yo, mau?" tanya alvin walau pun tau jawabanna. "Cabut.." ajak rio lagi. Buru-buru mereka masuk ke mobil rio. Dan langsung tancap gas keburu si mbak-mbak tadi nyegat mereka lagi.
Selama jalan pulang, Rio dan alvin nggak berenti geleng-geleng. Kadang alvin ketawa, rio jadi makin nggak semangat buat nyari pembantu.
"Vin, loe tau RS jiwa tadi dari mana sih vin?" tanya rio yang masih kebayang sama tempat tadi.
"Gue dulu dapet pembantu dari situ yo. Waras-waras aja deh perasaan waku gue ke sono" jawab alvin yang juga heran sama tu tmpat gila.
"Hah.... Ilang deh semangat jiwa dan raga gue hari ni." kata rio mulai kambuh penyakit lebaynya.*aslinya rio kan juga di panggil pupbay*
"Nggak segitunya juga kali yo..."
"Masuk blacklist tempat terlarang gue u tempat jadinya"
"Gue juga." setuju alvin. Akhirnya nyampe juga ke rumah alvin.
"Mampir dulu yo.."ajak alvin.
"Iya deh, dari pada gue bengong sendiri di rumah." jawab rio. Mereka berdua masuk ke rumh alvin. Ternyata di sana juga ada ray, ozy, nyopon, dan deva.
"Eh zy, bukannya loe main ke rumahnya ray. Kok jadi di sini?" tanya rio pada adiknya.
"Abis dari rumah ray, gue ke sini kak. Mau pinjem kaset ps_nya deva." jawab ozy. Critanya koko alvin sama opa dedev adekakak.
"Owh..." jawab rio singkat.
"Gmana? Udah dapet pembantunya?" tanya ozy antusias.
"Hahahahahahahaha.....jangankan dapet zy." jawab alvin. Ozy mnatap alvin heran, lalu beralih ke rio dengan wajah penuh tanya. Rio dan alvin menceritakan semuanya, ray,deva,nyopon juga ikutan dengerin. Cerita mereka berdua sukses buat keempat anak smp itu ngakak.
"Kenapa nggak loe bawa aja si inem pulang kak?" komentar deva.
"Ada juga, bukannya kerja malah minta duit mulu ke gue buat beli lipstiknya yang langsung abis dalam waktu sehari." jawab rio. Mereka ngakak lagi, kali ini rio dan alvin ikutan.
"Trus si susi?" tanya nyopon.
"Yah....pon. Ntar klo gue ajak dia ngobrol trus dia ngak ngerti gmana??" jawab rio seadanya.
"Si nana?" tanya ray ikutan.
"Ray bisa-bisa rumah gue sama kak rio ancur karna si nana." jawab ozy.
"Dan jangan ada yang nanya si ijah, karna gue nggak mau hidup gue habis hanya untuk dnger dia mo ngomong apa." kata rio sebelum ada yang nanya lagi.
"Siapa juga yang mau nanya kak. Gue juga nggak setuju lagi loe punya pembantu kaya gitu. Ntar klo gue nanyain loe sama ozy malah ribet urusannya karna dia ngejawab aja lama banget." kata deva, ray,nyopon,alvin ngangguk setuju.
"Gue setuju, tapi loe harus tetep cari pembantu kak, gue nggak mau repot." kata ozy pada kakaknya.
"Iya... Tapi loe sabar dulu zy. Gue cari yang bener dulu, mungkin agak lama.." jawab rio pada ozy.
"Gue nggak mau lama-lama lo kak. LOe harus buru-buru." protes ozy.
"Heh......... Liat ntar deh. Eh loe smua bantuin gue juga ya.." kata rio..
"Sip bro, gue pasti bantu." jawab alvin.
"Pasti riOzy bersaudara." jawab ray, deva, nyopon barengan. RiOzy tersenyum senang.
"Balik yuk kak." ajak ozy.
" Vin, dev, gue balik dulu ya. Ray mo nebeng nggak, pon?" pamit dan tanya rio.
"Gue bawa motor kak, nyopon bareng gue aja" jawab ray.
"Okelah klo begitu. Kami duluan. Bye my bro.." pamit rio. Lalu mereka pergi. Rio keluar sambil merangkul adiknya ozy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimanakah kelanjutannya?
Maaf klo ada yang nggak berkenan di hati.
Baca terus ceritaku ya....
Thanks buat yang udah baca..
by: alya
Semoga suka...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Loe gimana sih vin. Ini sih bukannya bantuin gue nyari pembantu malah bantuin gue habisin bensin namanya." rio jadi gemes sama sohibnya satu ini.
"Hhehehe...gue kan udah minta maap yo." alvin masih nyengir lebar. Tapi langsung ilang begitu noleh kebelang.
"Yo mundur-mundur. Noh tempatnya di belakang. Loe yang jalannya kelewatan." kata alvin sambil nunjuk-nunjuk ke arah belakang. Rio ikutan noleh ke arah yang di tunjuk alvin. Seketika senyum lebar rio keluar. Rio langsung masukin gigi mundur dan berenti tepat di depan tempat tujuannya itu.
"Yuk, vin."
"oukeh.."
Mereka berdua turun dari mobil swift hitamnya rio. Dengan langkah ringan, memasuki tempat itu.
"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya seorang mbak-mbak ke mereka berdua.
"Saya bau nyari pembantu, bener di sini tempatnya?" tanya rio balik memastikan.
"Iya bener." jawab mbak-mbak itu singkat.
"Saya nyari pambantu yang masih muda, bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak culun, bersih-bersihnya jago, cepet. Ada mbak." tanya rio. Seketika senyum si mbak itu hilang denger prmintaan rio. Tapi dia senyum lagi.
"Kita coba liat dulu ya.." kata si mbbak itu. Rio ngangguk setuju. Alvin ngikut aja.
"Inem.." panggil si mbk itu. Seketika ada yang keluar dari balik ruangan entah ruangan apa itu. Rio kaget liat orang yang di panggil inem itu. "Widiew....dandanannya.... Alamak....masih waras nggak sih tu orang. Bibir merah banget gitu. Bedaknya tebel banget. Eye linernya belepotan. Item smua tu mata. Pipinya...... Ckckckckck. Ogah....banget dah punya pembantu kaya gini." batin rio. Alvin nggak jauh beda, tadi dia sempet gumam pelan waktu si inem masuk, "Gila bner..." gumam alvin tadi. Rio bisikin ke si mbak di sebelahnya, "Ogah saya klo yang kaya gini mbak" bisik rio jujur. Si mbak jawab, "Sudah ku dunga..". Rio makin heran, "La...ni orang tau gue nggak bakalan mau, ngapain di panggil juga." batin rio.
"Next.. Susi..." panggil si mbak itu. Inem pergi si susi dateng. Lumayan lah, cuma bedakan tipis, sama lipgloos tipis doang dia. Dan muda.
"Mbak tau laptop apa nggak?" tanya rio ngecek. Takut ntar si susi malah kaya pembantu lamanya.
"Tau mas, yang sejenis komputer itu kan?" jawab si susi. Rio ngangguk.
"Klo facebook tau nggak" tanya rio lagi. Makin aneh aja.
"Komputer jenis mana tu mas." tanya si susi polos. Rio nepuk jidatnya pelan. Alvin udah senyum-senyum nahan ketawa.
Rio geleng-geleng ke arah si mbak di sebelahnya.
"Next...nana..." panggil nama orang lagi. "Namanya oke nih" bisik alvin ke rio. Rio ngangguk aja.
Si nana keluar, anaknya manis juga mnurut rio. Rio nanya-nanya kaya si susi tadi. Dan jawaban nana bner, di ajak ngobrol nyambung. Asik anaknya. Trus syarat terakhir, bersih-bersih. Rio nyuruh si nana nyapu. Dan akhirnya...
"Gila!! Lama bener ngambil sapunya. Nggak balik-balik." batin rio. Dia nanya ke mbak di sebelah. Truus mereka dengar suara, "PRANG...!!!". "Nana......!! Bru juga di suruh naro piring satu aja udah pecah di tangan kamu!!" teriak seorang ibu-ibu. Lagi-lagi rio mukul jidatnya. "Vin, cabut" ajak rio. "Eh, mas masih ada yang lain kok. Tunggu bentar. Ijah...." sorak si mbak-mbak. "I..ii..ya...bbb..uu..." jawab seseorang yang di yakini rio dan alvin adalah ijah. " Gagu yo, mau?" tanya alvin walau pun tau jawabanna. "Cabut.." ajak rio lagi. Buru-buru mereka masuk ke mobil rio. Dan langsung tancap gas keburu si mbak-mbak tadi nyegat mereka lagi.
Selama jalan pulang, Rio dan alvin nggak berenti geleng-geleng. Kadang alvin ketawa, rio jadi makin nggak semangat buat nyari pembantu.
"Vin, loe tau RS jiwa tadi dari mana sih vin?" tanya rio yang masih kebayang sama tempat tadi.
"Gue dulu dapet pembantu dari situ yo. Waras-waras aja deh perasaan waku gue ke sono" jawab alvin yang juga heran sama tu tmpat gila.
"Hah.... Ilang deh semangat jiwa dan raga gue hari ni." kata rio mulai kambuh penyakit lebaynya.*aslinya rio kan juga di panggil pupbay*
"Nggak segitunya juga kali yo..."
"Masuk blacklist tempat terlarang gue u tempat jadinya"
"Gue juga." setuju alvin. Akhirnya nyampe juga ke rumah alvin.
"Mampir dulu yo.."ajak alvin.
"Iya deh, dari pada gue bengong sendiri di rumah." jawab rio. Mereka berdua masuk ke rumh alvin. Ternyata di sana juga ada ray, ozy, nyopon, dan deva.
"Eh zy, bukannya loe main ke rumahnya ray. Kok jadi di sini?" tanya rio pada adiknya.
"Abis dari rumah ray, gue ke sini kak. Mau pinjem kaset ps_nya deva." jawab ozy. Critanya koko alvin sama opa dedev adekakak.
"Owh..." jawab rio singkat.
"Gmana? Udah dapet pembantunya?" tanya ozy antusias.
"Hahahahahahahaha.....jangankan dapet zy." jawab alvin. Ozy mnatap alvin heran, lalu beralih ke rio dengan wajah penuh tanya. Rio dan alvin menceritakan semuanya, ray,deva,nyopon juga ikutan dengerin. Cerita mereka berdua sukses buat keempat anak smp itu ngakak.
"Kenapa nggak loe bawa aja si inem pulang kak?" komentar deva.
"Ada juga, bukannya kerja malah minta duit mulu ke gue buat beli lipstiknya yang langsung abis dalam waktu sehari." jawab rio. Mereka ngakak lagi, kali ini rio dan alvin ikutan.
"Trus si susi?" tanya nyopon.
"Yah....pon. Ntar klo gue ajak dia ngobrol trus dia ngak ngerti gmana??" jawab rio seadanya.
"Si nana?" tanya ray ikutan.
"Ray bisa-bisa rumah gue sama kak rio ancur karna si nana." jawab ozy.
"Dan jangan ada yang nanya si ijah, karna gue nggak mau hidup gue habis hanya untuk dnger dia mo ngomong apa." kata rio sebelum ada yang nanya lagi.
"Siapa juga yang mau nanya kak. Gue juga nggak setuju lagi loe punya pembantu kaya gitu. Ntar klo gue nanyain loe sama ozy malah ribet urusannya karna dia ngejawab aja lama banget." kata deva, ray,nyopon,alvin ngangguk setuju.
"Gue setuju, tapi loe harus tetep cari pembantu kak, gue nggak mau repot." kata ozy pada kakaknya.
"Iya... Tapi loe sabar dulu zy. Gue cari yang bener dulu, mungkin agak lama.." jawab rio pada ozy.
"Gue nggak mau lama-lama lo kak. LOe harus buru-buru." protes ozy.
"Heh......... Liat ntar deh. Eh loe smua bantuin gue juga ya.." kata rio..
"Sip bro, gue pasti bantu." jawab alvin.
"Pasti riOzy bersaudara." jawab ray, deva, nyopon barengan. RiOzy tersenyum senang.
"Balik yuk kak." ajak ozy.
" Vin, dev, gue balik dulu ya. Ray mo nebeng nggak, pon?" pamit dan tanya rio.
"Gue bawa motor kak, nyopon bareng gue aja" jawab ray.
"Okelah klo begitu. Kami duluan. Bye my bro.." pamit rio. Lalu mereka pergi. Rio keluar sambil merangkul adiknya ozy.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimanakah kelanjutannya?
Maaf klo ada yang nggak berkenan di hati.
Baca terus ceritaku ya....
Thanks buat yang udah baca..
by: alya
Pembantu Baruku ~ part 2
Ini part 2 nya...semoga pada suka....
Enjoy it..!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Syarat apaan sih kak??" tanya ozy.
"Mnurut loe??" rio malah balik nanya. Ozy menghela nafas panjang, "Yang pasti syarat loe gila! Ya kan? Gue udah hafal
smua ide loe yang nggak pernah beres itu..." jawab ozy. Rio nyengir gaje.
"Tau aja loe zy. Perhatian juga loe sama gue ternyata." kata rio pake nyengir.
"Ya udah, cepetan...! Apa syarat loe??" tanya ozy geregetan sendiri.
"Iya...iya....nggak sabaran banget sih loe dek. Oke, gue kasih tau..." jawab rio tapi kegantung karna ozy motong duluan.
"Alamak..... Loe udah ketularan mama ya?? Ribet banget dah hidup loe... Telat nih gue nungguin loe dari tadi...!" ozy
makin keki sama kakaknya itu.
"Hah... Loe emosian banget sih zy?? Gue mau pembantu yang masih muda, bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak
culun, bersih-bersihnya jago, cepet. Oke kan syarat gue??" kata rio jelasin syaratnya.
"Gila! Loe mau nyari pembantu apa temen main sih??" tanya ozy. Ozy geleng-geleng kepala. Nggak ngerti sama jalan
pikiran kakaknya itu.
"Dua-duanya. Lagian kan asik zy. Dari pada dapet yang kayak pembantu yang dulu. Laptop apa aja kagak ngarti, di ajak
becanda nggak ngerti kita ngomong apa." jawab rio santai sambil ngingat mantan pembantunya dulu. *parah juga
pembantunya*
"Yah...nggak gitu juga kak, kan nggak semua pembantu kayak gitu, pembantunya ray aja lumayan update kok." kata ozy.
"tapi kan ketuaan zy. Berasa kayak punya emak baru kita klo yang kaya ray. Sok bijak." bantah rio. Pembantunya ray
emang sok wibawa.
"Yah....terserah loe deh, gue nurut aja. Yang penting loe bisa cariin kita pembantu." jawab ozy pasrah.
"Oke lah kalo begitu. Ntar deh gue cari di tempat panampungan calon pembantu dah *apa ya tu namanya? yang penting
tau kan maksudnya?*" kata rio.
"Hmm... Ya udah, berangkat nyok" ajak ozy. Setelah pastiin tugasnya pagi ini beres.
" Ya udah, nyok!" jawab rio. RiOzy emang selalu berangkat bareng. Karna ozy masih smp, jadi dia blom boleh bawa
kendaraan sendiri. Rio sekolah di sma nusantara *ngarang* kelas dua belas. Klo ozy di smp nusantara kelas sembilan.
Sekolah mereka sebelahan.
Di gerbang kedua sekolah....
"Zy, loe ntar ikut nyari pembantunya?" tanya rio sebelum pisah jalan sama ozy.
"Nggak deh kak. Gue janji ngumpul di rumah ray dulu pulang sekolah nanti. Gue pulang sama dia juga. Loe cari sendiri
aja bisa kan?"jawab ozy panjang. O iya, rumah riOzy sama ray cuma beda satu blok. Sama-sama di perumahan
permai*ngarang juga*.
"Owh...Bisa..bisa. Gue masuk dulu ya.." pamit rio sambil nunjuk gerbang masuk sma_nya dengan wajah yang sedikit
kecewa.
"Hmm.. Gue juga masuk dulu"
Setelah pamit-pamitan mereka pisah jalan menuju sekolah masing-masing.
Di kelas rio..
"Pagi yo...!!" sapa fans rio rame. Dea,angel,zevana emang suka ngejar-ngejar rio sejak kelas sebelas.
"Pagi.." jawab rio males.
"Oii bro.. Pinjem pr fisika loe dong." sapa cakka, sekalian minjem pr_nya rio. Rio emang dikenal pinter sih.
"Pagi-pagi loe langsung nanyain pr. Sekali-kali rajin dikit dong cak." pagi-pagi rio juga langsung nasehatin cakka. Tapi
"Cak, skali-skali loe rajin dikit dong"kata rio tapi tetep minjemin pr_nya.
"Yo, loe kan tau gue paling males ngerjain pr." jawab cakka sambil bolak-balik buku pr_nya rio.
"Yo, gue ikutan ya?" tanya iyel yang duduk di sebelah cakka.
"Tumben yel?" tanya alvin yang duduk di belakang mereka. Temen sebangkunya rio.
"Hhehehe...gue lupa. Gue kan juga manusia bro, bisa lupa juga." jawab iyel sekenanya.
Sementara itu, di kelas ozy..
"Ozy........mana..mana..??" tanya deva nggak jelas waktu ozy baru duduk di belakangnya, bareng ray.
"Mana apaan?? Si mana ilang kmana dev?" tanya ozy balik. Bingung sendiri liatin deva.
"Siapa yang ilang zy?" tanya ray ikutan bingung. Ozy cuma angkat bahu, tanda nggak ngerti juga.
"Yah...gue di kacangin. Pr loe mana zy? Gue blom bikin nih.." tanya deva lagi.
"Oh...itu toh mksudnya. Niih.."ozy manggut-manggut ngerti trus ngasih prnya ke deva. Kakak adek sama aja, pagi-pagi
udah di tagih pr.
Waktu istirahat di sma nusantara.. Tepatnya kantin..
"Yo pesen apa?" tanya iyel mengagetkan rio dari lamunannya.
"Ha...eh...apa?" tanya rio gagap
"Jiah..ngelamunin apa sih yo?? Serius bener."tanya cakka.
"Mana ada ngelamun srius cak.. Eh, yel. Loe tadi nanya apa?" jawab dan tanya rio lagi.
"Loe mau pesen apa?? Biar gue sama cakka yang pesenin." tanya iyel lagi.
"Oh...gue mi ayam sama cola aja deh.." jawab rio.
"Yuk cak, mna bisa gue ngangkut pesenan kalian sendiri." ajak iyel ke cakka yang masih duduk. Cakka mengangguk
males, lalu mengikuti iyel.
"Yo ngelamunin apa barusan?" tanya alvin yang dari tadi diem.
"Eh, vin. Loe tau tempat buat nyari pembantu?? Gue bingung nih mau nyari kemana. Tadinya gue pikir ozy mau nemenin
gue. Loe tau nggak vin??" rio balik nanya.
"Loe nyari pembantu buat siapa?" tanya alvin balik.
"Ya buat gue lah vin, buat siapa lagi coba?" jawab rio.
"Loe tau nggak? Tapi jangan bawa gue ke tempat yang punya calon pembantu aneh, gue maunya yang masih muda,
bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak culun, bersih-bersihnya jago, cepet." tambah rio lagi.
"Kriteria pembantu idaman loe yang aneh. Susah tau yo cari yang kaya gitu." komentar alvin dengar syaratnya rio yang
sebelas duabelas sama komentarnya ozy.
"Yah...vin. Loe sama aja deh kaya ozy, bilang gue aneh. Prmintaan gue kan nggak muluk-muluk amat vin." kata rio
kecewa.
"Nggak muluk apaan? Klo mnurut gue sih ya, dari dua puluh pembantu yang ada cuma satu yang kaya syarat loe itu."
kata alvin lagi.
"Yang penting ada kan? Loe tau tempatnya? Anterin gue yah..." tanya rio lagi.
"Iya deh, gue tau tempatnya. Ntar deh gue anter." jawab alvin.
"Huaa...alvin baek deh.." kata rio genit.
"Jijay...." kata alvin. Bersamaan gabriel dan cakka dateng bawa pesenan mereka.
"Yo, loe knapa?? Salah makan ya?? Alvin loe godain." tanya iyel sambil duduk.
"Tau tuh yel. Gue tau gue cakep, pesona gue nggak nahan. Tapi gue nggak mau yang godain gue tu rio." alvin malah muji diri sendiri.
"Nih makanan loe" kata iyel nyuekin alvin sambil nyodorin mi ayamnya rio.
"Yee....gue dicuekin." protes alvin.
"Hhehe...males dengerin loe. Noh, makan dulu. Keburu bel ntar." jawab iyel singkat.
******
"Vin udah mentok nih, tempatnya di mana sih??" tanya rio heran. Mereka berdua jadi nyariin pembantunya rio. Alvin
celingak-celinguk kiri-kanan. Trus garuk-garuk kepala. Trus nyengir lebar dan....
"Hhehehe....kayanya kita nyasar yo, sorry."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berhasilkah rio nyari pembantunya?
Nyasar kema lagi tu anak dua?
Thanks buat yang udah baca,
Baca terus ya....cerita ku....
Emang rada gaje sih ceritanya.. Klo ada yang salah ketik, harap maklum. Ngetiknya buru-buru..
by: alya
Enjoy it..!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Syarat apaan sih kak??" tanya ozy.
"Mnurut loe??" rio malah balik nanya. Ozy menghela nafas panjang, "Yang pasti syarat loe gila! Ya kan? Gue udah hafal
smua ide loe yang nggak pernah beres itu..." jawab ozy. Rio nyengir gaje.
"Tau aja loe zy. Perhatian juga loe sama gue ternyata." kata rio pake nyengir.
"Ya udah, cepetan...! Apa syarat loe??" tanya ozy geregetan sendiri.
"Iya...iya....nggak sabaran banget sih loe dek. Oke, gue kasih tau..." jawab rio tapi kegantung karna ozy motong duluan.
"Alamak..... Loe udah ketularan mama ya?? Ribet banget dah hidup loe... Telat nih gue nungguin loe dari tadi...!" ozy
makin keki sama kakaknya itu.
"Hah... Loe emosian banget sih zy?? Gue mau pembantu yang masih muda, bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak
culun, bersih-bersihnya jago, cepet. Oke kan syarat gue??" kata rio jelasin syaratnya.
"Gila! Loe mau nyari pembantu apa temen main sih??" tanya ozy. Ozy geleng-geleng kepala. Nggak ngerti sama jalan
pikiran kakaknya itu.
"Dua-duanya. Lagian kan asik zy. Dari pada dapet yang kayak pembantu yang dulu. Laptop apa aja kagak ngarti, di ajak
becanda nggak ngerti kita ngomong apa." jawab rio santai sambil ngingat mantan pembantunya dulu. *parah juga
pembantunya*
"Yah...nggak gitu juga kak, kan nggak semua pembantu kayak gitu, pembantunya ray aja lumayan update kok." kata ozy.
"tapi kan ketuaan zy. Berasa kayak punya emak baru kita klo yang kaya ray. Sok bijak." bantah rio. Pembantunya ray
emang sok wibawa.
"Yah....terserah loe deh, gue nurut aja. Yang penting loe bisa cariin kita pembantu." jawab ozy pasrah.
"Oke lah kalo begitu. Ntar deh gue cari di tempat panampungan calon pembantu dah *apa ya tu namanya? yang penting
tau kan maksudnya?*" kata rio.
"Hmm... Ya udah, berangkat nyok" ajak ozy. Setelah pastiin tugasnya pagi ini beres.
" Ya udah, nyok!" jawab rio. RiOzy emang selalu berangkat bareng. Karna ozy masih smp, jadi dia blom boleh bawa
kendaraan sendiri. Rio sekolah di sma nusantara *ngarang* kelas dua belas. Klo ozy di smp nusantara kelas sembilan.
Sekolah mereka sebelahan.
Di gerbang kedua sekolah....
"Zy, loe ntar ikut nyari pembantunya?" tanya rio sebelum pisah jalan sama ozy.
"Nggak deh kak. Gue janji ngumpul di rumah ray dulu pulang sekolah nanti. Gue pulang sama dia juga. Loe cari sendiri
aja bisa kan?"jawab ozy panjang. O iya, rumah riOzy sama ray cuma beda satu blok. Sama-sama di perumahan
permai*ngarang juga*.
"Owh...Bisa..bisa. Gue masuk dulu ya.." pamit rio sambil nunjuk gerbang masuk sma_nya dengan wajah yang sedikit
kecewa.
"Hmm.. Gue juga masuk dulu"
Setelah pamit-pamitan mereka pisah jalan menuju sekolah masing-masing.
Di kelas rio..
"Pagi yo...!!" sapa fans rio rame. Dea,angel,zevana emang suka ngejar-ngejar rio sejak kelas sebelas.
"Pagi.." jawab rio males.
"Oii bro.. Pinjem pr fisika loe dong." sapa cakka, sekalian minjem pr_nya rio. Rio emang dikenal pinter sih.
"Pagi-pagi loe langsung nanyain pr. Sekali-kali rajin dikit dong cak." pagi-pagi rio juga langsung nasehatin cakka. Tapi
"Cak, skali-skali loe rajin dikit dong"kata rio tapi tetep minjemin pr_nya.
"Yo, loe kan tau gue paling males ngerjain pr." jawab cakka sambil bolak-balik buku pr_nya rio.
"Yo, gue ikutan ya?" tanya iyel yang duduk di sebelah cakka.
"Tumben yel?" tanya alvin yang duduk di belakang mereka. Temen sebangkunya rio.
"Hhehehe...gue lupa. Gue kan juga manusia bro, bisa lupa juga." jawab iyel sekenanya.
Sementara itu, di kelas ozy..
"Ozy........mana..mana..??" tanya deva nggak jelas waktu ozy baru duduk di belakangnya, bareng ray.
"Mana apaan?? Si mana ilang kmana dev?" tanya ozy balik. Bingung sendiri liatin deva.
"Siapa yang ilang zy?" tanya ray ikutan bingung. Ozy cuma angkat bahu, tanda nggak ngerti juga.
"Yah...gue di kacangin. Pr loe mana zy? Gue blom bikin nih.." tanya deva lagi.
"Oh...itu toh mksudnya. Niih.."ozy manggut-manggut ngerti trus ngasih prnya ke deva. Kakak adek sama aja, pagi-pagi
udah di tagih pr.
Waktu istirahat di sma nusantara.. Tepatnya kantin..
"Yo pesen apa?" tanya iyel mengagetkan rio dari lamunannya.
"Ha...eh...apa?" tanya rio gagap
"Jiah..ngelamunin apa sih yo?? Serius bener."tanya cakka.
"Mana ada ngelamun srius cak.. Eh, yel. Loe tadi nanya apa?" jawab dan tanya rio lagi.
"Loe mau pesen apa?? Biar gue sama cakka yang pesenin." tanya iyel lagi.
"Oh...gue mi ayam sama cola aja deh.." jawab rio.
"Yuk cak, mna bisa gue ngangkut pesenan kalian sendiri." ajak iyel ke cakka yang masih duduk. Cakka mengangguk
males, lalu mengikuti iyel.
"Yo ngelamunin apa barusan?" tanya alvin yang dari tadi diem.
"Eh, vin. Loe tau tempat buat nyari pembantu?? Gue bingung nih mau nyari kemana. Tadinya gue pikir ozy mau nemenin
gue. Loe tau nggak vin??" rio balik nanya.
"Loe nyari pembantu buat siapa?" tanya alvin balik.
"Ya buat gue lah vin, buat siapa lagi coba?" jawab rio.
"Loe tau nggak? Tapi jangan bawa gue ke tempat yang punya calon pembantu aneh, gue maunya yang masih muda,
bisa di ajak becanda, nyenengin, nggak culun, bersih-bersihnya jago, cepet." tambah rio lagi.
"Kriteria pembantu idaman loe yang aneh. Susah tau yo cari yang kaya gitu." komentar alvin dengar syaratnya rio yang
sebelas duabelas sama komentarnya ozy.
"Yah...vin. Loe sama aja deh kaya ozy, bilang gue aneh. Prmintaan gue kan nggak muluk-muluk amat vin." kata rio
kecewa.
"Nggak muluk apaan? Klo mnurut gue sih ya, dari dua puluh pembantu yang ada cuma satu yang kaya syarat loe itu."
kata alvin lagi.
"Yang penting ada kan? Loe tau tempatnya? Anterin gue yah..." tanya rio lagi.
"Iya deh, gue tau tempatnya. Ntar deh gue anter." jawab alvin.
"Huaa...alvin baek deh.." kata rio genit.
"Jijay...." kata alvin. Bersamaan gabriel dan cakka dateng bawa pesenan mereka.
"Yo, loe knapa?? Salah makan ya?? Alvin loe godain." tanya iyel sambil duduk.
"Tau tuh yel. Gue tau gue cakep, pesona gue nggak nahan. Tapi gue nggak mau yang godain gue tu rio." alvin malah muji diri sendiri.
"Nih makanan loe" kata iyel nyuekin alvin sambil nyodorin mi ayamnya rio.
"Yee....gue dicuekin." protes alvin.
"Hhehe...males dengerin loe. Noh, makan dulu. Keburu bel ntar." jawab iyel singkat.
******
"Vin udah mentok nih, tempatnya di mana sih??" tanya rio heran. Mereka berdua jadi nyariin pembantunya rio. Alvin
celingak-celinguk kiri-kanan. Trus garuk-garuk kepala. Trus nyengir lebar dan....
"Hhehehe....kayanya kita nyasar yo, sorry."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berhasilkah rio nyari pembantunya?
Nyasar kema lagi tu anak dua?
Thanks buat yang udah baca,
Baca terus ya....cerita ku....
Emang rada gaje sih ceritanya.. Klo ada yang salah ketik, harap maklum. Ngetiknya buru-buru..
by: alya
Pembantu Baruku ~ part 1
Ini part 1 nya..semoga pada suka...
maaf klo ada yang nggak enak di hati...
Enjoy it..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di bandara..
"Rio, ozy.. Baik-baik di rumah ya sayang.. Jangan nakal, kalo lagi masak,
kompor dan gasnya hati-hati. Rumah jangan diberantakin, listrik jangan
boros-boros makenya, mahal. Oke sayang??" ingat mama rio.
"Iya ma... Beres lah smuanya. Rio sama ozy kan udah gede, kami tau tugas kami kok
ma. Mama sama papa hati-hati aja di sana. Klo lembur, jangan kemalaman.
Klo mama sama papa sakit kan kami yang repot." jawab rio dan balik
mengingatkan orang tuanya. Ozy manggut-manggut setuju.
"Anak mama udah gede, bisa nasehatin orang tua sekarang. Rio, jaga adek kamu. Ozy,
turutin apa kata kak rio. Jangan main sama ray mulu." ingat mamanya
lagi sambil ngelus-ngelus rambut kedua anaknya. Rio dan ozy
ngangguk-ngangguk gerti aja. Mamanya emang gini orangnya. Ribet.
"Ma, ayo! Bentar lagi kita take off. Rio, ozy, kami berangkat dulu ya..." ajak dan pamit papa rio dan ozy.
"Iya pa, hati-hati."jawab rio dan ozy kompak
"Ntar mama pulang sesering mungkin deh. Kami berangkat dulu ya..." pamit mama
rio dan ozy. Stelah ngecup kening anaknya satu-satu, mereka pergi.
"Hah..... Malu gue zy. Dicium di depan umum lagi. Untung muka gue baby face jadi
orang-orang pada mikir, mungkin mama masih gemes ma gue" kata rio
kePDan.
"Sama kak. Beruntungnya gue punya muka imut-imut gini." ozy ikutan narsis. Kakak adek sama aja. RiOzy jalan mnuju parkiran mobil
mereka sambil terus ngomongin mama mereka yang ribet orangnya.
Di mobil..
"Zy, makan di resto aja yah.. Gue males masak sekarang." ajak rio sambil
terus nyetir. Rio emang lumayan ago masak. Rio belajar dari mamanya
dulu. Mama rio emang nuntut anak-anaknya, walau pun cwok mereka harus
tetep bisa utk urusan rumah tangga, karna orang tua mereka emang sering
keluar balik luar kota n luar negri juga. Jadi harus mandiri.
"Terserah deh kak, yang penting gue bisa makan sampe kenyang malam ni." jawab
ozy. Rio ngangguk ngerti, dan langsung menambah kecepatan mobilnya
menuju restoran langganan keluarga mereka.
Selesai makan, riOzy langsung pulang. Nggak mampir-mampir dulu, capek.
Di rumah..
"Zy besok loe yang nyuci piring, gue yang masak" kata rio sebelum masuk kamarnya yang sebelahan sama ozy.
"Iya... kakak gue yang jelek. Itu mah masalah biasa." jawab ozy.
"Enak aja loe ngatain gue jelek. Udah ah, gue tidur dulu." rio lalu masuk kamarnya dan tidur. Gitu juga ozy.
Pagi, esoknya..
"Ozy....bangun....!! Molor mulu kerja loe!" rio teriak-teriak di kamar ozy sambil guncang-guncang badan ozy.
"Ah....lima menit lagi kak." jawab ozy masih setengah sadar.
"Bangun zy...!! Gue telpon mama nih...." ancam rio sambil ngeluarin HP_nya. Ozy
buka matanya dikit. Ngecek, rio serius ato nggak. Ozy liat rio bneran
mulai cari-cari nama mamanya di phonebook Hp-nya. Ozy langsung melek.
"Aaaa.... Kak jangan..!! Liat nih gue udah bangun, udah seger. Jangan telpon mama
yah..yah..pliis... Loe tega ya, klo gue budek di pagi yang cerah ini??"
ozy histeris sendiri. Mama mereka kalo bangunin orang emang ganas.
Suaranya itu lo, erangan naga aja kalah *lebay* . Mereka sendiri heran,
kok papa mereka tahan ya setiap pagi sepanjang hidupnya harus ngadepin
mama mereka yang bisa dibilang bukan mama biasa itu.^o^
"Kena loe... Gue becanda lagi." kata rio pake nyengir. Terus nyibak slimut yang di pake ozy.
"Ayo, sekarang bangun,sebelum gue bneran nelpon mama nih" tambah rio lagi.
Dengan ogah-ogahan ozy jalan ke kamar mandi. Rio turun lagi ke bawah.
Dapur. Itulah tujuan rio, menjalan kan tugas pertamanya hari ini.
"Pagi kak!" sapa ozy dengan muka sumringah. Tadi ogah banget mau bangut, nah sekarang??.
"Mmm, pagi!" jawab rio singkat. Ozy duduk di depan meja makan, udah siap utk
menyantap nasi goreng buatan rio yang mnurutnya enak. *penulis mau deh
ikutan ozy makan masakannya rio xD*
"Kak, loe seksi deh pake celemek gitu. Kaya waiter cwek yang ada di tipi-tipi gitu" canda ozy.
"Makanan loe, gue sita!" kata rio dingin. Trus ngambil piring ozy yang udah ada nasgornya.
"Hahahaha gue becanda lagi kak. Sini balikin." ozy nyantai aja kakaknya ngambek.
Udah biasa, dan kak rio itu ajib, satu detik langsung redam marahnya.
Rio balikin piring ozy ke tempatnya, trus pergi ke atas, ke kamarnya. "Gue ganti baju dulu"pamit rio di tangga.
"Tuh kan bener, mana bisa kak rio ngambek ke gue. Ada juga gue yang diem duluan" gumam ozy.
Nggak berapa llama kemudian, rio balik dan langsung makan nasgornya, " Enak
juga bikinan gue. Rio gitu loh. Serba bisa deh gue, udah cakep, pinter,
jago basket, nyanyi juga. Nggak sia-sia mak gue ngelahirin gue dulu."
batin rio. *jiah..ni anak, bisa aja muji diri sendiri. Pamali
yo..!Mending muji gue -pletak- gue langsung k.o di pukulin rio.xD*
"Kak, cari pembantu dong. Gue kan capek kak beresin rumah. Ntar anemia gue kambuh gmana?" usul ozy wktu lagi nyuci piring.
"Bilang aja lo males" jawab rio, ngena banget.
"Hehehe... Tp bener kan. Ayo ah kak, bneran nih anemia gue bilang. Dia bkalan
kambu klo loe nggak mau" ancam ozy. Wajahnya itu loh, melas banget...
Rio jdi nggak nahan iatinnya.
"Iya deh, ntar gue cari" jawab rio kurang ikhlas.
"Yes!! Akhirnya, loe peduli juga sama nasib tenaga gue.." teriak ozy girang.
"Tapi gue punya syarat.." potong rio yang sukses bikin air muka ozy berubah, "pasti yang aneh-aneh nih syaratnya" batin ozy.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa ya syaratnya??
Thanks buat yang mau baca crita ini... Kasih comentnya yah....
by: alya :)
maaf klo ada yang nggak enak di hati...
Enjoy it..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di bandara..
"Rio, ozy.. Baik-baik di rumah ya sayang.. Jangan nakal, kalo lagi masak,
kompor dan gasnya hati-hati. Rumah jangan diberantakin, listrik jangan
boros-boros makenya, mahal. Oke sayang??" ingat mama rio.
"Iya ma... Beres lah smuanya. Rio sama ozy kan udah gede, kami tau tugas kami kok
ma. Mama sama papa hati-hati aja di sana. Klo lembur, jangan kemalaman.
Klo mama sama papa sakit kan kami yang repot." jawab rio dan balik
mengingatkan orang tuanya. Ozy manggut-manggut setuju.
"Anak mama udah gede, bisa nasehatin orang tua sekarang. Rio, jaga adek kamu. Ozy,
turutin apa kata kak rio. Jangan main sama ray mulu." ingat mamanya
lagi sambil ngelus-ngelus rambut kedua anaknya. Rio dan ozy
ngangguk-ngangguk gerti aja. Mamanya emang gini orangnya. Ribet.
"Ma, ayo! Bentar lagi kita take off. Rio, ozy, kami berangkat dulu ya..." ajak dan pamit papa rio dan ozy.
"Iya pa, hati-hati."jawab rio dan ozy kompak
"Ntar mama pulang sesering mungkin deh. Kami berangkat dulu ya..." pamit mama
rio dan ozy. Stelah ngecup kening anaknya satu-satu, mereka pergi.
"Hah..... Malu gue zy. Dicium di depan umum lagi. Untung muka gue baby face jadi
orang-orang pada mikir, mungkin mama masih gemes ma gue" kata rio
kePDan.
"Sama kak. Beruntungnya gue punya muka imut-imut gini." ozy ikutan narsis. Kakak adek sama aja. RiOzy jalan mnuju parkiran mobil
mereka sambil terus ngomongin mama mereka yang ribet orangnya.
Di mobil..
"Zy, makan di resto aja yah.. Gue males masak sekarang." ajak rio sambil
terus nyetir. Rio emang lumayan ago masak. Rio belajar dari mamanya
dulu. Mama rio emang nuntut anak-anaknya, walau pun cwok mereka harus
tetep bisa utk urusan rumah tangga, karna orang tua mereka emang sering
keluar balik luar kota n luar negri juga. Jadi harus mandiri.
"Terserah deh kak, yang penting gue bisa makan sampe kenyang malam ni." jawab
ozy. Rio ngangguk ngerti, dan langsung menambah kecepatan mobilnya
menuju restoran langganan keluarga mereka.
Selesai makan, riOzy langsung pulang. Nggak mampir-mampir dulu, capek.
Di rumah..
"Zy besok loe yang nyuci piring, gue yang masak" kata rio sebelum masuk kamarnya yang sebelahan sama ozy.
"Iya... kakak gue yang jelek. Itu mah masalah biasa." jawab ozy.
"Enak aja loe ngatain gue jelek. Udah ah, gue tidur dulu." rio lalu masuk kamarnya dan tidur. Gitu juga ozy.
Pagi, esoknya..
"Ozy....bangun....!! Molor mulu kerja loe!" rio teriak-teriak di kamar ozy sambil guncang-guncang badan ozy.
"Ah....lima menit lagi kak." jawab ozy masih setengah sadar.
"Bangun zy...!! Gue telpon mama nih...." ancam rio sambil ngeluarin HP_nya. Ozy
buka matanya dikit. Ngecek, rio serius ato nggak. Ozy liat rio bneran
mulai cari-cari nama mamanya di phonebook Hp-nya. Ozy langsung melek.
"Aaaa.... Kak jangan..!! Liat nih gue udah bangun, udah seger. Jangan telpon mama
yah..yah..pliis... Loe tega ya, klo gue budek di pagi yang cerah ini??"
ozy histeris sendiri. Mama mereka kalo bangunin orang emang ganas.
Suaranya itu lo, erangan naga aja kalah *lebay* . Mereka sendiri heran,
kok papa mereka tahan ya setiap pagi sepanjang hidupnya harus ngadepin
mama mereka yang bisa dibilang bukan mama biasa itu.^o^
"Kena loe... Gue becanda lagi." kata rio pake nyengir. Terus nyibak slimut yang di pake ozy.
"Ayo, sekarang bangun,sebelum gue bneran nelpon mama nih" tambah rio lagi.
Dengan ogah-ogahan ozy jalan ke kamar mandi. Rio turun lagi ke bawah.
Dapur. Itulah tujuan rio, menjalan kan tugas pertamanya hari ini.
"Pagi kak!" sapa ozy dengan muka sumringah. Tadi ogah banget mau bangut, nah sekarang??.
"Mmm, pagi!" jawab rio singkat. Ozy duduk di depan meja makan, udah siap utk
menyantap nasi goreng buatan rio yang mnurutnya enak. *penulis mau deh
ikutan ozy makan masakannya rio xD*
"Kak, loe seksi deh pake celemek gitu. Kaya waiter cwek yang ada di tipi-tipi gitu" canda ozy.
"Makanan loe, gue sita!" kata rio dingin. Trus ngambil piring ozy yang udah ada nasgornya.
"Hahahaha gue becanda lagi kak. Sini balikin." ozy nyantai aja kakaknya ngambek.
Udah biasa, dan kak rio itu ajib, satu detik langsung redam marahnya.
Rio balikin piring ozy ke tempatnya, trus pergi ke atas, ke kamarnya. "Gue ganti baju dulu"pamit rio di tangga.
"Tuh kan bener, mana bisa kak rio ngambek ke gue. Ada juga gue yang diem duluan" gumam ozy.
Nggak berapa llama kemudian, rio balik dan langsung makan nasgornya, " Enak
juga bikinan gue. Rio gitu loh. Serba bisa deh gue, udah cakep, pinter,
jago basket, nyanyi juga. Nggak sia-sia mak gue ngelahirin gue dulu."
batin rio. *jiah..ni anak, bisa aja muji diri sendiri. Pamali
yo..!Mending muji gue -pletak- gue langsung k.o di pukulin rio.xD*
"Kak, cari pembantu dong. Gue kan capek kak beresin rumah. Ntar anemia gue kambuh gmana?" usul ozy wktu lagi nyuci piring.
"Bilang aja lo males" jawab rio, ngena banget.
"Hehehe... Tp bener kan. Ayo ah kak, bneran nih anemia gue bilang. Dia bkalan
kambu klo loe nggak mau" ancam ozy. Wajahnya itu loh, melas banget...
Rio jdi nggak nahan iatinnya.
"Iya deh, ntar gue cari" jawab rio kurang ikhlas.
"Yes!! Akhirnya, loe peduli juga sama nasib tenaga gue.." teriak ozy girang.
"Tapi gue punya syarat.." potong rio yang sukses bikin air muka ozy berubah, "pasti yang aneh-aneh nih syaratnya" batin ozy.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa ya syaratnya??
Thanks buat yang mau baca crita ini... Kasih comentnya yah....
by: alya :)
Langganan:
Postingan (Atom)